Nyeri Leher Berkepanjangan: Apakah Hanya Salah Bantal?

Nyeri leher adalah keluhan yang sering dialami banyak orang. Nyeri leher bisa terasa ringan seperti pegal biasa, tetapi nyeri leher juga bisa terasa berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit orang yang mengira nyeri leher hanya karena salah bantal. Padahal, nyeri leher yang berlangsung lama belum tentu sekadar akibat posisi tidur yang kurang tepat.

Jika Anda mengalami nyeri leher yang tidak kunjung membaik, penting untuk memahami apa sebenarnya penyebab nyeri leher tersebut.

Nyeri Leher karena Salah Bantal, Biasanya Seperti Apa?

Nyeri leher akibat salah posisi tidur atau bantal umumnya:

  • Muncul saat bangun pagi
  • Leher terasa kaku dan sulit menoleh
  • Nyeri leher membaik dalam 1–3 hari
  • Tidak disertai kesemutan atau nyeri menjalar

Nyeri leher jenis ini biasanya termasuk ringan. Dengan istirahat, kompres hangat, atau peregangan ringan, nyeri leher akan berangsur membaik.

Namun, jika nyeri leher tidak membaik setelah beberapa hari, atau nyeri leher justru semakin sering muncul, kondisi ini perlu diperhatikan lebih serius.

Mengapa Nyeri Leher Bisa Berkepanjangan?

Nyeri leher berkepanjangan bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

1. Postur Tubuh yang Buruk

Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel atau laptop dapat memicu nyeri leher. Posisi kepala yang terus-menerus condong ke depan membuat otot leher bekerja lebih keras dan menyebabkan nyeri leher kronis.

2. Terlalu Lama Duduk

Pekerja kantoran sering mengalami nyeri leher karena duduk berjam-jam tanpa peregangan. Kurangnya pergerakan membuat otot tegang dan memicu nyeri leher berulang.

3. Saraf Terjepit di Leher

Nyeri leher yang disertai kesemutan, mati rasa, atau nyeri menjalar ke bahu dan lengan bisa menjadi tanda saraf terjepit. Pada kondisi ini, nyeri leher tidak hanya terasa di satu titik, tetapi bisa menyebar.

4. Pengapuran Tulang Leher

Seiring bertambahnya usia, struktur tulang belakang bisa mengalami perubahan. Pengapuran dapat menyebabkan nyeri leher yang berlangsung lama dan terasa kaku setiap pagi.

5. Cedera atau Trauma

Riwayat benturan atau kecelakaan ringan juga bisa menjadi penyebab nyeri leher berkepanjangan, meskipun awalnya terasa ringan.

Kapan Nyeri Leher Perlu Diperiksakan?

Nyeri leher sebaiknya tidak diabaikan jika:

  • Nyeri leher berlangsung lebih dari satu minggu
  • Nyeri leher yang semakin memberat
  • Nyeri leher disertai sakit kepala hebat
  • Nyeri leher menjalar ke lengan
  • Muncul kelemahan pada tangan, contohnya menggenggam
  • Nyeri Leher yang disertai gangguan keseimbangan

Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan apakah nyeri leher hanya gangguan otot biasa atau ada masalah pada tulang dan saraf.

Cara Sederhana Mengurangi Nyeri Leher

Untuk membantu mencegah dan mengurangi nyeri leher, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan bantal yang menopang leher dengan posisi netral

  • Atur layar komputer sejajar dengan pandangan mata
  • Hindari menunduk terlalu lama
  • Lakukan peregangan leher setiap 1–2 jam
  • Perbaiki postur duduk dan berdiri

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko nyeri leher berulang.

Nyeri leher memang sering dianggap sepele, tetapi nyeri leher yang berkepanjangan tidak boleh diabaikan. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah gangguan yang lebih serius pada tulang belakang dan saraf.

Jika Anda mengalami nyeri leher yang tidak membaik atau semakin mengganggu aktivitas, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di EMC Alam Sutera. Dengan evaluasi yang menyeluruh, dokter dapat membantu mengetahui penyebab nyeri leher dan menentukan penanganan yang sesuai agar kualitas hidup Anda tetap terjaga.

Artikel ditulis oleh dr. Jephtah Tobing, MD,B.Med.Sci (Hons), Sp.OT (K-Spine) (Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang RS EMC Alam Sutera & EMC Grha Kedoya).