Silent Walking: Tren Self-Care Baru yang Katanya Menenangkan, Memang Ada Manfaatnya untuk Tubuh?

Belakangan ini media sosial ramai membahas silent walking. Tren ini terdengar sederhana: berjalan kaki tanpa musik, tanpa podcast, tanpa scrolling media sosial, bahkan tanpa distraksi lain. Hanya berjalan dan menikmati suasana sekitar sambil membiarkan pikiran lebih tenang.

Di tengah hidup yang serba cepat dan penuh notifikasi, banyak orang mulai merasa aktivitas sederhana seperti berjalan tanpa gangguan justru terasa “mewahkan”. Tidak heran kalau silent walking mulai dianggap sebagai salah satu bentuk self-care yang murah, mudah dilakukan, dan membantu tubuh terasa lebih rileks.

Tapi sebenarnya, apakah silent walking memang punya pengaruh untuk kesehatan tubuh? Atau hanya tren internet sesaat?

Apa Itu Silent Walking?

Silent walking pada dasarnya adalah aktivitas berjalan kaki dengan minim distraksi. Tidak memakai earphone, tidak membuka media sosial, dan tidak sambil melakukan banyak hal lain. Fokus utamanya ada pada langkah kaki, napas, dan lingkungan sekitar.

Beberapa orang melakukannya di pagi hari sebelum mulai aktivitas, ada juga yang memilih sore atau malam untuk membantu tubuh “turun tempo” setelah seharian sibuk.

Walaupun terlihat sederhana, konsep ini sebenarnya mirip dengan praktik mindfulness, yaitu melatih diri untuk lebih sadar terhadap present moment atau momen disaat ini yang sedang dijalani.

Kenapa Silent Walking Banyak Disukai?

Banyak orang merasa otaknya terlalu penuh setiap hari. Bangun tidur langsung melihat notifikasi, bekerja sambil mendengar banyak suara, lalu malam masih ditemani layar gadget. Akibatnya, tubuh memang diam, tetapi pikiran terus bekerja.

Silent walking dianggap membantu memberikan jeda dari semua stimulasi tersebut. Saat berjalan tanpa distraksi, tubuh mempunyai kesempatan untuk lebih rileks dan pikiran terasa tidak terlalu “berisik”.

Tidak sedikit juga yang merasa suasana hati jadi lebih stabil setelah rutin berjalan santai tanpa gadget.

Hubungannya dengan Kesehatan Tubuh dan Kesejahteraan Mental

Walaupun sering dikaitkan dengan kesehatan mental, silent walking juga punya kaitan dengan kondisi fisik tubuh.

1. Membantu Tubuh Lebih Aktif

Aktivitas jalan kaki termasuk olahraga ringan yang cukup baik untuk tubuh. Jalan kaki rutin dapat membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, dan membantu tubuh tetap bergerak aktif, terutama bagi orang yang terlalu lama duduk.

Silent walking membuat aktivitas berjalan terasa lebih santai dan tidak terlalu “dipaksa”, sehingga beberapa orang justru lebih konsisten melakukannya.

2. Membantu Kita Mengenal Diri Sendiri Lebih Dalam

Ketika kita berjalan-jalan di alam dalam kesunyian dan ketenangan, penelitian menunjukkan bahwa hal itu meningkatkan kreativitas. Hal ini juga memfasilitasi pemrosesan informasi, memberi pikiran ruang untuk menerima dan mengintegrasikan apa yang telah diterimanya.

3. Bisa Membantu Menurunkan Stres

Saat tubuh stres, hormon kortisol bisa meningkat. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur, energi, bahkan daya tahan tubuh. Maka, keheningan melalui silent walking dapat menurunkan kadar kortisol, sehingga meningkatkan kesehatan fisik secara keseluruhan.

Menghabiskan waktu dalam keheningan dapat merangsang pertumbuhan otak dengan menciptakan sel-sel baru di hippocampus, wilayah yang terkait dengan pembentukan memori dan emosi.

4. Dapat Meningkatkan Regulasi Emosi 

Ketika kita melakukan silent walking secara teratur ke dalam rutinitas keseharian kita, kita juga dapat meningkatkan pengaturan emosi dan kesadaran diri. Keheningan memberikan kesempatan untuk introspeksi, memproses pikiran dan perasaan kita tanpa menghakimi. 

Praktik ini dapat mengarah pada pengendalian emosi yang lebih baik, mengurangi tingkat kecemasan, dan kondisi mental yang lebih seimbang. Dengan memahami emosi diri dalam suasana yang tenang, akan lebih mudah untuk mengembangkan coping mechanism yang lebih sehat dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

5. Membantu Fokus dan Mengurangi Rasa Lelah Mental

Meluangkan waktu untuk diam, terutama dalam silent walking dapat membantu kita menjernihkan pikiran, sehingga meningkatkan konsentrasi dan produktivitas saat kembali bekerja.

Dengan meminimalisir gangguan eksternal, kita dapat lebih efektif fokus pada tugas-tugas yang penting bagi kita, mendorong kreativitas dan mempermudah pemecahan masalah. Kejernihan mental ini tidak hanya membantu dalam pengambilan keputusan, tetapi juga berkontribusi pada rasa kepuasan pribadi yang lebih besar.

Terlalu banyak paparan suara dan informasi sering membuat otak terasa cepat lelah. Silent walking memberi kesempatan otak untuk “bernapas” sejenak dari stimulasi digital.

6. Membantu Kualitas Tidur

Aktivitas fisik ringan dan kondisi pikiran yang lebih tenang juga bisa membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat. Karena itu, ada orang yang memilih silent walking di sore atau malam hari untuk membantu tidur lebih nyaman.

Apakah Harus Dilakukan Lama?

Tidak juga. Silent walking tidak punya aturan khusus. Bahkan berjalan sekitar 10–20 menit pun sudah bisa membantu tubuh bergerak lebih aktif dan memberi waktu istirahat bagi pikiran.

Yang penting bukan soal durasi panjang, tetapi konsistensi dan bagaimana aktivitas tersebut membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Tidak Harus Sempurna

Silent walking juga tidak harus dilakukan dengan suasana yang “estetik” seperti di media sosial. Tidak perlu taman besar atau jalanan sepi. Berjalan santai di sekitar rumah, area kampus, atau kompleks perumahan juga tetap bisa memberi manfaat.

Intinya adalah memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari distraksi yang terus muncul setiap hari.

Penutup

Kesunyian dan ketenangan dapat memberikan banyak manfaat psikologis yang secara signifikan meningkatkan kesejahteraan fisik maupun mental. 

Banyak dari kita menganggap bahwa meluangkan ruang dan waktu untuk menyendiri bisa jadi sulit – bermeditasi, berjalan tanpa mendengarkan apa pun, dan sebagainya. Kita seringkali memiliki kehidupan yang sibuk dan sangat mudah untuk mengisi waktu yang kita miliki dengan berbagai informasi dari berbagai sumber yang ada. Namun, waktu dalam kesendirian yang tenang dapat menjadi sangat berharga dalam memelihara hubungan kita dengan diri sendiri serta memulihkan energi kita. Ini jelas merupakan investasi yang layak dilakukan. 

Artikel ditulis oleh Frisca Priscilia Boentario, B.Sc (Hons), M.Sc, M.Psi (Psikolog RS EMC Pulomas).