Pankreas merupakan salah satu organ penting dalam sistem pencernaan. Meski begitu, belum semua orang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan pankreas, apalagi memahami berbagai faktor risiko maupun melakukan deteksi dini kanker pankreas. Padahal kanker pankreas yang terlambat disadari akan sangat berbahaya bagi penderitanya.

Apa itu kanker pankreas?

Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel normal di pankreas berubah menjadi sel-sel abnormal dan tumbuh di luar kendali. Pankreas adalah organ yang berada di rongga perut dan memiliki fungsi untuk membuat hormon dan jus yang membantu mencerna makanan.

Ada dua jenis kanker pankreas yang paling umum terjadi yaitu jenis kelenjar eksokrin yang disebut sebagai adenokarsinoma pankreas dan jenis kelenjar endokrin disebut sebagai karsinoma pankreas neuroendokrin atau tumor sel islet.

Bagaimana gejala dan tanda kanker pankreas?

Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit yang mematikan, karena sulit dideteksi sejak dini dan pertumbuhan sel kankernya sangat cepat. Sebagian penderita kanker pankreas mengalami rasa nyeri dan penurunan berat badan, dengan atau tanpa penyakit kuning atau ikterik (kulit menguning). Selain gejala ini, penderita kanker pankreas sangat mungkin mengalami gejala berikut:

  1. Nyeri adalah keluhan tersering. Keluhan nyeri biasanya dimulai dengan nyeri tumpul di bagian perut atas yang kemudian seperti membungkus hingga ke punggung belakang. Nyeri hilang timbul dan kadang terasa parah setelah makan.
  2. Penurunan berat badan. Hal ini disebabkan nafsu makan yang hilang, rasa kembung atau begah atau perut terasa penuh meskipun hanya makan sedikit, atau karena diare. Feses terlihat berminyak dan mengapung dikarenakan mengandung lemak yang tidak tercerna.
  3. Ikterik atau penyakit kuning. Kulit dan mata berwarna kuning. Feses berwarna keabu-abuan. Penyakit kuning disebabkan oleh kanker yang menyumbat aliran empedu dari kantung empedu ke saluran cerna.

Apa saja faktor risiko kanker pankreas?

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pankreas antara lain:

  1. Faktor usia berperan meningkatkan risiko terutama yang berusia diatas 50 tahun. Sebagian besar kanker pankreas terdiagnosa pada usia diatas 65 tahun.
  2. Peradangan pankreas menahun/ kronis (pankreatitis)
  3. Diabetes
  4. Riwayat keluarga dengan kelainan genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker termasuk mutasi genetik BRCA2, Lynch syndrome dan Familial Atypical Mole-Malignant Melanoma (FAMMM) syndrome
  5. Riwayat keluarga dengan kanker pankreas
  6. Merokok
  7. Obesitas

Apa saja jenis kanker pankreas?

Jenis kanker pankreas yang paling umum antara lain:

  1. Kanker eksokrin pankreas atau adenokarsinoma pankreas, yaitu jenis kanker pankreas yang dimulai pada sel yang melapisi saluran pankreas
  2. Kanker endokrin pankreas, yaitu kanker yang terbentuk di sel-sel penghasil hormon atau sel neuroendokrin pankreas, yang disebut sebagai tumor sel islet, kanker endokrin pankreas dan tumor neuroendokrin pankreas.

Bagaimana diagnosis kanker pankreas?

  1. Pemeriksaan darah.
    Dapat berupa pemeriksaan penanda tumor Ca 19-9
  2. Pemeriksaan radiologi
    Pemeriksaan radiologi yang disarankan dapat berupa ultrasound (USG), CT scan dan MRI untuk mendiagnosis lebih pasti.
  3. Biopsi atau pengambilan contoh jaringan hati untuk diperiksa.
    Pengambilan jaringan ini untuk memastikan diagnosis kanker pankreas. Selama prosedur biopsi hati, dokter akan memasukkan jarum tipis menembus kulit dan masuk ke hati untuk mendapatkan sampel jaringan. Kemudian jaringan hati diberikan ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel kanker.

Setelah kanker pankreas terdiagnosa, dokter akan menentukan stadium kanker. Stadium kanker ditentukan dengan melihat ukuran, lokasi dan penyebaran sel kanker. Selanjutnya akan ditentukan penanganan yang terbaik bagi pasien.

