Penyakit jantung adalah salah satu penyakit kronis yang disebut sebagai penyebab kematian utama di seluruh belahan dunia. Penyebab penyakit jantung pada umumnya adalah adanya penyempitan Pembuluh darah, peradangan, atau kerusakan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Kondisi itu kemudian menghambat aliran darah menuju jantung yang kemudian menyebabkan menurunnya suplai oksigen dan nutrisi untuk otot dan jaringan di sekitar jantung.

Penyakit jantung sendiri terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya:

  1. Penyakit Jantung Infeksi/ Endokarditis
  2. Penyakit Jantung Katup
  3. Penyakit Jantung Bawaan
  4. Penyakit Jantung Degeneratif : (mis. Penyakit Jantung koroner, Penyakit Jantung hipertensif, Gagal Jantung Kongestif, dll)
  5. Penyakit Jantung Aritmia / terkait irama jantung

Penyakit jantung degeneratif pada umumnya memang menyerang mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa penyakit ini dapat juga terjadi pada orang-orang di rentang usia 20 – 30 tahun dengan gaya hidup tidak sehat atau mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dari orang tua (orang tua kandung meninggal mendadak akibat penyakit jantung di usia 40an) .

Sedangkan, penyakit jantung infeksi merupakan jenis penyakit jantung yang tidak pandang bulu terhadap penderitanya di usia berapa pun. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung infeksi dan Penyakit Jantung non degeneratif memiliki insidensi sekitar 5% dari keseluruhan jenis penyakit jantung yang tercatat diderita oleh masyarakat (Risdakes, 2007). Angka ini belum dapat dipasktikan karena banyaknya kasus di mana penyakit jantung infeksi ini tidak terdeteksi dengan baik di fasilitas kesehatan primer

Penyakit jantung infeksi biasanya berawal dari infeksi saluran pernafasan atau batuk dan pilek pada umur belasan tahun yang tidak kunjung sembuh atau tidak diobati secara serius. Akibatnya, bakteri Streptococcus B Haemolyticus masuk dan mengikuti aliran darah, lalu terbawa ke jantung. Bakteri tersebut kemudian menempel di katup jantung atau endokardium jantung yang mengalami erosi dan menginfeksi lapisan dalam jantung (endokardium). Kondisi inilah yang memicu peradangan pada endokardium atau kerusakan pada katup jantung serta pembengkakan jantung.

Penyakit jantung infeksi mungkin tidak langsung terasa efeknya pada saat Anda terkena batuk pilek di usia remaja, namun bakteri tersebut dapat terus berevolusi hingga 10 – 15 tahun setelahnya dan mulai terlihat di usia awal 30-an. Kebanyakan orang yang mengalami Demam Rematik Akut akibat infeksi bakteri di jaringan jantung tidak mengalami gejala yang spesifik. Bahkan, pengidapnya seringkali hanya mengeluhkan adanya demam tanpa penyebab yang jelas.

Tidak seperti flu biasa, gejala-gejalanya tidak cepat hilang dengan mudah, seringkali disertai pembengkakan sendi yang berpindah-pindah. Beberapa orang mungkin akan merasakan gejalanya hilang untuk sementara waktu, tetapi gejalanya akan kembali lagi beberapa saat setelahnya. Apabila Anda merasakan gejala-gejala demam, batuk disertai radang sendi yang berpindah-pindah, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, Anda perlu lebih waspada jika mengalami flu atau demam karena hal tersebut bisa saja merupakan gejala endokarditis yang tidak Anda ketahui. Jadi, jika Anda atau buah hati Anda mengalami sakit batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh, jangan sepelekan dan segeralah pergi ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jaga kesehatan Anda dan keluarga tercinta dengan menerapkan pola hidup yang lebih sehat, rajin berolahraga, serta makan teratur dengan gizi seimbang. Mari terapkan pola hidup sehat dan sambut masa depan yang lebih baik bersama EMC. #LiveExcellently

Artikel ini ditulis oleh dr. Herenda Medishita HP, Sp.JP, FIHA (Dokter Spesialis Jantung di Rumah Sakit EMC Tangerang).