Osteoarthritis atau Rheumatoid Arthritis? Kenali Perbedaannya untuk Mendapatkan Penanganan Sendi yang Sesuai

Nyeri pada sendi seringkali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, tidak semua rasa sakit pada sendi disebabkan oleh penyebab yang sama. Dua penyebab yang paling sering ditemui adalah osteoarthritis (pengapuran sendi) dan rheumatoid arthritis (rematik). Meskipun sama-sama menyebabkan nyeri dan gangguan pergerakan, keduanya memiliki penyebab, gejala, hingga penanganan yang sangat berbeda.

Memahami perbedaan osteoarthritis (pengapuran) vs rheumatoid arthritis (rematik) sangat penting agar diagnosis dan pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Penanganan yang tepat sejak awal juga bisa membantu mencegah kerusakan sendi dan menjaga kualitas hidup pasien.

Membandingkan Gejala Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis

Walaupun sama-sama menyerang sendi, osteoarthritis dan rheumatoid arthritis memiliki karakteristik gejala yang berbeda.

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, tulang saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri dan keterbatasan gerak.

Beberapa gejala osteoarthritis antara lain:

  • Nyeri sendi yang muncul atau semakin berat saat sendi digunakan untuk beraktivitas, seperti berjalan, naik turun tangga, atau berdiri dalam waktu lama.
  • Kekakuan sendi biasanya terjadi setelah lama tidak bergerak, misalnya setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama, namun umumnya membaik setelah mulai beraktivitas.
  • Keluhan paling sering terjadi pada sendi yang menopang beban tubuh, seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang.

Rheumatoid Arthritis (Rematik)

Berbeda dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang lapisan sendi sehingga menyebabkan peradangan kronis yang dapat merusak struktur sendi jika tidak ditangani.

Gejala rheumatoid arthritis meliputi:

  • Nyeri sendi yang disertai pembengkakan, kemerahan, dan terasa hangat akibat proses peradangan.
  • Kekakuan sendi terutama pada pagi hari yang dapat berlangsung lebih lama.
  • Sering menyerang beberapa sendi sekaligus dan biasanya terjadi secara bersamaan.

BACA JUGA: Alami Nyeri pada Sendi? Kenali Rematik dan Penanganannya

Bagaimana Pengobatan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis?

Tujuan pengobatan pada kedua kondisi adalah mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi sendi, serta mencegah kerusakan yang semakin berat. Namun, pendekatan terapinya berbeda sesuai penyebab penyakit.

Penanganan Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Beberapa pilihan terapi osteoarthritis meliputi:

  • Perubahan gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal dan mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada sendi.
  • Fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan stabilitas sendi.
  • Obat untuk mengurangi nyeri atau terapi lain yang sesuai dengan kondisi pasien.
  • Tindakan medis apabila kerusakan sendi sudah berat dan terapi konservatif tidak lagi memberikan hasil yang optimal.

Penanganan Rheumatoid Arthritis (Rematik)

Pada rheumatoid arthritis, terapi berfokus mengendalikan proses autoimun dan peradangan.

Penanganannya meliputi:

  • Pemberian Disease-Modifying Antirheumatic Drugs (DMARDs) untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah kerusakan sendi.
  • Obat antiinflamasi atau terapi lain untuk membantu mengurangi gejala.
  • Pemeriksaan dan kontrol rutin agar respons terapi dapat dipantau serta pengobatan disesuaikan bila diperlukan.

Langkah Sederhana Menjaga Sendi Tetap Sehat

Menjaga kesehatan sendi dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sekaligus mempertahankan fungsi gerak tubuh. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan berlebih pada sendi, terutama lutut dan pinggul.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan guna menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi.
  • Menghindari cedera maupun gerakan berulang yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi.
  • Mengenali tanda-tanda peradangan sejak dini, seperti pembengkakan, nyeri yang menetap, atau kekakuan pagi hari yang berlangsung lama.
  • Mengikuti pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter apabila telah didiagnosis mengalami osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis.

Kapan Nyeri Sendi Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan apabila nyeri sendi berlangsung selama beberapa minggu, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan penyebab nyeri secara lebih akurat sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi yang dialami.

Pada osteoarthritis yang telah menyebabkan kerusakan sendi berat, terutama pada lutut, dan tidak lagi membaik dengan obat-obatan, fisioterapi, maupun perubahan gaya hidup, dokter dapat mempertimbangkan tindakan Total Knee Replacement atau operasi penggantian sendi lutut. Prosedur ini bertujuan mengurangi nyeri kronis, memperbaiki fungsi lutut, dan membantu pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. 

Di RS EMC, layanan Total Knee Replacement didukung oleh dokter Spesialis ortopedi & traumatologi, konsultan hip & knee berpengalaman dengan pendekatan diagnosis yang komprehensif serta rehabilitasi pasca operasi. Apabila Anda mengalami nyeri sendi yang menetap atau dicurigai mengalami osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai sejak dini.

Artikel ditulis oleh dr. Ferdinand Arden, Sp. OT, FICS (Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi RS EMC Grha Kedoya).