Sering merasakan sakit kepala sebelah? Jangan disepelekan, hal tersebut mungkin bukan pusing biasa, melainkan tanda-tanda Anda terkena migrain. Penyakit migrain merupakan sakit kepala berulang yang timbul karena adanya perubahan aktivitas pada otak. Perubahan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit seperti dihantam oleh benda keras di kepala dengan sensasi berdenyut yang sangat menyakitkan.

Biasanya, sensasi berdenyut-denyut tersebut akan terasa di satu atau kedua sisi kepala Anda, seperti di sekitar area pelipis, dahi, hingga ke mata. Pada kondisi tertentu, sakit kepala migrain ini bahkan bisa menimbulkan rasa mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya serta suara di sekitar. Bagi Anda yang tak ingin sering terkena migrain, berikut ini adalah berbagai hal yang perlu Anda hindari.

Makanan dan Minuman Pemicu Migrain

Di Indonesia ada banyak sekali makanan dan minuman yang lezat. Namun, ternyata makanan dan minuman tersebut ada yang mampu memicu munculnya penyakit migrain. Misalnya, makanan dan minuman yang mengandung MSG, kafein, dan alkohol karena makanan dan minuman dengan kandungan tersebut dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan pembuluh darah pada otak. Akibatnya, pembuluh darah di otak jadi menyempit dan berkontraksi dan menyebabkan migrain.

Selain itu, makanan seperti keju dan cokelat yang dikonsumsi berlebihan juga bisa menjadi pemicu migrain. Cokelat memiliki beberapa zat seperti phenylethylamine, flavonoid dan tiramin yang menjadi penyebab migrain. Tiramin merupakan zat pemicu migrain yang paling kuat karena dapat menyebabkan perubahan hormon otak dan memengaruhi aliran darah.

Sama seperti cokelat, keju juga memiliki zat tiramin. Akibatnya, keju berpotensi memicu terjadinya migrain pada Anda yang sensitif terhadap tiramin atau cenderung mudah mengalami perubahan pada aliran darah.

Aroma yang Menyengat

Suatu penelitian terhadap beberapa remaja di Brazil mengungkapkan bahwa aroma yang aneh atau menyengat bisa menyebabkan migrain kambuh. Tidak hanya itu, sebuah lembaga riset di Chicago, yaitu The Smell and Taste Treatment and Research Foundation, membuktikan bahwa 50 persen dari serangan migrain dipicu oleh bau. Kondisi ini biasanya lebih banyak terjadi pada kaum perempuan. Beberapa contoh bau paling umum yang menjadi penyebab migrain kambuh, yaitu parfum, aroma makanan yang tajam seperti duren, irisan bawang merah, dan asap rokok. Oleh karena itu, sebaiknya hindari bau-bau menyengat tersebut dan kurangi kebiasaan merokok Anda agar tidak memicu kambuhnya migrain.

Tingkat Stres yang Tinggi

Masalah emosional yang kompleks mampu memicu stres dan pada akhirnya memicu migrain. Ketika Anda mengalami stres, sel-sel tertentu di otak Anda akan bereaksi secara hiperaktif untuk melawan kondisi tersebut. Oleh karena itu, hal tersebut akan mempengaruhi sistem pembuluh darah di otak Anda yang dapat menyebabkan migrain. Stres juga sering menimbulkan perasan was-was dan khawatir yang dapat memperparah serangan migrain. Jadi, sebaiknya Anda lakukan manajemen stres, seperti dengan melakukan meditasi, beristirahat yang cukup, dan menceritakan masalah yang tengah Anda miliki pada orang terdekat.

Kurang Tidur

Waktu tidur yang normal adalah sekitar delapan jam. Jika waktu tidur Anda kurang atau lebih dari itu, maka keesokan harinya bisa jadi Anda terserang migrain. Sebaiknya, hentikan kegiatan-kegiatan Anda di malam hari dan bangun tidur dengan tepat waktu agar Anda bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup dan bangun dengan segar tanpa migrain.

Jadi, itulah beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan agar migrain tidak kambuh. Akan tetapi, bila Anda sudah menghindari hal-hal tersebut namun tetap mengalami migrain, segera konsultasikan pada dokter Anda dan atasi dengan Pulsed Radiofrequency (PRF) di EMC Pain Management Center. Pulsed Radiofrequency (PRF) adalah suatu teknik untuk menciptakan medan listrik yg terkontrol dan aman di sekitar elektroda yang ditempatkan pada saraf. Pada terapi nyeri, elektroda ini dibuat dalam bentuk dan ukuran sebuah jarum.

Prosedur yang akan dilakukan saat terapi PRF, yaitu dokter akan memberikan obat anestesi lokal sebelum injeksi untuk memberikan kenyamanan saat jarum radiofrequency diinjeksikan. Lalu, dokter Anda akan menggunakan alat bantu fluoroscopy (x-ray) untuk memposisikan elektroda RF sedekat mungkin dengan saraf yang dituju. Setelah elektroda berada pada posisi yang tepat, kemudian prosedur PRF akan dilakukan. Prosedur ini berlangsung kurang lebih sekitar 30 menit hingga satu jam. Terapi ini cepat dan efektif untuk menangani migrain yang Anda rasakan. Jadi, segera lakukan terapi tersebut agar Anda bisa lebih menikmati hidup tanpa migrain yang menggangu. #LiveExcellently