Asam Urat dan Kolesterol Tinggi Tidak Hanya Dialami Pria, Wanita Juga Perlu Waspada

Asam urat dan kolesterol tinggi sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang lebih banyak dialami oleh pria. Padahal, wanita juga memiliki risiko mengalami kedua kondisi tersebut, terutama ketika memasuki usia tertentu atau memiliki faktor risiko tertentu.

Perubahan hormon, pola makan, hingga gaya hidup dapat memengaruhi kadar asam urat dan kolesterol dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari nyeri sendi hingga penyakit jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, penting bagi wanita untuk memahami bagaimana kondisi ini dapat terjadi serta mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul.

Mengapa Wanita Bisa Mengalami Asam Urat dan Kolesterol Tinggi?

Pada wanita usia subur, hormon estrogen membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui ginjal sehingga kadarnya dalam darah cenderung lebih terkontrol. Hal ini membuat risiko gout pada wanita muda relatif lebih rendah dibandingkan pria.

Namun setelah menopause, kadar estrogen menurun. Perubahan ini dapat memengaruhi metabolisme lemak serta kemampuan tubuh mengeluarkan asam urat, sehingga risiko peningkatan kadar asam urat dan kolesterol menjadi lebih besar.

Selain faktor hormon, beberapa hal lain juga dapat meningkatkan risikonya, yaitu:

1. Pola makan dan gaya hidup

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan purin secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dan asam urat. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

2. Faktor genetik dan kondisi medis tertentu

Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau asam urat dapat meningkatkan risiko. Selain itu, penyakit seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan gangguan tiroid juga dapat berperan.

Kadar Asam Urat dan Kolesterol yang Perlu Diketahui

Pemeriksaan

Kadar Normal

Asam urat pada wanita

1,5 – 6,0 mg/dL

Kolesterol pada < 19 tahun

< 170 mg/dL

Kolesterol wanita ≥ 20 tahun

125 – 200 mg/dL

Jika kadar asam urat melebihi 6,0 mg/dL, risiko terjadinya gangguan sendi atau gout dapat meningkat. Sementara itu, kolesterol dikatakan tinggi apabila kadarnya di atas 200 mg/dL pada usia di bawah 19 tahun atau lebih dari 239 mg/dL pada usia 20 tahun ke atas.

Pemeriksaan kadar asam urat dan kolesterol dapat dilakukan melalui tes darah sederhana di laboratorium atau fasilitas kesehatan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala yang muncul pada asam urat dan kolesterol tinggi dapat berbeda.

1. Gejala Asam Urat

Asam urat biasanya menimbulkan keluhan pada sendi, terutama saat terjadi serangan gout. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, sering pada kaki, lutut, atau jari tangan
  • Sendi bengkak, kemerahan, dan terasa hangat
  • Serangan nyeri yang dapat kambuh dan mengganggu aktivitas

2. Kolesterol Tinggi

Berbeda dengan asam urat, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, kondisi ini sering disebut sebagai silent disease.

Keluhan biasanya muncul setelah terjadi gangguan pada pembuluh darah, misalnya nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah jantung atau munculnya xanthoma, yaitu penumpukan lemak berwarna kekuningan di bawah kulit, seperti di sekitar mata, siku, atau lutut.

Karena sering tidak disadari, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mengetahui kadar kolesterol sejak dini.

Cara Mencegah Asam Urat dan Kolesterol Tinggi

Menjaga gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk membantu mengontrol kadar asam urat dan kolesterol dalam tubuh. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Membatasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan purin
  2. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat
  3. Berolahraga secara rutin
  4. Menjaga berat badan ideal serta menghindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
  5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala

Baik asam urat maupun kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau usia di atas 45 tahun.

Melalui pemeriksaan kesehatan yang tepat, dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi tubuh serta memberikan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

RS EMC menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan untuk membantu mendeteksi serta mengelola berbagai kondisi terkait metabolisme dan pembuluh darah. Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan sejak dini, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga kesehatan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Artikel ditulis oleh dr. Angie Shabira Permata H, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Cikarang).