Pernah merasa gerakan tubuh tidak lagi secepat dulu? Bangun dari kursi terasa lebih lama, langkah kaki menjadi pendek, atau tangan butuh waktu lebih lama untuk melakukan aktivitas sederhana seperti mengancingkan baju. Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal wajar akibat kelelahan atau bertambahnya usia. Padahal, perubahan gerakan yang terjadi perlahan bisa menjadi pesan penting dari tubuh.
Salah satu kondisi medis yang sering ditandai dengan gerakan melambat adalah penyakit Parkinson. Gejala ini dikenal secara medis sebagai bradikinesia dan merupakan gejala utama penyakit Parkinson.
Apa Itu Gerakan Melambat (Bradikinesia)?
Bradikinesia adalah kondisi ketika tubuh mengalami perlambatan dalam memulai dan melakukan gerakan. Ini bukan sekadar rasa malas atau kurang tenaga, melainkan gangguan pada sistem saraf yang mengatur pergerakan.
Kondisi ini menyebabkan:
- Gerakan tangan dan kaki terasa kaku dan lambat
- Sulit memulai gerakan, seperti berdiri atau berjalan
- Aktivitas sederhana membutuhkan waktu lebih lama
- Ekspresi wajah tampak datar atau kurang ekspresif
Bradikinesia terjadi karena berkurangnya dopamin di otak, zat kimia yang berperan penting dalam mengatur koordinasi dan kelancaran gerakan tubuh.
Kapan Perlu Waspada dan Berkonsultasi?
Gerakan tubuh yang melambat perlu mendapat perhatian khusus apabila:
- Terjadi secara terus-menerus
- Mengganggu aktivitas harian
- Disertai tremor, kekakuan, atau gangguan keseimbangan
- Semakin memburuk dari waktu ke waktu
Pemeriksaan dini oleh dokter spesialis saraf sangat penting untuk memastikan penyebabnya. Diagnosis yang tepat memungkinkan penanganan lebih awal dan membantu menjaga kualitas hidup penderita.
Mengapa Gerakan Melambat Bisa Menjadi Tanda Parkinson?
Penyakit Parkinson adalah gangguan saraf progresif yang memengaruhi kontrol gerakan. Selain tremor, bradikinesia merupakan gejala kunci penyakit Parkinson.
Berbeda dengan kelelahan biasa, gerakan melambat akibat Parkinson:
- Terjadi secara bertahap dan menetap
- Tidak membaik dengan istirahat
- Sering disertai kekakuan otot dan perubahan postur tubuh
- Dapat memengaruhi satu sisi tubuh lebih dulu
Karena prosesnya berjalan perlahan, banyak penderita tidak langsung menyadari perubahan ini hingga aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Gerakan melambat bukan selalu bagian normal dari penuaan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit Parkinson yang sering terlewatkan. Dengan memahami karakteristik gerakan lambat dan tidak mengabaikan perubahan tersebut maka deteksi dapat dilakukan lebih cepat.
Jika Anda atau keluarga mulai merasakan gerakan tubuh yang semakin melambat, jangan menunda pemeriksaan. Segera konsultasikan ke dokter spesiali neurologi untuk evaluasi menyeluruh dan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh dr. Gloria Tanjung, Sp.N (Dokter Spesialis Neurologi / Saraf RS EMC Alam Sutera & Sentul).