Sering Dikira Maag Biasa, Benarkah Keluhan Ini Bisa Menandakan Tukak Lambung?

Nyeri ulu hati, mual, kembung, sering bersendawa, atau rasa tidak nyaman setelah makan sering disebut sebagai “maag”. Padahal, maag bukan nama satu penyakit, melainkan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan bagian atas. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh beragam kondisi, salah satunya tukak lambung.

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung yang termasuk dalam kelompok peptic ulcer disease (PUD). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan gangguan pencernaan lainnya sehingga keluhan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami tukak lambung. Penyebab dan penanganannya pun berbeda sehingga keluhan yang berulang sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai “maag biasa”.

Lalu, bagaimana membedakan maag dengan tukak lambung? Apa saja gejalanya dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Maag dan Tukak Lambung, Apa yang Sebenarnya Berbeda?

Secara sederhana, “maag” merupakan istilah umum untuk keluhan pencernaan, sedangkan tukak lambung merupakan kondisi medis berupa luka atau ulkus pada lapisan lambung. Karena keduanya dapat menimbulkan keluhan yang serupa, seseorang tidak dapat memastikan adanya tukak lambung hanya berdasarkan rasa nyeri atau perih di ulu hati.

Keluhan yang sering dianggap sebagai maag dapat berupa nyeri atau rasa terbakar di perut bagian atas, mual, kembung, sendawa, cepat kenyang, dan rasa terlalu penuh setelah makan. Gejala seperti ini juga dapat ditemukan pada tukak lambung maupun gangguan pencernaan lainnya.

Sementara itu, tukak lambung terjadi ketika lapisan pelindung lambung mengalami kerusakan sehingga jaringan di bawahnya lebih rentan terhadap paparan asam dan enzim pencernaan. Dua penyebab utama yang perlu diperhatikan adalah infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.

Artinya, tidak semua keluhan “maag” merupakan tukak lambung, tetapi keluhan yang menetap atau berulang perlu dievaluasi oleh dokter untuk mencari penyebabnya.

BACA JUGA: Beda nya GERD dan MAAG apa saja? Simak Yuk!

Gejala Tukak Lambung yang Perlu Diwaspadai

Gejala tukak lambung dapat berbeda pada setiap orang. Bahkan, sebagian penderita dapat mengalami gejala yang ringan atau tidak khas. Salah satu keluhan yang paling umum adalah nyeri atau rasa terbakar di bagian atas perut atau ulu hati.

Selain nyeri ulu hati, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Mual atau muntah.
  • Perut terasa kembung atau penuh.
  • Sering bersendawa.
  • Cepat merasa kenyang saat makan.
  • Rasa tidak nyaman atau terlalu penuh setelah makan.
  • Nyeri perut bagian atas yang dapat berulang.

Namun, gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami tukak lambung. Dokter perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan, penggunaan obat, faktor risiko, dan bila diperlukan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab keluhan.

Apa Penyebab Tukak Lambung?

Dua penyebab yang paling penting dalam tukak lambung adalah infeksi H. pylori dan penggunaan NSAID. Keduanya dapat mengganggu mekanisme perlindungan lapisan lambung sehingga meningkatkan risiko terbentuknya luka.

1. Infeksi Helicobacter pylori

H. pylori merupakan bakteri yang dapat hidup di saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan pada lapisan lambung. Infeksi ini merupakan salah satu penyebab utama penyakit tukak peptik dan berkaitan dengan terjadinya tukak lambung maupun tukak duodenum.

Karena infeksi H. pylori tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, keberadaannya perlu dinilai melalui pemeriksaan tertentu bila dokter mencurigai infeksi tersebut.

2. Penggunaan Obat NSAID

Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada lapisan lambung, terutama jika digunakan dalam kondisi atau jangka waktu tertentu tanpa pengawasan yang tepat.

Jika seseorang rutin menggunakan obat jenis ini dan mengalami keluhan lambung yang menetap, sebaiknya konsultasikan penggunaannya kepada dokter. Jangan menghentikan obat yang diresepkan secara sepihak tanpa mendapatkan arahan tenaga medis.

3. Stres dan Makanan Bukan Penyebab Utama Tukak Lambung

Stres, makanan pedas, makanan asam, kopi, atau jenis makanan tertentu dapat membuat keluhan pencernaan terasa lebih berat pada sebagian orang. Namun, faktor-faktor tersebut bukan penyebab utama tukak lambung.

Oleh karena itu, hanya menghindari makanan tertentu belum tentu cukup untuk mengatasi tukak lambung jika penyebab utamanya adalah infeksi H. pylori atau penggunaan NSAID.

Pengobatan Tukak Lambung Perlu Disesuaikan dengan Penyebabnya

Pengobatan tukak lambung tidak selalu sama untuk setiap pasien karena dokter perlu menentukan penyebab dan kondisi tukak lambung terlebih dahulu.

  • Terapi

Secara umum, terapi dapat melibatkan obat yang menekan produksi asam lambung untuk membantu proses penyembuhan luka. Jika pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi H. pylori, dokter dapat memberikan terapi eradikasi yang melibatkan kombinasi antibiotik dan obat penekan asam sesuai kondisi pasien. Eradikasi H. pylori penting karena dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan tukak.

  • Evaluasi Obat

Sementara itu, jika tukak berkaitan dengan penggunaan NSAID, dokter dapat mengevaluasi kembali obat yang digunakan dan menentukan alternatif atau penyesuaian terapi yang paling aman.

Hal yang perlu dipahami, berkurangnya rasa nyeri tidak selalu berarti luka pada lambung sudah sembuh sepenuhnya. Oleh karena itu, obat sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dokter dan jangan mengganti atau menghentikan pengobatan sendiri.

Kenali Tanda Bahaya Sebelum Tukak Lambung Menimbulkan Komplikasi

Tukak lambung yang tidak tertangani dapat menimbulkan komplikasi, termasuk perdarahan dan perforasi atau kebocoran pada dinding saluran cerna. Sehingga, perubahan gejala tertentu perlu mendapat perhatian serius.

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami:

  • Muntah darah, termasuk muntah yang tampak seperti bubuk atau ampas kopi.
  • BAB berwarna hitam seperti aspal, yang dapat menjadi tanda perdarahan saluran cerna.
  • Nyeri perut yang tiba-tiba dan sangat berat.
  • Pusing, lemas, atau pingsan, terutama bila disertai tanda perdarahan.
  • Perut terasa sangat kaku atau nyeri hebat yang muncul mendadak.

Jangan mencoba menangani tanda-tanda tersebut sendiri di rumah. Perdarahan atau perforasi akibat tukak dapat menjadi kondisi serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

Kapan Keluhan Tukak Lambung Perlu Diperiksakan?

Tidak semua nyeri ulu hati berarti tukak lambung. Namun, keluhan yang terus berulang, menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sebaiknya diperiksakan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroentero Hepatologi agar penyebabnya dapat diketahui.

Pemeriksaan juga penting jika Anda memiliki faktor risiko seperti penggunaan NSAID secara rutin atau terdapat dugaan infeksi H. pylori. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan gejala dan kondisi masing-masing.

Segera cari pertolongan medis jika muncul muntah darah, BAB hitam, pusing atau pingsan, maupun nyeri perut yang tiba-tiba dan sangat berat karena gejala tersebut dapat mengarah pada komplikasi tukak lambung.

Artikel ditulis oleh dr. Dedy G. Sudrajat, Sp. PD, KGEH, FINASIM (Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Gastro Entero Hepatologi RS EMC Grha Kedoya).