Psikiater EMC Alam Sutera Presentasikan Pengalaman Klinis Indonesia di Konferensi Psikosomatik Eropa di Florence

Florence, Italia – Psikiater RS EMC Alam Sutera, dr. Andri, SpKJ, FAPM, kembali mewakili Indonesia dalam forum ilmiah internasional bergengsi bidang psikosomatik, 13th Annual Scientific Conference of the European Association for Psychosomatic Medicine (EAPM) 2026, yang berlangsung di Florence, Italia, pada 16–19 Juni 2026.

Pada pertemuan yang dihadiri para ahli psikosomatik, psikiater, internis, psikolog, dan peneliti dari berbagai negara tersebut, dr. Andri menyampaikan presentasi ilmiah berjudul “Cultural Somatization and Health Anxiety in Indonesia: A Clinical Case Experience of Multisystem Psychosomatic Presentations in an Asian Population.” pada 18 Juni 2026.

Presentasi ini mengangkat pengalaman klinis nyata dalam menangani pasien-pasien Indonesia yang mengalami gangguan kecemasan dan gangguan psikosomatik, khususnya bagaimana faktor budaya memengaruhi cara seseorang memahami, merasakan, dan mengungkapkan keluhan fisik yang sebenarnya berkaitan erat dengan kondisi psikologis.

Dalam paparannya, dr. Andri menjelaskan bahwa banyak pasien di Indonesia datang dengan keluhan fisik yang berulang dan melibatkan berbagai sistem tubuh, seperti jantung berdebar, sesak napas, pusing, nyeri lambung, sensasi panas, hingga rasa tidak nyaman yang berpindah-pindah. Tidak jarang pasien telah menjalani berbagai pemeriksaan medis dengan hasil normal sebelum akhirnya mendapatkan penanganan psikiatri.

Beberapa contoh keyakinan yang sering ditemui dalam praktik sehari-hari turut dibahas dalam presentasi tersebut, antara lain konsep “asam lambung naik ke kepala”, “cuaca panas menyebabkan stroke”, serta “masuk angin” yang dipersepsikan sebagai penyebab berbagai keluhan fisik. Menurut dr. Andri, pemahaman terhadap keyakinan budaya semacam ini sangat penting agar dokter dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dan membantu pasien memahami hubungan antara tubuh dan pikiran tanpa membuat mereka merasa dihakimi atau distigmatisasi.

Menariknya, sesi presentasi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta internasional. Topik mengenai bagaimana budaya memengaruhi manifestasi gejala psikosomatik ternyata mendapat perhatian besar dari para peserta, karena memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan model-model psikosomatik yang selama ini lebih banyak dikembangkan berdasarkan populasi Barat.

Kehadiran dr. Andri dalam EAPM 2026 memiliki makna khusus. Ini merupakan keikutsertaan ketiga kalinya dalam pertemuan ilmiah EAPM, sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan pengalaman klinis Indonesia kepada komunitas psikosomatik internasional. Sebelumnya, dr. Andri juga telah aktif menjadi pembicara dan presenter dalam berbagai forum ilmiah internasional sejak tahun 2009, khususnya yang berkaitan dengan gangguan kecemasan, gangguan psikosomatik, dan hubungan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental.

Sebagai psikiater yang telah berpraktik di RS EMC Alam Sutera sejak tahun 2008, dr. Andri dikenal memiliki fokus khusus dalam penanganan gangguan psikosomatik, gangguan kecemasan, health anxiety (kecemasan terhadap kesehatan), panic disorder, serta berbagai keluhan fisik yang berkaitan dengan stres dan kondisi psikologis. Selama lebih dari satu dekade, ia menangani pasien dengan berbagai keluhan yang sering kali melibatkan interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, sosial, dan budaya.

Bidang psikosomatik sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara kondisi psikologis dan keluhan fisik. Banyak pasien mengalami gejala yang nyata dan mengganggu, namun tidak selalu dapat dijelaskan sepenuhnya oleh pemeriksaan medis konvensional. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan psikosomatik membantu pasien memahami bagaimana sistem saraf, stres, kecemasan, serta pola pikir tertentu dapat memengaruhi fungsi tubuh dan menimbulkan gejala yang sangat nyata.

Partisipasi dalam forum internasional seperti EAPM menjadi bagian penting dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Selain berbagi pengalaman klinis dari Indonesia, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental dan psikosomatik yang sensitif terhadap perbedaan budaya.

Keikutsertaan dan presentasi dr. Andri di EAPM 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman klinis dari Indonesia memiliki kontribusi penting dalam pengembangan ilmu psikosomatik global. Dengan latar belakang praktik klinis yang panjang dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah internasional, dr. Andri terus berkomitmen menghadirkan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memahami konteks budaya pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan mental yang lebih baik.

Melalui forum seperti EAPM, pengalaman Indonesia tidak hanya menjadi bahan pembelajaran bagi dunia internasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global mengenai kesehatan mental, gangguan kecemasan, dan psikosomatik di era modern.