Masker saat ini sudah menjadi salah satu alat yang wajib kita pakai terutama saat beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker tersebut tentunya dapat mencegah penularan virus penyebab COVID-19. Dan merupakan salah satu protokol kesehatan yang sudah diterapkan di Indonesia. Kita dapat menggunakan masker kain maupun bedah apabila berada di ruang publik. Namun seberapa efektifnya penggunaan masker ini? Yuk simak fakta lengkap berikut ini:

  1. Pencegahan paling efektif

Memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularan virus penyebab COVID-19. Efektivitas memakai masker dengan baik dan benar dapat menekan peluang penularan 50-80%.  Setiap individu diwajibkan untuk memakai masker selama masa pandemi. Penggunaan masker dengan tepat perlu memperhatikan beberapa hal. Yaitu, sebelum memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol.

Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung, dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker. Lalu, hindari menyentuh masker saat digunakan, bila tersentuh, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau menggunakan cairan pembersih tangan.

  1. Gunakan jenis masker yang tepat

Saat ini banyak beredar berbagai jenis masker, namun tidak semua layak untuk digunakan sebagai alat pencegahan dari penularan virus COVID-19. Penggunaan jenis masker dengan bahan yang tepat akan lebih efektif dalam mencegah hal tersebut. Jika Anda sakit, maka wajib menggunakan masker medis yang tersedia di pasaran. Hal tersebut wajib digunakan baik di dalam maupun di luar rumah. Namun, jika Anda dalam keadaan yang sehat, masker kain dengan 3 lapisan bahan sudah cukup dalam memproteksi diri.

Masker kain dapat dipakai maksimal hanya empat jam dan harus diganti dengan masker baru dan bersih, apabila masker yang dipakai basah atau lembap. Hindari memakai masker bahan scuba, yang hanya terdiri dari satu lapisan bahan. Masker bahan scuba tersebut akan membesar pori-porinya jika digunakan, sehingga tidak mampu menahan droplet yang keluar dari mulut kita atau masuk ke mulut kita.

  1. Tertib dalam menggunakan masker

Saat menggunakan masker, Anda harus konsisten untuk selalu mengenakannya. Jangan terlalu sering buka tutup masker. Apalagi membuka masker dan memindahkan ke dahi atau dagu (sekitar tenggorokan). Saat masker dibuka, otomatis tidak ada perlindungan terhadap bagian mulut dan saluran pernafasan. Lalu masker juga bisa kotor karena tertempel keringan dari dahi dan dagu.

Dalam penggunaan masker pun, harus tepat dan benar, terutama jika Anda menggunakan masker medis. Masker medis memiliki ciri berbentuk segi empat dengan tali di kedua sisi. Masker ini biasanya terdiri dari dua warna, bagian dalam masker yang menempel ke hidung dan mulut berwarna putih. Sedangkan bagian luar biasanya berwarna hijau atau biru dan bertekstur lebih kasar. Fungsi lapisan masker bagian luar memilik kemampuan untuk mencegah cipratan benda cair masuk ke mulut dan hidung.

Serta untuk pemakaian masker medis, jangan sampai salah posisi. Untuk bagian atas selalu ada kawat, sedangkan bagian bawah tidak ada. Saat memakai masker, Anda harus menarik bagian kawat hingga ke atas hidung. Pastikan tidak ada celah yang longgar di bagian atas, untuk meminimalkan partikel kecil masuk ke hidung dan mulut. Untuk bagian bawah, tarik hingga ke bawah dagu, sehingga dari atas lubang hidung hingga dagu tertutup oleh masker.

Itulah beberapa fakta mengenai efektivitas dalam menggunakan masker di era pandemi ini. Jaga selalu kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga, rajin berjemur di bawah sinar matahari pada rentan waktu pukul 8 sampai 10 pagi dan periksa ke dokter jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa Anda rasakan terutama pada bagian pernafasan. #LiveExcellently

Artikel ditulis oleh dr. Herman, Sp.P (Dokter Spesialis Asma & Paru di Rumah Sakit EMC Sentul).