Stroke Tidak Selalu Ditandai Lumpuh, Waspadai Gejala Awal yang Sering Terlewat

Ketika mendengar kata stroke, kebanyakan orang langsung membayangkan wajah mencong, bicara pelo, atau salah satu sisi tubuh lumpuh. Memang, gejala tersebut merupakan tanda stroke yang paling sering dikenali. Namun, stroke tidak selalu diawali dengan keluhan yang khas. Pada sebagian penderita, gejalanya dapat berupa gangguan penglihatan, pusing hebat, atau kesulitan berbicara yang sering disalahartikan sebagai vertigo, migrain, kelelahan, atau bahkan masuk angin. Akibatnya, banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan. Padahal, pada stroke berlaku prinsip time is brain, yaitu semakin cepat pasien mendapat pertolongan, semakin banyak jaringan otak yang dapat diselamatkan.

Mengapa Gejala Stroke Bisa Berbeda pada Setiap Orang?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Otak mengatur hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari gerakan, bicara, penglihatan, keseimbangan, hingga kemampuan berpikir. Karena itu, gejala stroke sangat bergantung pada bagian otak yang mengalami kerusakan.

Ada pasien yang mengalami kelemahan pada lengan, ada yang mengalami gangguan bicara, sementara yang lain justru mengalami gangguan keseimbangan, penglihatan, atau penurunan kesadaran.

Gejala Stroke yang Sering Tidak Disadari

Selain wajah mencong dan kelemahan pada satu sisi tubuh, beberapa gejala berikut juga perlu diwaspadai.

1. Tiba-tiba Penglihatan Mendadak Kabur atau Hilang

Stroke dapat menyebabkan penglihatan kabur, ganda, atau bahkan kehilangan penglihatan pada salah satu mata secara tiba-tiba tanpa disertai rasa nyeri.

2. Mendadak Pusing Hebat dan Kehilangan Keseimbangan

Pusing memang tidak selalu menandakan stroke. Namun, jika muncul secara mendadak disertai sulit berjalan, tubuh limbung, kehilangan koordinasi, atau sulit menjaga keseimbangan, kondisi ini harus segera diperiksakan.

3. Tiba-Tiba Sulit Berbicara atau Pelo

Penderita mungkin masih dapat berbicara, tetapi sulit menemukan kata yang tepat, berbicara tidak jelas, atau tampak bingung ketika diajak berkomunikasi.

4. Sakit Kepala Sangat Hebat yang Datang Mendadak

Pada stroke perdarahan, penderita dapat mengalami sakit kepala yang muncul tiba-tiba dengan intensitas sangat berat, sering disertai mual, muntah, atau penurunan kesadaran.

5. Mendadak Sulit Menelan

Stroke dapat mengganggu otot-otot yang berperan dalam proses menelan sehingga penderita mudah tersedak saat makan atau minum.

6. Tiba-Tiba ada Perubahan Wajah yang Sangat Halus

Tidak semua pasien mengalami wajah mencong yang jelas. Pada sebagian kasus, wajah hanya tampak sedikit tidak simetris atau salah satu kelopak mata terlihat lebih turun.

7. Penurunan Kesadaran Mendadak

Pada beberapa kasus, terutama stroke yang berat, penderita dapat tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, hingga mengalami penurunan kesadaran secara tiba-tiba. Kondisi ini memerlukan penanganan darurat.

8. Mendadak Lupa, Bingung atau Sulit Berpikir

Mendadak linglung (confusion), kesulitan memahami percakapan yang sederhana, tidak mampu mengingat informasi mendasar, hingga sulit mengorganisasi pikiran merupakan sinyal kuat terjadinya gangguan aliran darah mendadak pada area otak yang mengatur memori, bahasa, dan pemahaman (seperti lobus temporal atau parietal).

Kenali Prinsip SeGeRa Ke RS

Dengan mengenali gejala stroke, seseorang dapat merasakan berbagai macam dampak mulai dari kecacatan fisik hingga kematian. Berikut ini beberapa gejala stroke yang sering disebut dengan "SeGeRa Ke RS" :

1. Se - Senyum tidak simetris (wajah mencong)

Gejala atau ciri utama yang sering dirasakan oleh orang-orang sebelum terkena serangan stroke yaitu senyum tidak simetris. Senyum tidak simetris berarti seseorang saat tersenyum hanya mengarah pada satu sisi. Gejala senyum tidak simetris membuat seseorang cenderung sering tersedak dan kesulitan untuk minum.

2. Ge - Gerak separuh anggota tubuh (lengan/kaki) melemah atau lumpuh tiba-tiba

Penyakit stroke identik dengan kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu atau bahkan keseluruhan. Ge atau gerak tubuh melemah secara mendadak menjadi pertanda datangnya penyakit stroke. Orang yang tubuhnya mendadak melemah biasanya cenderung lemas dan susah untuk bergerak.

3. Ra - Bicara pelo atau tidak jelas

Bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung. Penderita stroke biasanya mendadak kesulitan berbicara ataupun kata yang diucapkan tidak jelas orang-orang menyebut gejala ini sebagai pelo.

4. Ke - Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh

Kebas pada tubuh juga menjadi salah satu gejala stroke yang umum dialami oleh penderitanya. Tidak hanya kebas, penderita stroke akan mengalami gejala seperti separuh tubuh terasa kesemutan sehingga sulit untuk dikendalikan hingga digerakkan.

5. R - Rabun atau pandangan mata kabur mendadak

Rabun pada mata yang terjadi secara tiba-tiba bisa juga menjadi pertanda datangnya penyakit stroke. Gejala ini perlu diperiksakan lebih lanjut untuk memastikan apakah rabun biasa atau petanda timbulnya penyakit stroke.

6. S - Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba

Sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya turut menjadi tanda timbulnya penyakit stroke. Rasa pusing sebagai gejala stroke disertai dengan Tremor hingga sempoyongan. Gejala ini dipicu oleh gangguan keseimbangan pada tubuh sehingga terasa berputar dan gerakan sulit dikoordinasi.

Jangan Abaikan Gejala Stroke yang Muncul Mendadak

Stroke tidak selalu diawali dengan kelumpuhan atau wajah mencong. Gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, kesulitan berbicara, mati rasa pada satu sisi tubuh, hingga sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba juga dapat menjadi tanda stroke.

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu keluhan membaik sendiri, karena stroke merupakan kondisi gawat darurat medis yang memerlukan penanganan secepat mungkin.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau riwayat stroke dalam keluarga, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Neurologi untuk membantu menurunkan risiko stroke dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Artikel ditulis oleh dr. Tri Wahyudi, Sp.N. FINS, FINA, FMIN (Dokter Spesialis Neurologi/Saraf RS EMC Alam Sutera).