Radang amandel atau tonsilitis sering kali menjadi langganan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Rasa nyeri saat menelan, tenggorokan mengganjal, hingga demam sering kali membuat aktivitas terganggu. Jika sudah sering kambuh, operasi pengangkatan amandel biasanya menjadi jalan keluar terakhir. Dulu, operasi amandel identik dengan rasa nyeri hebat setelah operasi dan masa pemulihan yang lama. Namun, sekarang sudah ada teknologi medis terbaru yang jauh lebih nyaman, yaitu Plasma Coblation.
Apa Itu Plasma Coblation?
Berbeda dengan operasi konvensional yang menggunakan pisau bedah atau alat panas tinggi yang bisa "membakar" jaringan, Plasma Coblation menggunakan energi gelombang radio. Energi ini diubah menjadi medan plasma yang dapat memecah jaringan amandel dengan sangat halus dan presisi.
Karena bekerja pada suhu yang relatif rendah, jaringan di sekitar amandel tidak mengalami luka bakar. Hasilnya? Kerusakan jaringan sangat minim dan proses penyembuhan jadi jauh lebih singkat.
Keunggulan Utama Dibanding Operasi Biasa
Mengapa banyak pasien kini beralih ke metode ini? Berikut alasannya:
- Nyeri Jauh Lebih Ringan: Karena tidak ada jaringan yang "terbakar" oleh panas tinggi, rasa sakit setelah operasi tidak separah metode lama.
- Minim Perdarahan: Alat ini secara otomatis menutup pembuluh darah saat bekerja, sehingga prosedur jauh lebih aman.
- Proses Cepat: Operasi ini hanya memakan waktu singkat, bahkan dalam beberapa kasus hanya butuh sekitar 10 hingga 15 menit.
- Makan dan Bicara Lebih Awal: Pasien biasanya bisa lebih cepat kembali makan, minum, dan berbicara normal dibandingkan operasi biasa.
- Sangat Presisi: Hanya mengangkat bagian yang bermasalah tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Kapan Tindakan Ini Diperlukan?
Selain untuk mengatasi radang amandel yang sering kumat, teknologi ini sangat efektif untuk menangani:
- Pembesaran Amandel & Adenoid: Benjolan yang terlalu besar bisa menyempitkan saluran napas.
- Mendengkur & Henti Napas saat Tidur: Kondisi ini sering disebut obstructive sleep apnea, di mana pasien sulit bernapas lega saat tidur karena terhalang amandel yang bengkak.
Bagaimana Prosedur Operasinya?
Prosedurnya sangat simpel dan efisien:
- Bius Total: Pasien akan tertidur lelap sehingga tidak merasakan sakit sama sekali selama tindakan.
- Tanpa Sayatan Besar: Dokter menggunakan alat khusus berbentuk tongkat kecil untuk mengecilkan atau mengangkat jaringan amandel secara akurat.
- Rawat Inap Singkat: Karena pemulihannya cepat, pasien tidak perlu menginap lama di rumah sakit.
Teknologi Plasma Coblation ini menjadi angin segar bagi orang tua yang khawatir anak-anaknya merasa trauma setelah operasi amandel. Dengan penanganan dari dokter spesialis THT yang ahli, prosedur ini terbukti aman, efektif, dan minim risiko komplikasi baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Rumah sakit kami RS EMC Tangerang telah mengantongi akreditasi internasional (JCI), yang menjamin bahwa prosedur penanganan Telinga Hidung dan Tenggorokan Anda dilakukan dengan standar keamanan dan kualitas terbaik di dunia.
RS EMC Tangerang menghadirkan layanan unggulan bagi kesehatan seputar Telinga Hidung dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher. Dokter spesialis penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher kami siap membantu dengan teknologi medis terbaru dan prosedur yang aman serta minim risiko. Kami hadir bukan hanya sebagai tim medis, tapi sebagai sahabat yang mendampingi perjalanan sembuh Anda, mulai dari pemeriksaan awal hingga pemulihan total.
Artikel ditulis oleh dr. Ferdinand Simanjuntak, Sp.THT-BKL – Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) - Bedah Kepala Leher (BKL) Rumah Sakit RS EMC Tangerang.