Operasi Sinus Tanpa Sayatan? Kenali Tindakan FESS, Penanganan Sinus Di Kota Bekasi

Hidung tersumbat yang tidak kunjung membaik sering kali dianggap sebagai pilek biasa atau alergi. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sinusitis kronis, yaitu peradangan pada rongga sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Jika sudah berlangsung lama dan tidak membaik dengan obat-obatan, dokter spesialis THT mungkin akan menyarankan tindakan FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery).

Lalu, apa sebenarnya FESS? Benarkah operasi ini dilakukan tanpa sayatan?

Apa Itu FESS?

FESS atau Functional Endoscopic Sinus Surgery adalah prosedur operasi modern untuk mengatasi gangguan pada sinus menggunakan alat berupa endoskop, yaitu kamera kecil yang dimasukkan melalui lubang hidung. Berbeda dengan operasi konvensional, tindakan ini tidak memerlukan sayatan pada wajah, sehingga proses pemulihan umumnya lebih nyaman.

Tujuan utama FESS adalah membuka saluran sinus yang tersumbat agar lendir dapat mengalir dengan baik, sekaligus mengembalikan fungsi normal sinus.

Kapan FESS Diperlukan?

Tidak semua penderita sinusitis membutuhkan operasi. Sebagian besar pasien dapat membaik dengan obat-obatan, semprotan hidung, atau terapi lainnya.

Namun, dokter spesialis THT dapat mempertimbangkan FESS apabila pasien mengalami kondisi seperti:

  • Sinusitis kronis yang tidak membaik meski sudah menjalani pengobatan optimal.
  • Sinusitis yang sering kambuh.
  • Polip hidung yang menyebabkan hidung terus tersumbat.
  • Penyumbatan saluran sinus akibat kelainan anatomi.
  • Infeksi sinus yang menimbulkan komplikasi atau mengganggu kualitas hidup.

Sebelum memutuskan tindakan operasi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk endoskopi hidung dan bila diperlukan CT Scan sinus.

Bagaimana Prosedur FESS Dilakukan?

Saat tindakan berlangsung, dokter akan memasukkan endoskop melalui lubang hidung sehingga area sinus dapat terlihat jelas di layar monitor. Dengan bantuan alat khusus, dokter akan mengangkat jaringan yang menghambat aliran sinus, seperti polip atau jaringan yang mengalami peradangan, tanpa membuat sayatan pada kulit wajah.

Karena menggunakan teknologi endoskopi, tindakan ini memungkinkan dokter bekerja dengan lebih presisi sehingga jaringan sehat di sekitar sinus dapat tetap dipertahankan.

Apa Keunggulan FESS?

Dibandingkan metode operasi yang lebih lama, FESS memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

  • Tidak memerlukan sayatan di wajah.
  • Luka operasi lebih minimal.
  • Nyeri setelah tindakan umumnya lebih ringan.
  • Perdarahan lebih sedikit.
  • Waktu pemulihan relatif lebih cepat.
  • Membantu mengurangi kekambuhan sinusitis bila dikombinasikan dengan perawatan yang tepat.

Meski demikian, hasil setiap pasien dapat berbeda tergantung pada kondisi penyakit dan kepatuhan menjalani kontrol setelah operasi.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Operasi?

Setelah menjalani FESS, pasien biasanya diperbolehkan pulang sesuai kondisi masing-masing. Dokter akan memberikan obat-obatan, cairan pencuci hidung (nasal saline), serta jadwal kontrol rutin untuk membersihkan rongga hidung dan memantau proses penyembuhan.

Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan untuk:

  • Menghindari mengorek atau membuang ingus terlalu keras.
  • Menghindari aktivitas fisik berat selama beberapa hari sesuai anjuran dokter.
  • Menggunakan obat dan semprotan hidung sesuai resep.
  • Datang kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter THT?

Segera periksakan diri apabila Anda mengalami:

  • Hidung tersumbat lebih dari 12 minggu.
  • Nyeri atau tekanan di area pipi, dahi, atau sekitar mata.
  • Pilek berulang dengan lendir kental berwarna kuning atau hijau.
  • Penurunan kemampuan mencium bau.
  • Sinusitis yang sering kambuh meski sudah berulang kali minum obat.

Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Kesimpulan

FESS merupakan prosedur operasi sinus modern yang dilakukan melalui lubang hidung tanpa sayatan pada wajah. Tindakan ini menjadi salah satu pilihan efektif bagi pasien dengan sinusitis kronis atau polip hidung yang tidak membaik dengan pengobatan.

Jika Anda sering mengalami hidung tersumbat berkepanjangan, jangan menganggapnya sebagai pilek biasa. Konsultasikan dengan dokter spesialis THT agar penyebabnya dapat diketahui dan mendapatkan penanganan yang paling tepat.

Artikel ditulis oleh dr. B. Vimala Acala Pramuditya, Sp.THT-KL (Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Kepala Leher RS EMC Pekayon).