Menikah dan memiliki anak merupakan impian banyak pasangan. Namun, sebelum memulai program hamil, ada satu hal penting yang sering terlewat, yaitu memeriksa kesehatan reproduksi sejak sebelum menikah. Persiapan ini bukan berarti terburu-buru ingin memiliki momongan, melainkan langkah bijak untuk memastikan calon suami dan istri berada dalam kondisi kesehatan yang optimal saat merencanakan kehamilan.
Dalam dunia medis, kehamilan yang direncanakan dengan baik cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) sebelum menikah semakin dianjurkan sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat.
Apa Itu Program Hamil?
Program hamil (promil) adalah serangkaian upaya untuk mempersiapkan tubuh sebelum kehamilan terjadi. Tidak hanya untuk pasangan yang mengalami gangguan kesuburan, promil juga bermanfaat bagi pasangan yang ingin meningkatkan peluang kehamilan sehat.
Persiapan promil biasanya meliputi pemeriksaan kesehatan reproduksi, evaluasi kondisi medis tertentu, perbaikan pola hidup, serta pemenuhan nutrisi penting seperti asam folat yang dianjurkan dikonsumsi sebelum hamil.
Mengapa Pemeriksaan Sebelum Menikah Penting?
Banyak masalah kesuburan tidak menimbulkan gejala. Beberapa pasangan baru mengetahui adanya gangguan setelah mencoba hamil dalam waktu yang cukup lama.
Melalui pemeriksaan pranikah, dokter dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kesuburan dan kehamilan, seperti gangguan ovulasi, kista ovarium, miom, endometriosis, gangguan hormon, infeksi menular seksual, hingga penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid.
Pemeriksaan sejak dini memberikan kesempatan untuk melakukan penanganan lebih awal sehingga peluang mendapatkan kehamilan yang sehat dapat meningkat.
Pemeriksaan yang Umumnya Dilakukan Sebelum Program Hamil
Setiap pasangan memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Namun, beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan sebelum promil antara lain:
- Wawancara mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
- Pemeriksaan fisik serta pengukuran indeks massa tubuh (IMT).
- USG organ reproduksi untuk menilai kondisi rahim dan ovarium.
- Pemeriksaan laboratorium, seperti kadar hemoglobin, gula darah, dan fungsi tiroid.
- Evaluasi siklus menstruasi serta faktor yang memengaruhi kesuburan.
- Pemeriksaan infeksi tertentu sesuai indikasi medis.
- Pemeriksaan kesehatan calon ayah apabila diperlukan, mengingat faktor pria juga dapat memengaruhi kesuburan.
Persiapan Agar Kehamilan Lebih Sehat
Selain pemeriksaan medis, pasangan juga dianjurkan mulai menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Mengonsumsi asam folat sesuai anjuran dokter.
- Berolahraga secara rutin.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Mengelola stres dengan baik.
- Memastikan waktu tidur cukup setiap hari.
- Mengontrol penyakit kronis yang sudah ada.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan sekaligus mengurangi risiko komplikasi selama masa kehamilan.
BACA JUGA: Mitos dan Fakta Program Hamil: Informasi yang Perlu Diketahui Pasangan Muda
Persiapkan Rencana Kehamilan Bersama Dokter Obgyn
Merencanakan kehamilan sejak sebelum menikah merupakan investasi penting untuk kesehatan keluarga di masa depan. Jika Anda dan pasangan sedang mempersiapkan pernikahan atau ingin segera memiliki momongan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter Obgyn. Dengan persiapan yang tepat, peluang menjalani kehamilan yang sehat, aman, dan lancar akan semakin besar.
Artikel ditulis oleh dr. Handojo Tjandra, MD., MMed O&G (M'Sia)., Sp.OG (Spesialis Kebidanan Kandungan RS EMC Alam Sutera).