Nyeri Pinggang Berkepanjangan? Bisa Jadi Tanda Gangguan Saraf Tulang Belakang

Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat, terutama pada usia produktif. Keluhan ini dapat muncul akibat aktivitas berat, posisi duduk terlalu lama, kurang olahraga, maupun pertambahan usia.

Pada sebagian kasus, nyeri pinggang dapat membaik dengan istirahat atau pengobatan sederhana. Namun, jika nyeri berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung sembuh, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Nyeri pinggang berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tulang belakang, seperti saraf kejepit atau penyempitan saluran saraf yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Penyebab Nyeri Pinggang Tak Kunjung Sembuh

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pinggang menetap, di antaranya:

1. Saraf Kejepit atau Hernia Nucleus Pulposus (HNP)

Terjadi ketika bantalan tulang belakang menonjol dan menekan saraf. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri menjalar hingga bokong atau kaki, disertai kesemutan, baal, hingga kelemahan pada tungkai. Keluhan umumnya dapat semakin berat saat duduk terlalu lama, membungkuk, mengangkat beban berat, atau ketika batuk dan bersin.

2. Penyempitan Saluran Saraf Tulang Belakang

Penyempitan pada saluran saraf dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang sehingga menimbulkan nyeri kronis. Kondisi ini sering disertai keluhan kesemutan, kebas, atau rasa lemah pada kaki, terutama saat berjalan atau berdiri terlalu lama.

3. Cedera atau Aktivitas Berlebihan

Mengangkat beban berat, posisi duduk yang salah, atau aktivitas fisik berulang dapat memicu gangguan pada tulang belakang.

4. Degenerasi Tulang Belakang

Pertambahan usia dapat menyebabkan penurunan fungsi bantalan tulang belakang dan sendi sehingga memicu nyeri berkepanjangan. Kondisi ini dapat membuat tulang belakang menjadi lebih kaku, mudah mengalami peradangan, dan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak atau beraktivitas.

Penanganan Nyeri Pinggang

Penanganan nyeri pinggang disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien. Pada tahap awal, dokter biasanya akan menyarankan:

  • Istirahat dan modifikasi aktivitas
  • Obat anti nyeri
  • Fisioterapi
  • Terapi injeksi bila diperlukan

Namun apabila keluhan tidak membaik atau terdapat penekanan saraf yang cukup berat, tindakan operasi minimal invasif dapat menjadi pilihan.

Biportal Endoscopy Spine Surgery (BESS): Tindakan Minimal Invasif

Biportal Endoscopy Spine Surgery (BESS) adalah prosedur operasi minimal invasif pada tulang belakang bagian pinggang (lumbal/leher) dengan menggunakan kamera kecil khusus yang disebut endoskop. Kamera tersebut dimasukkan melalui sayatan kecil sehingga dokter dapat melihat area saraf dan jaringan tulang belakang dengan lebih jelas.

Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi penekanan pada saraf yang menyebabkan nyeri pinggang, nyeri menjalar ke kaki atau lengan, kesemutan, maupun kelemahan otot.

Keunggulan Biportal Endoscopy Spine Surgery (BESS)

Dibandingkan operasi terbuka konvensional, (BESS) memiliki beberapa keunggulan, seperti:

  • Sayatan lebih kecil : kerusakan jaringan dan bekas luka lebih minimal
  • Nyeri pasca operasi lebih ringan
  • Risiko perdarahan lebih kecil
  • Pemulihan lebih cepat
  • Lama rawat inap lebih singkat

Karena bersifat minimal invasif, pasien umumnya dapat kembali beraktivitas lebih cepat sesuai anjuran dokter.

Nyeri pinggang yang tidak kunjung sembuh dapat memengaruhi kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini penting dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang tepat.

Seiring perkembangan teknologi medis, penanganan gangguan tulang belakang kini dapat dilakukan dengan metode minimal invasif, seperti Biportal Endoscopy Spine Surgery (BESS), yang menawarkan sayatan lebih kecil dan proses pemulihan yang lebih cepat.

Konsultasikan keluhan nyeri pinggang Anda dengan dokter spesialis tulang belakang di RS EMC Cikarang untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sedini mungkin. 

Artikel ditulis oleh dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine (Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang RS EMC Cikarang, Pekayon & Sentul).