Menjaga kesehatan hati tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Pada orang dengan faktor risiko tertentu, seperti kelebihan berat badan atau obesitas, perlemakan hati, gangguan metabolik, konsumsi alkohol berlebihan, serta hepatitis B C kronis, atau penyakit hati yang disebabkan gangguan sistema empedu. Transient elastography dapat menjadi salah satu pemeriksaan yang membantu dokter mengevaluasi dan memantau kondisi hati secara non-invasif.
Mengapa Kondisi Hati Perlu Dipantau?
Hati memiliki peran penting dalam metabolisme, pengolahan nutrisi, produksi berbagai protein, serta membantu tubuh memproses berbagai zat. Sejumlah penyakit hati dapat berkembang secara perlahan dan pada tahap awal mungkin tidak menimbulkan gejala yang khas.
Kerusakan hati yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan fibrosis hati, yaitu terbentuknya jaringan parut pada hati. Jika fibrosis terus berkembang, pada kondisi tertentu dapat berlanjut menjadi sirosis. Karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan evaluasi medis yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan hati.
Bagaimana Transient elastography Membantu Menilai Kondisi Hati?
Alat Fibroscan menggunakan teknologi transient elastography untuk mengukur kekakuan hati atau liver stiffness. Nilai tersebut dapat membantu dokter memperkirakan tingkat fibrosis hati dengan tetap mempertimbangkan kondisi klinis pasien.
Pada perangkat yang dilengkapi fitur Controlled Attenuation Parameter (CAP), pemeriksaan juga dapat membantu memperkirakan tingkat steatosis atau penumpukan lemak di hati.
Transient elastography dilakukan dengan menempatkan probe pada permukaan kulit di sela iga, di area perut kanan atas. Pemeriksaan ini tidak menggunakan jarum untuk mengambil sampel jaringan sehingga bersifat non-invasif dan umumnya dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.
Siapa yang Mungkin Memerlukan Transient elastography?
Tidak semua orang membutuhkan pemeriksaan Transient elastography. Dokter dapat merekomendasikannya berdasarkan kondisi dan faktor risiko pasien, misalnya pada orang dengan perlemakan hati (fatty liver), hepatitis B atau C kronis, konsumsi alkohol berlebihan, kelebihan berat badan atau obesitas, serta kondisi penyakit tertentu yang berkaitan dengan risiko penyakit hati.
Transient elastography juga dapat dipertimbangkan untuk membantu memantau kondisi pasien yang telah diketahui memiliki penyakit hati kronis.
Bagaimana Memahami Hasil Transient elastography?
Hasil Transient elastography sebaiknya tidak ditafsirkan sendiri. Nilai kekakuan hati dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan interpretasi hasil dapat berbeda sesuai kondisi serta penyebab penyakit hati.
Karena itu, dokter akan menilai hasil Transient elastography bersama informasi lain, seperti riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemeriksaan penunjang lainnya bila diperlukan. FibroScan merupakan alat bantu evaluasi dan bukan satu-satunya pemeriksaan untuk menentukan diagnosis penyakit hati.
Kenali Kondisi Hati Anda Lebih Baik
Mengetahui kondisi hati dapat membantu dokter menentukan langkah pemantauan atau penanganan yang sesuai. Terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko penyakit hati, evaluasi medis dapat dilakukan tanpa harus menunggu munculnya keluhan.
Konsultasikan kesehatan hati Anda dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, khususnya Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, untuk mengetahui apakah pemeriksaan Transient elastography diperlukan dan mendapatkan rekomendasi pemeriksaan sesuai kondisi Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Apriliana Adhyaksari, Sp.PD, Subsp.G.E.H (K), M.Kes, FINASIM (Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Gastro Entero Hepatologi Rumah Sakit EMC Alam Sutera & Tangerang).