Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada Maret 2017, jumlah penderita HIV di Indonesia mencapai 242.699 jiwa, dimana 87.453 jiwa diantaranya adalah penderita AIDS. Mayoritas dari penderita HIV/AIDS adalah mereka yang berapa pada usia produktif (20-29 tahun).

Masyarakat pasti sudah tidak asing bila mendengar kata HIV. Namun apakah mereka mengerti apa itu virus HIV, bagaimana cara penularannya, maupun cara untuk menanganinya. HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4 (sel T). Sel tersebut merupakan bagian dari system imun yang bertugas melawan infeksi.

HIV berbeda dengan AIDS. AIDS (Acquired Immune Deificiency Syndrome) adalah tahap akhir dari infeksi HIV jangka panjang. Penderita HIV dinyatakan terkena AIDS ketika jumlah sel CD4 dalam tubuh menurun hingga kurang dari 200 sel per 1 mil atau cc darah. Orang yang terkena AIDS memiliki system imun yang sangat lemah sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

Virus HIV dapat menular dalam kondisi tertentu, seperti melalui darah, jarum suntik, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Namun hal tersebut bukan berarti penderita HIV harus dijauhi atau dikucilkan. Penularan HIV tidak dapat terjadi melalui kontak kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan dan juga tidak terjadi melalui ludah.

Sampai sekarang ini memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan virus HIV secara total. Namun bukan berarti penderita HIV tidak dapat berumur panjang. Antiretroviral Therapy (ART) dapat membantu penderita HIV hidup sehat dan lebih lama. Obat tersebut dapat mengurangi jumlah virus dalam darah sampai tidak terdeteksi, mengurangi risiko penularan HIV, dan menghambat perburukan infeksi oportunistik. Meskipun belum mampu menyembuhkan HIV secara total, ARV dapat menurunkan angka kematian, mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

*dirangkum dari berbagai sumber*