Setiap 40 detik, seseorang di dunia mengalami stroke. Angka ini mengerikan, namun ada satu hal yang lebih mengkhawatirkan: minimnya pengetahuan masyarakat tentang tindakan pertolongan pertama yang tepat dan cepat.
Banyak orang yang meremehkan, atau bahkan kebingungan, saat melihat gejala yang sering disebut "stroke ringan" (Transient Ischemic Attack/TIA) dan membandingkannya dengan gejala "stroke berat." Pertanyaannya, mana di antara keduanya yang lebih berbahaya? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda.
Mengapa Waktu Adalah Otak: Memahami Konsep Golden Hour Stroke
Saat seseorang mengalami stroke, setiap menitnya sangat berharga. Para ahli medis menyebut periode emas ini sebagai "Golden Hour" atau Jendela Terapeutik, di mana intervensi medis yang cepat dan tepat (seperti terapi trombolitik) dapat meminimalkan kerusakan otak dan menyelamatkan nyawa, bahkan membalikkan gejala.
Konsep ini berlaku untuk semua jenis stroke. Keterlambatan hitungan jam, bahkan menit, dapat menyebabkan jutaan sel otak mati secara permanen.
Stroke Ringan (TIA): Jeda Peringatan atau Bom Waktu?
Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang sering disebut Stroke Ringan adalah kondisi di mana aliran darah ke otak terhenti hanya untuk sementara waktu, biasanya kurang dari 24 jam. Gejalanya pun hilang total dalam waktu singkat (bisa dalam hitungan menit).
Gejala Khas TIA & Stroke Istemik
- Mati rasa atau lemas pada satu sisi tubuh yang datang dan pergi.
- Pandangan ganda atau penglihatan kabur tiba-tiba.
- Kesulitan bicara (pelo) atau memahami ucapan sebentar.
JAWABAN KRUSIAL: Stroke Ringan JAUH LEBIH BERBAHAYA!
Meskipun gejalanya menghilang, TIA bukanlah kondisi yang sepele!
Faktanya: TIA adalah sinyal peringatan yang sangat kuat. Sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami TIA akan mengalami Stroke Berat dalam waktu 1 tahun. Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk bertindak dan mencegah kerusakan otak permanen.
Stroke Berat: Ketika Kerusakan Otak Telah Terjadi
Stroke berat adalah kondisi di mana suplai darah ke bagian otak terputus total (Stroke Iskemik) atau pembuluh darah pecah (Stroke Hemoragik), menyebabkan kematian sel-sel otak secara permanen. Gejalanya menetap dan memerlukan penanganan medis intensif segera.
Tindakan 60 Detik: Ingat S.E.G.E.R.A ke R.S!
Jika Anda melihat seseorang, atau bahkan Anda sendiri, mengalami gejala stroke, JANGAN MENUNGGU GEJALA HILANG! Lakukan tes cepat SEGERA KE RS dalam 60 detik, dan segera bertindak.
- Senyum tidak simetris
- Gerakan tubuh melemah secara tiba-tiba
- Rangkaian bicara pelo atau tidak jelas
- Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh
- Rabun mendadak atau pandangan kabur
- Sakit kepala hebat yang tiba-tiba
Baik Stroke Ringan (TIA) maupun Stroke Berat, keduanya adalah kondisi darurat medis yang memerlukan intervensi secepat mungkin. Jangan pernah meremehkan TIA. Anggaplah itu sebagai kesempatan kedua untuk mencegah bencana kesehatan yang lebih besar.
Jika Anda pernah mengalami TIA atau memiliki faktor risiko (Hipertensi, Diabetes, Kolesterol Tinggi), segera lakukan konsultasi dan screening kesehatan di RS EMC Grha Kedoya. Jangan biarkan "Golden Hour" terbuang sia-sia. Hubungi layanan UGD kami atau buat janji temu dengan dokter spesialis kami hari ini untuk menjaga kesehatan pembuluh darah otak Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Sigit Dewanto,Sp.N, FINS, FINA (Dokter Spesialis Neurologi / Saraf RS EMC Grha Kedoya).