Jika seseorang akan menjalani suatu operasi, tentu saja ada hal-hal yang perlu dipersiapkan. Banyak persiapan yang dilakukan menjelang operasi berhubungan dengan pembiusan (anestesi). Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan  terkait pembiusan (anastesi) :

Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan setelah memutuskan akan menjalani operasi?

Setelah berdiskusi dengan dokter bedah dan memutuskan akan menjalankan operasi, pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, rontgen, EKG, dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan. Selanjutnya, pasien akan melakukan konsultasi ke dokter anestesi untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien. Pasien akan dijelaskan mengenai rencana anestesi yang akan dilakukan.

Mengapa pasien perlu puasa sebelum operasi?

Puasa diperlukan untuk mengurangi kemungkinan pasien muntah pada saat dilakukan pembiusan. Muntah tersebut dikhawatirkan bisa masuk ke saluran pernafasan pasien dan menimbulkan kerusakan pada paru-paru.

Berapa lama puasa yang dianjurkan sebelum operasi?

Konsumsi makanan berat seperti daging dan lemak harus dihentikan paling lambat 8 jam sebelum operasi. Makanan ringan seperti roti, mie, dan susu formula dapat diberikan sampai 6 jam sebelum operasi. Untuk bayi dan anak-anak, ASI dapat diberikan sampai 4 jam sebelum operasi. Konsumsi cairan bening seperti air putih atau teh dianjurkan tetap dilanjutkan sampai 2 jam sebelum operasi. Jika ada obat-obatan yang rutin diminum, obat-obatan ini bisa diminum sampai 2 jam sebelum operasi. Konsumsi obat-obatan rutin tersebut perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum tindakan operasi dilakukan.

Apakah boleh jika puasa lebih lama dari yang dianjurkan?

Tidak dianjurkan untuk puasa melebihi durasi yang sudah dianjurkan oleh dokter. Puasa berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan keseimbangan fisiologi tubuh dan menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Efek lainnya adalah kadar gula darah menjadi terlalu rendah dan tekanan darah dan nadi yang kurang stabil pada saat dilakukan pembiusan.

Mengapa perhiasan dan gigi palsu harus dilepaskan sebelum operasi?

Penggunaan perhiasan terutama yang terbuat dari logam bisa meningkatkan resiko terjadinya luka bakar pada pasien, terutama jika operasi yang akan dilakukan adalah operasi besar dengan menggunakan laser / kauter. Pemakaian gigi palsu yang tidak permanen saat operasi dapat membahayakan jalan nafas pasien, karena gigi palsu bisa terlepas dan tertelan pada waktu pasien tertidur saat dibius.

Mengapa kutek kuku dan juga lipstik harus dihapus sebelum operasi?

Salah satu monitor paling penting yang dipantau saat operasi berlangsung adalah kadar oksigen dalam darah, yang diukur menggunakan alat yang dipasang pada jari pasien. Jika kuku pasien menggunakan kutek, dikuatirkan akan mengganggu hasil bacaan monitor tersebut, dan bisa menyebabkan dokter anestesi tidak bisa mengenali apabila pasien kekurangan oksigen. Begitu juga penggunaan lipstik akan mengganggu dokter anestesi untuk mengetahui penurunan kadar oksigen dalam darah yang dapat dilihat melalui perubahan warna bibir pasien.

Kapan boleh mulai minum dan makan setelah operasi? Apakah perlu menunggu kentut dulu?

Setelah operasi pasien boleh segera mulai minum bertahap, terutama jika pasien sadar baik, tidak ada rasa mual maupun muntah. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian minuman / makanan segera dalam 1 jam setelah operasi akan menurunkan lama rawat inap pasien setelah operasi. Dan kepercayaan lama yang  mengharuskan pasien kentut dahulu sebelum mulai minum sudah tidak kita gunakan lagi.

Kapan boleh mulai bergerak dan berjalan lagi setelah operasi?

Setelah selesai operasi, sangat dianjurkan bahwa pasien segera mulai bergerak, mulai dari duduk, miring ke kanan dan kiri, duduk di tepi tempat tidur, bahkan sampai berdiri dan berjalan. Khusus untuk operasi dengan pembiusan spinal (separuh badan), pasien boleh mulai bergerak 6 jam setelah operasi. Beberapa penelitian menunjukkan makin awal pasien mulai bergerak setelah operasi, maka peredaran darah akan lebih lancar, fungsi saluran pencernaan akan lebih baik, mual dan muntah berkurang, penyembuhan luka lebih cepat, penyembuhan nyeri lebih cepat, dan juga kejadian sulit buang air kecil lebih sedikit dibandingkan jika pasien diharuskan berbaring total selama 24 jam.

Setelah bius separuh badan, jika pasien segera bangun, apakah tidak menyebabkan sakit kepala?

Rasa sakit kepala setelah pembiusan spinal dahulu banyak terjadi karena jarum yang digunakan untuk suntikan di tulang belakang berukuran besar. Sekarang jarum yang digunakan berukuran sangat halus, sehingga kemungkinan terjadi sakit kepala setelah bius spinal sangat kecil. Ada penelitian yang menemukan bahwa kejadian sakit kepala setelah bius spinal lebih banyak terjadi pada pasien yang berbaring total selama 24 jam dibandingkan pada pasien yang segera bangun dalam 4-6 jam setelah bius spinal.

Setelah biusnya habis, apakah pasien akan merasakan sakit pada luka operasinya?

Selama operasi, sebelum obat biusnya habis pun pasien sudah mulai diberikan obat penahan nyeri, baik melalui suntikan, melalui obat yang ditempelkan di kulit, maupun melalui tablet yang dimasukkan di anus, sehingga obat tersebut sudah mulai bekerja saat efek obat biusnya habis.

Artikel ditulis oleh dr. Adi Pratama, SpAn (Dokter Spesialis Anestesi RS EMC Tangerang).

Referensi:

  1. Toms AS, Rai E. Operative fasting guidelines and postoperative feeding in paediatric anaesthesia‑current concepts. Indian J Anaesth 2019;63:707-12.
  2. Abola, R. and Gan, T., 2017. Preoperative Fasting Guidelines. Anesthesia & Analgesia, 124(4), pp.1041-1043.
  3. KC HB, Pahari T. Effect of Posture on Post Lumbar Puncture Headache after Spinal Anesthesia: A Prospective Randomized Study. Kathmandu Univ Med J. 2017;60(4):324-8.
  4. MARTINS, R., TOSON, B., SOUZA, R. and KOWACS, P., 2020. Post-dural puncture headache incidence after cerebrospinal fluid aspiration. A prospective observational study. Arquivos de Neuro-Psiquiatria, 78(4), pp.187-192.
  5. Talakoub R, Golparvar M, Arshi R. The effect of early ambulation on the incidence of neurological complication after spinal anesthesia with lidocaine. J Res Med Sci 2015;20:383-6.
  6. Dorrance, M. and Copp, M., 2019. Perioperative fasting: A review. Journal of Perioperative Practice, 30(7-8), pp.204-209.
  7. Anesthesiology, 2017. Practice Guidelines for Preoperative Fasting and the Use of Pharmacologic Agents to Reduce the Risk of Pulmonary Aspiration. 126(3), pp.376-393.
  8. Park, S., Kim, K., Park, M., Lee, U., Sim, H., Shin, I., & Song, Y. (2018). Effect of 24-HOUR bed Rest versus Early ambulation on headache after Spinal ANESTHESIA: Systematic review and meta-analysis. Pain Management Nursing, 19(3), 267-276. doi:10.1016/j.pmn.2017.10.012.