Gaya hidup yang tidak sehat seringkali menjadi penyebab utama seseorang mengidap sebuah penyakit. Konsumsi makanan yang tidak sehat, sering begadang dan jarang berolahraga adalah sedikit faktor yang dapat mengganggu kesehatan kita. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat adalah penyakit jantung.

Penyakit jantung juga dikenal sebagai silent killer karena penyakit ini bisa menyerang tanpa tanda atau gejala, hingga akhirnya seseorang mengalami serangan jantung koroner atau gagal jantung. Bahkan, penyakit jantung kini tidak lagi hanya diderita oleh orang lanjut usia saja, mereka yang termasuk usia produktif pun banyak yang sudah memiliki penyakit jantung

Gejala penyakit jantung

Selain dikenal sebagai silent killer, penyakit jantung koroner juga dikenal lebih mematikan dari kanker. Lebih lanjut menurut dr. Aron Husink, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi Rumah Sakit EMC Tangerang, mengatakan bahwa penyakit ini dulunya hanya dialami oleh pria berusia di atas 45 tahun dan wanita berumur lebih dari 55 tahun. Namun, pola tersebut sudah tidak berlaku saat ini karena serangan jantung bisa menyerang orang-orang berusia jauh lebih muda hingga usia 30 tahun-an.

Banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung, seperti merokok, hipertensi, kolesterol, diabetes melitus, hingga keturunan dari orangtua atau saudara sekandung (sakit jantung dini, di usia kurang dari 55 tahun pada pria dan usia di bawah 65 tahun pada wanita). Anda patut waspada jika memiliki salah satu dari lima faktor di atas.

Terkait penyakit jantung koroner, ada beberapa karakteristik yang patut Anda ketahui dan waspadai terkait jantung koroner untuk nyeri dada yang khas dan nyeri dada yang tidak khas:

  1. Nyeri dada yang khas, berupa: Rasa tertekan, berat, tercekik, tidak nyaman, terbakar, panas, napas berat yang terasa di dada tengah atau kiri, dapat menjalar ke ulu hati, leher, dagu, punggung, lengan dan bahu kiri.
  2. Nyeri dada yang tidak khas, berupa: Gejala menyerupai sakit maag atau gangguan pencernaan lain, seperti kembung dan nyeri ulu hati.

Pencegahan dan pengobatan penyakit jantung

 

Seperti yang Anda ketahui, gaya hidup yang tidak sehat sering menjadi penyebab utama seseorang terkena penyakit jantung. Sehingga cara yang paling efektif untuk mengurangi risiko serangan jantung adalah dengan menjaga gaya hidup sehat. Mulai dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, garam, dan gula. Mengonsumsi buah dan sayur 2-3 porsi per hari, produk whole grain, serta minum susu rendah lemak bisa Anda lakukan. Anda juga bisa mengonsumsi ikan 1-2 porsi per minggu untuk memenuhi kebutuhan Omega 6. Jaga berat badan agar tetap ideal dengan menyeimbangkan aktivitas harian dan asupan kalori. Berhenti merokok mulai sekarang dan hindari stres! Anda juga disarankan tidur yang berkualitas selama 7-8 jam per hari, olahraga teratur, seperti jalan pagi, jogging, berenang (3x60 menit atau 5x30 menit per minggu). Lakukan relaksasi, seperti meditasi atau yoga. Kendalikan tekanan darah dan evaluasi tekanan darah secara berkala.

Penyakit jantung ternyata bisa juga dicegah dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin. Ada beberapa screening yang dapat dilakukan, untuk mengetahui kesehatan jantung, seperti dijelaskan dr. Aron berikut ini:

  1. Treadmill test (exercise test) yang mendeteksi probabilitas seseorang memiliki gangguan aliran pembuluh darah koroner bila dipicu oleh aktivitas
  2. Ekokardiografi yang mengevaluasi fungsi struktur otot, katup, sekat, dan fungsi jantung secara menyeluruh dan mendeteksi otot jantung yang terganggu gerakanya akibat penyakit jantung koroner
  3. MSCT Scan Koroner yang dapat mendeteksi klasifikasi dan penyempitan pada pembuluh darah koroner
  4. Katerisasi Pembuluh Koroner, merupakan prosedur memasukkan kateter ke pembuluh darah jantung untuk melakukan pengambilan gambar pembuluh koroner seseorang atau disebut juga angiografi koroner (coronary angiography), dan juga untuk tindakan melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit dengan balon, hingga pemasangan cincin atau disebut juga stent. Tindakan melebarkan pembuluh darah koroner dan pemasangan cincin ini disebut juga dengan nama Percutaneous Coronary intervention (PCI), atau Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PCI).

Untuk layanan katerisasi jantung bisa Anda lakukan di RS EMC Tangerang. Dengan teknologi dan peralatan yang modern, dan dokter yang ahli dalam penyakit jantung, pasien akan merasa aman dan nyaman selama melakukan perawatan di RS EMC Tangerang.

Untuk konsultasi lanjut mengenai masalah jantung, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dr. Aron Husink, Sp.JP (K) FIHA yang praktik pada Senin dan Rabu, pukul 16.00-18.00 WIB (021-55752575). #LiveExcellently