Sinusitis pada anak seringkali dianggap sebagai pilek biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, tidak semua gejala hidung tersumbat atau pilek pada anak bisa diabaikan begitu saja.
Ketika keluhan berlangsung lebih lama atau justru semakin mengganggu, kondisi ini bisa berdampak pada kualitas tidur, nafsu makan, hingga kemampuan anak untuk berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala-gejala sinusitis pada anak sejak dini agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya.
Apa Itu Sinusitis pada Anak?
Sinusitis pada anak adalah kondisi peradangan pada rongga sinus, yaitu ruang berisi udara yang terletak di sekitar hidung dan wajah. Fungsi sinus sendiri adalah membantu menghasilkan lendir untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan serta menyaring kotoran atau kuman yang masuk.
Kondisi ini umumnya diawali dari infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau pilek yang tidak kunjung membaik. Ketika lendir menumpuk dan tidak dapat keluar dengan baik, bakteri atau virus dapat berkembang dan menyebabkan infeksi.
Sinusitis lebih sering terjadi pada anak usia 5–10 tahun, seiring dengan perkembangan struktur sinus yang mulai terbentuk lebih sempurna pada usia tersebut.
Gejala Sinusitis pada Anak yang Sering Terabaikan
Gejala sinusitis pada anak sering kali mirip dengan pilek biasa, sehingga kerap tidak disadari. Beberapa gejala sinusitis pada anak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Hidung tersumbat atau berair lebih dari 10 hari.
- Lendir kental berwarna kuning atau hijau.
- Batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh.
- Bau napas tidak sedap.
- Demam ringan hingga sedang.
- Anak tampak rewel, lelah, atau kurang aktif.
Jika gejala-gejala ini muncul dalam waktu yang cukup lama, orang tua perlu lebih waspada karena bisa menjadi gejala sinusitis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dampak Sinusitis terhadap Aktivitas, Tumbuh Kembang, hingga Kualitas Tidur pada Anak
Dampak Sinusitis terhadap Aktivitas Anak
Sinusitis pada anak tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas harian. Anak dapat menjadi cepat lelah saat bermain maupun bersekolah.
Rasa tidak nyaman di area kepala atau wajah juga membuat anak sulit fokus saat belajar. Dalam beberapa kasus, anak mungkin mengeluhkan sakit kepala ringan atau tekanan di sekitar wajah, yang akhirnya berdampak pada penurunan performa akademik.
Dampak Sinusitis terhadap Tumbuh Kembang Anak
Hidung tersumbat akibat sinusitis dapat mengganggu kemampuan anak dalam mencium aroma makanan. Hal ini berpengaruh pada nafsu makan yang menurun.
Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama, asupan nutrisi anak bisa terganggu. Pada akhirnya, hal ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Dampak Sinusitis terhadap Kualitas Tidur Anak
Salah satu dampak yang paling sering terjadi dari sinusitis pada anak adalah gangguan tidur.
Hidung tersumbat membuat anak kesulitan bernapas saat tidur, sementara batuk yang muncul di malam hari dapat menyebabkan anak sering terbangun. Akibatnya, kualitas tidur menjadi tidak optimal.
Kurang tidur dapat berdampak pada mood anak, sehingga anak menjadi lebih rewel atau emosional, serta menurunkan energi di siang hari. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat mengganggu pola tidur yang sehat.
Cara Menangani Sinusitis pada Anak dan Perawatannya di Rumah
Penanganan sinusitis pada anak dapat dimulai dengan perawatan sederhana di rumah, terutama jika gejala masih tergolong ringan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup dan asupan cairan yang memadai.
- Menggunakan larutan saline (cairan garam) untuk membantu membersihkan rongga hidung.
- Menghirup uap hangat untuk meredakan hidung tersumbat.
- Menjaga kelembapan udara di dalam ruangan, misalnya dengan humidifier.
- Memberikan obat anti radang atau antihistamin (jika dipicu alergi) sesuai anjuran dokter.
Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi gejala sinusitis sekaligus mempercepat proses pemulihan pada anak.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter jika gejala sinusitis pada anak tidak kunjung membaik setelah 10 hari, atau justru semakin memburuk setelah sempat mereda. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi (di atas 38,5°C), nyeri hebat di area wajah atau sekitar mata, pembengkakan di sekitar mata, serta lendir hidung yang sangat kental dan berwarna pekat. Jika anak terlihat sangat lemas, sulit makan dan minum, atau mengalami batuk berat terutama di malam hari hingga mengganggu tidur, kondisi ini juga memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Selain itu, konsultasi ke dokter penting dilakukan apabila gejala sering kambuh atau berlangsung berulang dalam waktu berdekatan karena bisa memicu indikasi lain seperti alergi. Pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan diagnosis sekaligus menentukan penanganan yang tepat, termasuk pemberian obat yang sesuai atau pemeriksaan lanjutan jika diperlukan. Penanganan yang cepat dan akurat tidak hanya mencegah komplikasi, tetapi juga membantu mengembalikan kualitas tidur, nafsu makan, dan aktivitas harian anak secara optimal.
Artikel ini ditulis oleh dr. Bintari Nareswari, Sp. THT-BKL (Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan – Bedah Kepala Leher RS EMC Grha Kedoya).