Nyeri lutut, kaku, atau bunyi “krek-krek” saat bergerak? Bisa jadi itu bukan sekadar tanda bertambahnya usia, tetapi gejala osteoarthritis (OA) atau yang sering dikenal sebagai pengapuran sendi.
Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan yang menjadi “bantalan” sendi mengalami kerusakan. Akibatnya, sendi dapat terasa nyeri, kaku, bengkak, dan membuat aktivitas seperti berjalan atau naik tangga menjadi lebih sulit.
Masalahnya, tulang rawan memiliki kemadokympuan memperbaiki diri yang terbatas. Karena itu, dunia kedokteran terus mencari pendekatan baru untuk membantu menjaga dan memperbaiki kondisi sendi. Salah satunya melalui regenerative medicine.
Apa Itu Stem Cell?
Stem cell atau sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan khusus dan berpotensi membantu proses perbaikan jaringan. Dalam terapi regeneratif, stem cell terus diteliti untuk mengetahui potensinya dalam membantu menciptakan lingkungan sendi yang lebih mendukung.
Apa Itu Secretome?
Sederhananya, jika stem cell diibaratkan sebagai “pabrik”, maka secretome adalah kumpulan berbagai zat biologis yang dihasilkan oleh pabrik tersebut. Di dalamnya terdapat berbagai molekul yang dapat berperan dalam komunikasi antar sel dan mengatur lingkungan jaringan.
Apa Itu Exosome?
Sementara itu, exosome dapat dibayangkan sebagai “paket pesan” berukuran sangat kecil yang membawa berbagai molekul biologis dari satu sel ke sel lainnya. Para peneliti mempelajari potensinya dalam membantu mengatur peradangan dan mendukung proses pemeliharaan jaringan sendi.
Ketiganya menjadi bagian dari perkembangan terapi regeneratif yang menarik perhatian dalam penanganan osteoarthritis.
Benarkah Bisa Menumbuhkan Kembali Tulang Rawan?
Ini yang perlu dipahami.
Stem cell, secretome, dan exosome belum dapat dianggap sebagai terapi yang pasti mampu menumbuhkan kembali tulang rawan yang sudah rusak atau habis seperti semula.
Berbagai penelitian menunjukkan adanya potensi dalam membantu mengurangi peradangan, memperbaiki lingkungan biologis sendi, dan meningkatkan fungsi pada pasien tertentu. Namun, hasil terapi dapat berbeda pada setiap orang dan penelitian mengenai efektivitas jangka panjangnya masih terus berkembang.
Karena itu, terapi regeneratif sebaiknya tidak dianggap sebagai “obat ajaib” untuk pengapuran sendi, tetapi sebagai salah satu perkembangan dalam dunia kedokteran yang terus diteliti.
Siapa yang Bisa Mendapatkan Manfaat?
Tidak semua pasien osteoarthritis membutuhkan atau cocok mendapatkan terapi regeneratif. Kondisi sendi setiap pasien berbeda, mulai dari kerusakan ringan hingga tahap berat ketika tulang rawan sudah hampir atau seluruhnya habis.
Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis ortopedi untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan pilihan terapi yang paling sesuai.
Pada kondisi tertentu, penanganan dapat meliputi perubahan gaya hidup, pengaturan berat badan, fisioterapi, obat-obatan, terapi injeksi, terapi regeneratif bila sesuai indikasi, hingga operasi penggantian sendi pada kerusakan yang berat.
Kapan Nyeri Lutut karena Osteoarthritis Perlu Diperiksakan?
Perkembangan stem cell, secretome, dan exosome memberikan harapan baru dalam upaya menangani osteoarthritis. Namun, yang tidak kalah penting adalah mendapatkan diagnosis yang tepat dan terapi sesuai kondisi sendi.
Jangan abaikan nyeri lutut yang terus berulang. Semakin dini kondisi sendi diperiksa, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan.
Sendi sehat membantu Anda tetap aktif. Jangan tunggu nyeri menghambat langkah Anda.
BACA JUGA: Tahapan Osteoarthritis Lutut: Kapan Harus Operasi?
Artikel ditulis oleh dr. Othdeh Samuel, Sp.OT, FICS, Subsp P.L. (K), AIFO-K (Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Subspesialis Panggul & Lutut (Hip & Knee) RS EMC Pekayon & Cibitung).