Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Mengenal ASD (Atrial Septal Defect) dan Penanganannya

Mendengar kata 'penyakit jantung' tentu membuat hati orang tua mana pun berdebar. Apalagi jika hal itu menyangkut buah hati yang baru lahir. Penyakit jantung bawaan adalah kondisi yang sudah ada sejak bayi lahir, dan merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling sering ditemukan. Salah satu jenisnya yang cukup umum adalah Atrial Septal Defect atau ASD. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu ASD, bagaimana mengenalinya, dan apa saja pilihan penanganannya.

Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan struktural pada jantung yang terbentuk sejak dalam kandungan, tepatnya saat organ jantung bayi sedang berkembang di trimester pertama kehamilan. Kelainan ini bisa berupa lubang pada dinding jantung, penyempitan pembuluh darah, atau kelainan posisi jantung dan pembuluh darahnya.

PJB adalah salah satu kelainan bawaan paling umum di dunia. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 8 dari setiap 1.000 bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan PJB antara lain:

  • Ibu mengalami infeksi tertentu saat hamil, seperti rubella
  • Ibu menderita diabetes yang tidak terkontrol selama kehamilan
  • Konsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan tanpa pengawasan dokter
  • Faktor genetik atau riwayat PJB dalam keluarga
  • Paparan asap rokok atau zat berbahaya saat kehamilan

Apa Itu Atrial Septal Defect (ASD)?

Atrial Septal Defect (ASD) adalah salah satu jenis PJB di mana terdapat lubang pada dinding (septum) yang memisahkan serambi kanan dan serambi kiri jantung. Normalnya, serambi kanan dan kiri jantung dipisahkan sepenuhnya agar darah yang kaya oksigen dan darah yang miskin oksigen tidak bercampur.

Ketika ada lubang pada septum tersebut, darah dari serambi kiri yang kaya oksigen dapat mengalir ke serambi kanan dan bercampur dengan darah yang seharusnya dikirim ke paru-paru. Akibatnya, jantung dan paru-paru harus bekerja lebih keras dari biasanya.

ASD adalah salah satu jenis PJB yang paling sering ditemukan, dan lebih banyak dijumpai pada anak perempuan dibanding anak laki-laki.

Gejala ASD pada Bayi dan Anak

Gejala ASD sangat bervariasi tergantung pada ukuran lubang. Lubang yang kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun dan bahkan bisa menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Namun lubang yang lebih besar dapat menyebabkan gejala yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Bayi mudah lelah saat menyusu atau beraktivitas
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau menangis
  • Pertumbuhan dan kenaikan berat badan yang lambat
  • Sering mengalami infeksi saluran pernapasan berulang (batuk, pilek, pneumonia)
  • Jantung berdebar-debar (pada anak yang lebih besar)
  • Pada ASD dengan tekanan paru yang tinggi menyebabkan alirah darah shunt berbalik dari jantung kanan ke kiri (sindroma Eisenmenger) Kulit atau bibir menjadi tampak kebiruan (sianosis) — pasa kondisi seperti memerlukan penanganan segera

Perlu diingat: Banyak bayi dengan ASD tidak menunjukkan gejala apa pun di awal kehidupan. Oleh karena itu, pemeriksaan jantung rutin pada bayi baru lahir sangat penting untuk deteksi dini.

Bagaimana ASD Didiagnosis?

Dokter biasanya mendeteksi ASD melalui serangkaian pemeriksaan berikut:

  • Auskultasi: Dokter mungkin mendengar bunyi jantung yang tidak normal (murmur) menggunakan stetoskop.
  • Ekokardiografi (USG jantung): Pemeriksaan utama untuk mendiagnosis ASD. Dapat memperlihatkan ukuran, lokasi lubang, dan seberapa besar dampaknya pada aliran darah.
  • EKG (Elektrokardiografi): Merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi kelainan irama atau pembesaran jantung.
  • Foto Rontgen Dada: Untuk melihat apakah ada pembesaran jantung atau perubahan pada paru-paru akibat ASD.

Penanganan ASD: Apa Saja Pilihannya?

Tidak semua ASD memerlukan tindakan segera. Penanganan disesuaikan dengan ukuran lubang, usia anak, dan ada tidaknya gejala. Berikut adalah pilihan penanganan yang tersedia:

1. Pemantauan Berkala (Observasi)

Untuk ASD berukuran kecil, dokter mungkin hanya merekomendasikan pemantauan rutin. Banyak ASD kecil menutup sendiri sebelum anak berusia 5 tahun tanpa memerlukan tindakan medis apa pun.

2. Penutupan dengan Kateter (Transcatheter Closure)

Prosedur ini dilakukan tanpa operasi besar. Dokter memasukkan selang tipis (kateter) melalui pembuluh darah di paha, kemudian memasang alat penutup khusus (occluder) pada lubang di jantung. Prosedur ini umumnya efektif, memiliki risiko lebih rendah, dan waktu pemulihan lebih singkat dibanding operasi terbuka.

3. Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery)

Untuk ASD berukuran besar atau dengan lokasi tertentu yang tidak memungkinkan pemasangan kateter, operasi jantung terbuka mungkin diperlukan. Dokter bedah akan menutup lubang menggunakan jahitan atau tambalan (patch) dari jaringan atau bahan sintetis. Operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

4. Pengobatan Pendukung

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu jantung bekerja lebih efisien, mengontrol irama jantung, atau mencegah komplikasi sementara menunggu waktu yang tepat untuk tindakan definitif.

Bisakah PJB Dicegah?

Tidak semua kasus PJB dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh faktor genetik. Namun ada langkah-langkah yang dapat dilakukan selama kehamilan untuk meminimalkan risikonya:

  • Lakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin dan teratur
  • Pastikan imunisasi rubella sebelum merencanakan kehamilan
  • Konsumsi asam folat sejak merencanakan kehamilan hingga trimester pertama
  • Hindari rokok, alkohol, dan paparan zat kimia berbahaya selama kehamilan
  • Konsultasikan semua obat yang dikonsumsi kepada dokter sebelum dan selama kehamilan
  • Jaga kadar gula darah tetap terkontrol jika Anda memiliki diabetes

Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kami

Mendeteksi ASD dan penyakit jantung bawaan sejak dini adalah kunci keberhasilan penanganannya. Dengan teknologi pemeriksaan yang tepat dan penanganan oleh tim dokter berpengalaman, anak dengan ASD memiliki peluang yang sangat besar untuk tumbuh sehat dan normal.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi jantung bayi atau anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kami. Kami siap mendampingi Anda dan keluarga dengan pelayanan yang penuh perhatian dan profesional.

Artikel ditulis oleh dr. Ina Nadia Irawadi, Sp.JP (K) (Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah - Konsultan Penyakit Jantung Bawaan & Kardiologi Pediatrik RS EMC Sentul).