Tenggorokan sakit saat menelan merupakan keluhan yang sangat umum dialami oleh semua kelompok usia. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, hingga menelan air liur, terasa nyeri dan tidak nyaman.
Banyak orang mengira bahwa tenggorokan sakit saat menelan selalu disebabkan oleh radang tenggorokan. Namun, keluhan ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, mulai dari infeksi virus, infeksi bakteri, penyakit asam lambung, hingga iritasi akibat faktor lingkungan. Karena setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda, penting untuk mengenali penyebab serta gejala yang menyertainya agar pengobatan dapat dilakukan secara tepat.
Apa yang Dimaksud dengan Tenggorokan Sakit Saat Menelan?
Secara medis, tenggorokan sakit saat menelan dikenal sebagai odynophagia, yaitu kondisi ketika seseorang merasakan nyeri, perih, atau rasa tidak nyaman saat makanan, minuman, maupun air liur melewati tenggorokan.
Rasa nyeri dapat muncul di berbagai area, mulai dari bagian belakang mulut, amandel, hingga kerongkongan, tergantung penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini berbeda dengan disfagia, yaitu gangguan yang menyebabkan seseorang kesulitan menelan. Meskipun berbeda, odynophagia dan disfagia dapat terjadi secara bersamaan pada beberapa penyakit tertentu.
Berbagai Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan
Berikut beberapa penyebab tenggorokan sakit saat menelan yang paling sering ditemukan:
1. Faringitis atau Radang Tenggorokan
Faringitis adalah peradangan pada faring, yaitu bagian tenggorokan yang berada di belakang hidung dan mulut. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai radang tenggorokan dan dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman, terutama saat menelan.
Faringitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus, tetapi pada beberapa kasus dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain infeksi, faringitis juga dapat dipicu oleh iritasi seperti asap rokok, polusi udara, atau alergi.
2. Radang Amandel (Tonsilitis)
Tonsilitis merupakan peradangan pada amandel akibat infeksi virus maupun bakteri. Selain tenggorokan sakit, penderita juga dapat mengalami:
- Rasa mengganjal di tenggorok.
- Nyeri telan.
- Bau mulut.
- Demam.
- Suara menjadi sengau.
Apabila terjadi berulang atau menyebabkan gangguan yang berat, dokter dapat mempertimbangkan penanganan lebih lanjut.
3. Laryngopharyngeal Reflux (LPR)
Laryngopharyngeal Reflux (LPR) adalah kondisi ketika cairan atau isi lambung naik ke area tenggorokan hingga mencapai laring (kotak suara). Kondisi ini dikenal sebagai refluks laringofaring.Berbeda dengan GERD yang lebih sering menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), LPR dapat terjadi tanpa rasa panas di dada. Refluks yang mencapai tenggorokan dapat mengiritasi pita suara dan saluran napas bagian atas.
Gejala LPR yang umum:
- Tenggorokan terasa mengganjal atau seperti ada sesuatu
- Sering berdeham atau membersihkan tenggorokan
- Suara serak, terutama pada pagi hari
- Batuk yang menetap atau berulang
- Tenggorokan terasa gatal, kering, atau perih
- Rasa lendir yang sulit dikeluarkan dari tenggorokan
- Kesulitan atau rasa tidak nyaman saat menelan
- Rasa pahit atau asam di tenggorokan pada sebagian orang
4. Abses Leher Dalam
Abses leher dalam adalah kumpulan nanah akibat infeksi yang terbentuk di jaringan atau ruang di bagian dalam leher. Kondisi ini biasanya terjadi ketika infeksi yang berasal dari tenggorokan, amandel, gigi, atau area di sekitar leher menyebar lebih dalam.
Salah satu jenis yang cukup sering ditemukan adalah abses peritonsil, yaitu kumpulan nanah yang terbentuk di sekitar amandel dan umumnya terjadi sebagai komplikasi dari infeksi amandel atau tenggorokan. Selain abses peritonsil, terdapat pula abses retrofaring, yaitu kumpulan nanah yang terbentuk di jaringan di belakang tenggorokan (faring). Kondisi ini dapat terjadi ketika infeksi dari tenggorokan, saluran pernapasan, atau jaringan di sekitarnya menyebar ke area tersebut.
5. Iritasi Akibat Lingkungan
Paparan asap rokok, polusi udara, udara yang terlalu kering, maupun konsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas dapat menyebabkan iritasi pada lapisan tenggorokan. Selain itu, penggunaan suara secara berlebihan, misalnya karena berteriak atau berbicara dalam waktu lama, juga dapat membuat tenggorokan terasa nyeri.
Gejala yang Dapat Menyertai Tenggorokan Sakit Saat Menelan
Selain rasa nyeri saat menelan, penderita dapat mengalami berbagai gejala lain tergantung penyebabnya, antara lain:
- Tenggorokan terasa perih atau seperti terbakar.
- Nyeri tajam saat menelan makanan maupun minuman.
- Demam.
- Batuk.
- Pilek.
- Suara serak.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Amandel membengkak.
- Bau mulut.
- Sensasi mengganjal di tenggorokan.
Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami sulit membuka mulut, kesulitan menelan yang semakin berat, atau nyeri yang menjalar hingga telinga. Kondisi tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Cara Meredakan Tenggorokan Sakit Saat Menelan
Penanganan utama bergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:
1. Perbanyak Minum Air Putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan sehingga iritasi tidak semakin parah.
2. Konsumsi Makanan Bertekstur Lembut
Pilih makanan yang lunak dan hangat, seperti bubur, sup, atau oatmeal agar lebih mudah ditelan dan tidak memperparah nyeri.
3. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur menggunakan air garam hangat beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan ringan dan memberikan rasa lebih nyaman pada tenggorokan.
4. Hindari Faktor yang Memicu Iritasi
Selama masa pemulihan, sebaiknya hindari:
- Merokok.
- Paparan asap rokok.
- Minuman beralkohol.
- Makanan terlalu pedas.
- Minuman atau makanan yang terlalu panas.
Kapan Tenggorokan Sakit Saat Menelan Harus Diperiksakan ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan mandiri, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:
- Tenggorokan sakit saat menelan berlangsung lebih dari 5–7 hari.
- Keluhan semakin berat meski sudah melakukan perawatan di rumah.
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
- Sulit menelan hingga tidak bisa makan atau minum.
- Sulit bernapas.
- Air liur terus keluar karena tidak dapat menelan.
- Pembengkakan leher yang semakin besar.
- Muncul darah saat batuk atau saat meludah.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab pasti sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat dan komplikasi dapat dicegah.
Artikel ditulis oleh dr. Ferry Herjanto, Sp. THT-KL (Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) Bedah Kepala dan Leher (BKL) RS EMC Cikarang).