Vaksin Tdap: Perlindungan Awal untuk Ibu Hamil dan Bayi Sejak dalam Kandungan

Vaksin Tdap adalah vaksin kombinasi untuk mencegah tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). Dalam konteks kehamilan, vaksin ini diberikan bukan hanya untuk melindungi ibu, tetapi juga untuk memberikan perlindungan awal pada bayi yang belum bisa mendapatkan imunisasi sendiri. Antibodi dari ibu akan diteruskan ke bayi melalui plasenta, sehingga bayi memiliki daya tahan tubuh saat lahir.

Selama kehamilan, menjaga kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Salah satu langkah pencegahan yang direkomendasikan dalam kebidanan adalah vaksin Tdap. Vaksin ini berperan penting dalam melindungi bayi sejak lahir dari penyakit serius yang bisa mengancam nyawa.

Apakah Vaksin Tdap Aman untuk Kehamilan?

Vaksin Tdap aman diberikan selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. vaksin Tdap justru membantu melindungi bayi sejak lahir, terutama dari batuk rejan yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius pada bayi baru lahir. Vaksin ini bekerja dengan cara membantu tubuh ibu membentuk antibodi, yang kemudian diteruskan kepada bayi melalui plasenta.

Mengapa Vaksin Tdap Penting?

Bayi yang terinfeksi pertusis/batuk rejan dapat mengalami gangguan pernapasan serius dan berisiko tinggi mengalami komplikasi. Dengan vaksin Tdap selama kehamilan, risiko ini dapat ditekan secara signifikan.

Vaksin ini menjadi salah satu upaya perlindungan dini yang efektif sebelum bayi mendapatkan jadwal imunisasi lengkap.

Apa yang Bisa Terjadi Jika Vaksin Tdap Tidak Diberikan Saat Hamil?

Vaksin Tdap diberikan pada ibu hamil untuk melindungi ibu dan terutama bayi dari penyakit batuk rejan (batuk lama yang berat), tetanus, dan difteri. Jika vaksin ini tidak diberikan selama kehamilan, ada beberapa dampak yang perlu dipahami.

1. Bayi Tidak Memiliki Perlindungan Sejak Lahir

Bayi yang baru lahir belum bisa langsung mendapatkan vaksin lengkap. Tanpa vaksin Tdap pada ibu saat hamil, antibodi pelindung tidak tersalurkan ke janin. Akibatnya, bayi lahir tanpa perlindungan awal terhadap batuk rejan, yang bisa sangat berbahaya pada usia dini.

2. Risiko Batuk Rejan Lebih Tinggi pada Bayi

Batuk rejan pada bayi sering kali tidak diawali dengan batuk biasa. Bayi bisa mengalami:

  • Batuk berkepanjangan
  • Sulit bernapas
  • Henti napas sesaat
  • Sulit menyusu

Kondisi ini berisiko tinggi karena sistem pernapasan bayi masih sangat rentan.

3. Bayi Lebih Mudah Mengalami Perawatan Intensif

Tanpa perlindungan dari vaksin Tdap ibu, infeksi batuk rejan pada bayi dapat berkembang cepat dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini tentu menjadi beban fisik dan emosional bagi keluarga.

4. Ibu Hamil Tetap Berisiko Terinfeksi

Vaksin Tdap juga berfungsi melindungi ibu. Jika ibu tidak divaksin, risiko tertular penyakit seperti batuk rejan tetap ada. Saat ibu sakit, penularan ke bayi setelah lahir menjadi lebih mudah terjadi.

5. Perlindungan Bayi Menjadi Tertunda

Vaksin batuk rejan pada bayi baru mulai diberikan setelah usia tertentu. Tanpa vaksin Tdap saat hamil, ada jeda waktu di mana bayi belum terlindungi secara optimal, terutama di bulan-bulan awal kehidupan.

Mengapa Vaksin Tdap Diberikan Saat Hamil?

Vaksin Tdap membantu tubuh ibu membentuk antibodi yang kemudian diteruskan ke janin melalui plasenta. Perlindungan ini sangat penting pada periode awal kehidupan bayi, saat sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.

Vaksin Tdap merupakan bagian penting dari perawatan kehamilan, Vaksin ini membantu melindungi ibu sekaligus memberikan perlindungan awal bagi bayi sejak lahir. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan mengenai jadwal vaksin Tdap selama kehamilan. Langkah sederhana ini dapat memberikan perlindungan besar bagi kesehatan ibu dan buah hati.

Artikel ditulis oleh dr. Lisa Puspadewi Susanto, Sp.OG, FICS (Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan RS EMC Alam Sutera).