Metode pengobatan tradisional akupunktur pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Terapi akupunktur sudah dikenal sejak 2500 tahun lalu di Cina. Istilah akupunktur sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu acus (jarum) dan punctura (tusuk). Dalam Bahasa Inggris, akupunktur berasal dari kata “to puncture, sedangkan dari negara asalnya, Cina, akupunktur disebut cenciu. Dari berbagai macam kata tersebut, bahasa Indonesia menyerapnya menjadi sebutan akupunktur. Seiring berkembangnya zaman, muncul pula akupunktur medis yang kini menjadi pilihan banyak orang.

Apa itu akupunktur medis?

Akupunktur adalah teknik pengobatan atau terapi menggunakan jarum akupunktur yang ditusukkan pada titik-titik tertentu pada tubuh. Jenis akupunktur terbagi dua, yaitu akupunktur tradisional dan akupunktur medis. Akupunktur tradisional merupakan pengobatan tradisional komplementer dan bisa dilakukan oleh tenaga selain medis dan paramedis. Sedangkan akupunktur medis merupakan ilmu pengobatan yang dilakukan oleh tenaga medis, yaitu dokter spesialis akupunktur medis dan dokter umum yang telah mengikuti kursus akupunktur medis.

Terapi akupunktur medis bisa menjadi alternatif pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan saraf, endokrin (hormonal), dan imunitas. Banyak sekali penyakit yang bisa diterapi dengan akupunktur medis, di antaranya seperti nyeri otot, diabetes, stroke, nyeri sendi, syaraf terjepit, alergi, dan masih banyak lagi.

Berapa kali pasien harus menjalani akupunktur?

Akupunktur idealnya dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Namun, frekuensi melakukan akupunktur ini juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan juga kondisi penyakit pasien. Akupunktur tidak dilakukan terus-menerus secara permanen, pasien bisa berhenti melakukan terapi akupunktur apabila telah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

Bagaimana proses terapi akupunktur?

Pada umumnya, dokter spesialis akan bekerjasama dengan dokter akupunktur medis. Mereka akan menganalisa kebutuhan setiap pasien dan kondisi masing-masing pasien, mulai dari gejala yang dialami, penyakit, sampai akar permasalahan dari keluhan mereka. Setelah itu, dokter akupunktur medis akan melakukan terapi dengan menancapkan jarum-jarum akupunktur di beberapa titik tertentu pada tubuh pasien.

 

Apakah akupunktur aman?

Akupunktur terbukti lebih aman daripada pengobatan penyakit dengan cara mengonsumsi berbagai jenis obat. Bahkan, WHO telah mengakui bahwa akupunktur adalah terapi yang paling mujarab dan aman. Jika Anda berminat untuk mencoba terapi akupunktur, Anda lebih disarankan untuk melakukannya di rumah sakit daripada di klinik akupunktur biasa. Akupunktur medis di rumah sakit jauh lebih aman karena ditangani oleh dokter yang telah tersertifikasi. Selain itu, jarum yang digunakan pun baru, sehingga prosesnya sudah pasti steril dan sangat aman. Jarum akupunktur sendiri tidak akan terasa sakit saat ditancapkan di berbagai titik tertentu pada tubuh Anda.

Terapi akupunktur juga aman dilakukan oleh segala usia, mulai dari balita hingga lansia. Biasanya anak-anak melakukan terapi akupunktur untuk meningkatkan nafsu makan, memperkuat imunitas, mengurangi alergi, dan masih banyak lagi. Sedangkan para lansia pada umumnya melakukan terapi akupunktur untuk menyembuhkan berbagai nyeri atau mempercepat pemulihan stroke, menstabilkan tingkat gula darah, dan lain-lain.

Bisakah akupunktur membantu program kehamilan?

Dokter akupunktur medis telah banyak bekerjasama dengan bidan untuk membantu program kehamilan. Sebelum melakukan program kehamilan, sang calon ibu diperbolehkan melakukan terapi akupunktur yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan, sirkulasi rongga rahim, serta meningkatkan sirkulasi sel telur agar bisa berkembang dengan baik.

Bisakah akupunktur dilakukan untuk kecantikan atau membantu program diet?

Faktanya, terapi akupunktur juga bisa dilakukan untuk mengencangkan kulit ataupun menstabilkan hormon agar tidak timbul jerawat. Akupunktur juga bisa dilakukan untuk membantu proses diet. Terapi akupunktur membantu memaksimalkan metabolisme dan menekan nafsu makan. Sedangkan untuk orang yang mengalami obesitas, terapi akupunktur bisa membantu local fat burning di area tubuh yang terlalu banyak mengandung lemak.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang akupunktur medis. Ternyata dengan adanya terapi akupunktur medis ini, Anda bisa menjadi lebih sehat tanpa harus mengonsumsi obat. Meskipun begitu, Anda harus tetap pintar memilih tempat terapi akupunktur untuk melakukan terapi akupunktur yang aman dan nyaman serta ditangani oleh praktisi terpercaya menggunakan peralatan-peralatan yang sudah dipastikan kesterilannya. #LiveExcellently

Artikel ditulis oleh dr. Yovita Wijaya, Akp (Dokter Akupuntur RS EMC Sentul).