Banyak pria muda yang aktif berolahraga datang ke klinik dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada skrotum (kantung zakar). Tidak jarang mereka mengira keluhan tersebut disebabkan oleh cedera saat berolahraga. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata penyebabnya adalah varikokel, suatu kondisi yang sering disalahartikan sebagai cedera olahraga padahal sebenarnya merupakan gangguan pada pembuluh darah di sekitar testis.
Apa Itu Varikokel?
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum, mirip seperti varises yang terjadi pada tungkai. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah dari testis tidak mengalir dengan baik sehingga darah menumpuk di dalam pembuluh vena dan menyebabkan pembuluh tersebut membesar.
Varikokel paling sering ditemukan pada sisi kiri skrotum karena perbedaan anatomi pembuluh darah di sisi kiri dan kanan tubuh. Kondisi ini umumnya mulai muncul saat masa pubertas dan dapat berkembang secara perlahan seiring waktu.
Mengapa Sering Dikira Cedera Olahraga?
Pria yang aktif berolahraga sering kali merasakan nyeri atau rasa berat di area selangkangan setelah beraktivitas fisik. Gejala tersebut mirip dengan keluhan akibat cedera otot atau cedera olahraga lainnya.
Padahal, olahraga bukanlah penyebab utama varikokel. Aktivitas fisik yang berat hanya dapat membuat gejalanya menjadi lebih terasa karena meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah vena. Akibatnya, penderita mungkin merasa nyeri, pegal, atau tidak nyaman setelah berolahraga sehingga mengira dirinya mengalami cedera.
Gejala Varikokel yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar penderita varikokel tidak mengalami gejala apa pun. Namun pada beberapa kasus, keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri tumpul atau rasa tidak nyaman pada skrotum.
- Rasa berat pada salah satu sisi kantung zakar.
- Nyeri yang memburuk saat berdiri lama atau setelah aktivitas fisik.
- Keluhan yang membaik saat berbaring.
- Terlihat atau teraba pembuluh darah yang berkelok-kelok seperti "sekumpulan cacing".
- Ukuran salah satu testis tampak lebih kecil dibandingkan sisi lainnya.
Karena gejalanya sering ringan, banyak pria baru mengetahui dirinya memiliki varikokel ketika menjalani pemeriksaan kesuburan.
Apakah Varikokel Berbahaya?
Varikokel tidak selalu berbahaya, tetapi kondisi ini tidak boleh diabaikan. Dalam beberapa kasus, varikokel dapat memengaruhi kesehatan testis dan kualitas sperma. Peningkatan suhu di sekitar testis akibat penumpukan darah diduga dapat mengganggu proses pembentukan sperma sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.
Diperkirakan sekitar 40% pria yang mengalami masalah infertilitas ditemukan memiliki varikokel. Namun tidak semua penderita varikokel akan mengalami gangguan kesuburan.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Varikokel?
Dokter urologi biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada area skrotum. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan USG Doppler skrotum untuk melihat aliran darah dan memastikan adanya pelebaran pembuluh vena.
Pemeriksaan lebih lanjut mungkin juga disarankan apabila pasien memiliki keluhan nyeri kronis atau sedang menjalani evaluasi kesuburan.
Kapan Varikokel Perlu Diobati?
Tidak semua varikokel memerlukan tindakan operasi. Penanganan biasanya dipertimbangkan apabila:
- Menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas.
- Menyebabkan gangguan kualitas sperma atau infertilitas.
- Menyebabkan pengecilan ukuran testis.
- Menimbulkan keluhan yang semakin berat dari waktu ke waktu.
Pilihan terapi dapat berupa observasi, pengobatan untuk mengurangi keluhan, hingga tindakan operasi atau embolisasi pada kasus tertentu sesuai hasil evaluasi dokter urologi.
Jangan Anggap Semua Nyeri Selangkangan sebagai Cedera
Tidak semua rasa nyeri di area selangkangan atau skrotum disebabkan oleh aktivitas olahraga. Jika Anda merasakan nyeri yang berulang, terdapat benjolan, rasa berat pada kantung zakar, atau sedang mengalami kesulitan memiliki keturunan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi.
Deteksi dan penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi pria serta mencegah komplikasi yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Jangan biarkan varikokel yang tampak "sepele" mengganggu kualitas hidup dan kesuburan Anda. Periksakan diri sejak dini untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh dr. Dwiki Haryo Indrawan, Sp.U (Dokter Spesialis Bedah Urologi RS EMC Pekayon).