Bagaimana penanganan kanker pankreas?

Penanganan kanker pankreas ada beberapa pilihan antara lain :

  1. Operasi pengangkatan tumor.
  • Operasi tumor yang terletak di bagian kepala pankreas
    Dilakukan tindakan operasi yang bernama Whipple Procedure (pancreaticoduodenectomy). Operasi ini adalah tindakan untuk mengangkat kepala pankreas, bagian pertama dari usus kecil (duodenum), kantong empedu dan bagian dari saluran empedu. Untuk beberapa kasus bagian lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya dapat diangkat juga. Kemudian dokter bedah Anda akan menghubungkan kembali bagian yang tersisa dari pankreas, lambung dan usus untuk memungkinkan Anda mencerna makanan.
  • Operasi tumor yang terletak dibagian tubuh dan ekor pankreas
    Operasi dilakukan untuk mengangkat sisi kiri (tubuh dan ekor) pankreas disebut pankreatektomi distal. Dokter bedah Anda juga dapat mengeluarkan limpa Anda
  • Operasi untuk mengangkat seluruh pankreas.
    Pada beberapa kasus, seluruh pankreas mungkin perlu diangkat disebut sebagai prosedur pankreatektomi total. Anda dapat hidup relatif normal tanpa pankreas tetapi membutuhkan insulin dan enzyme replacement seumur hidup.
  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah istilah medis untuk obat-obatan yang membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

  1. Terapi Radiasi

Radiasi diberikan untuk membunuh sel kanker.

  1. Imunoterapi

Imunoterapi adalah istilah medis untuk obat-obatan yang bekerjasama dengan sistem kekebalan tubuh untuk menghentikan pertumbuhan kanker.

Memahami berbagai informasi seputar kanker pankreas dapat membantu Anda dan orang-orang yang Anda sayangi untuk melakukan deteksi dini terkait faktor risiko, serta mengetahui tindakan yang tepat seandainya mengidap kanker pankreas. Jangan lupa untuk sesegera mungkin mengkonsultasikan permasalahan pankreas Anda pada dokter yang terpercaya agar Anda dan keluarga selalu sehat.

Artikel Ini ditulis oleh dr. Tjhang Supardjo, M. Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS yang merupakan Spesialis Bedah (Penyakit Hati, Empedu, Limpa dan Pankreas) di OMNI Hospital Alam Sutera.

Keahlian Dr. Tjhang Supardjo, M. Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS

  • Menangani penyakit & kanker hati
  • Menangani penyakit & kanker pankreas
  • Menangani penyakit, batu & kanker empedu
  • Menangani penyakit limpa
  • Operasi laparoscopy (teknik minimal invasif)
  • TACE/ TACI/ PTCD/ RFA/ Liver Dialisys
  • Transplantasi hati

Pendidikan Dr. Tjhang Supardjo, M. Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS

  • Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta
  • Spesialis Bedah umum, Zhejiang University, Hangzhou, China
  • Subspesialisasi Hepatobiliary-Pancreatic Surgery & Liver Transplantation, Zheijiang University, Hangzhou, China
  • Adaptasi Bedah Umum, UNPAD-RSHS Bandung
  • Hepatology Institude, Eastern Hepatobiliary Hospital (EHBH) Shanghai, China
  • Hepatobiliary Interventional Center (TACE, TACI, PTCD, RFA), Zhejiang University, Hangzhou, China
  • Artificial Liver Supporting System (Liver Dialisys) Center, Zhejiang University, Hangzhou, China
  • Living Donor Liver Transplantation, ASAN Medical Center, Seoul, Korea
  • Pancreatic Cancer & Surgery, Kyoto University, Jepang

Organisasi :

  • IDI : Ikatan Dokter Indonesia
  • PABI : Persatuan Ahli Bedah Indonesia
  • IKABI : Ikatan Ahli Bedah Indonesia
  • IHPBA : International Hepato-Pancreato-Billiary Association
  • ILTS : International Liver Transplantation Society
  • AASLD : American Association for the Study of Liver Disease
  • ILCA : International Liver Cancer Association

Jadwal Praktek :

Poli Biasa
Senin & Jumat : 09.00 - 12.00 WIB

Poli Khusus (by Appointment)
Selasa, Rabu, Kamis, & Sabtu : 09.00 - 12.00 WIB

Info lebih lanjut hubungi Andy : +62 811-1225-277