Bukan cuma wanita yang mengalami masa transisi hormon. Pria pun bisa mengalami penurunan testosteron dengan gejala seperti mudah lelah, sulit fokus, hingga penurunan gairah. Andropause adalah istilah populer untuk penurunan testosteron pada pria seiring bertambahnya usia. Namun secara medis, istilah yang lebih tepat adalah Late-Onset Hypogonadism (LOH) merupakan diagnosis medis yang memerlukan gejala yang sesuai dengan kadar testosterone rendah yang terkonfirmasi.
Selama ini, istilah "masa transisi hormon" sering identik dengan wanita yang mengalami menopause. Padahal, pria juga mengalami hal serupa, meski prosesnya lebih perlahan dan jarang disadari. Orang awam mengenal kondisi ini dengan nama andropause, yaitu penurunan bertahap hormon testosteron seiring bertambahnya usia, umumnya mulai terjadi di usia 40-an ke atas.
Berbeda dengan menopause pada wanita yang terjadi dalam rentang waktu relatif singkat, penurunan hormon pada pria berlangsung sangat gradual karena bisa 1-2% per tahun. Karena prosesnya lambat, banyak pria tidak menyadari bahwa berbagai keluhan yang mereka alami sebenarnya saling berkaitan dan bersumber dari perubahan hormon ini.
Gejala LOH yang Sering Tidak Disadari
Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul bersamaan dan berlangsung cukup lama:
- Mudah lelah dan energi menurun.
Merasa cepat capek meski aktivitas tidak seberat biasanya, atau butuh waktu lebih lama untuk pulih setelah beraktivitas. Rasa lelah ini seringkali tidak membaik meski sudah cukup istirahat. - Sulit berkonsentrasi dan daya ingat menurun
Beberapa pria mulai merasa lebih sulit fokus saat bekerja, mudah lupa hal-hal kecil, atau merasa "kurang tajam" secara mental dibanding sebelumnya. - Perubahan suasana hati
Perubahan ini membuat pria menjadi lebih mudah tersinggung, cemas tanpa sebab jelas, atau justru merasa lebih murung dari biasanya. Perubahan mood ini kerap disalahartikan sebagai stres kerja semata. - Penurunan gairah dan fungsi seksual
Salah satu gejala yang paling sering dikaitkan dengan andropause adalah menurunnya dorongan seksual (libido), serta gangguan fungsi ereksi yang tidak dialami sebelumnya. - Perubahan komposisi tubuh
Massa otot berkurang meski pola makan dan olahraga tidak berubah, sementara lemak tubuh, terutama di area perut cenderung bertambah. - Gangguan tidur
Sulit tidur nyenyak, sering terbangun di tengah malam, atau justru merasa tidak segar meski jam tidur sudah cukup. - Penurunan kepadatan tulang dan kekuatan fisik
Pada jangka panjang, kadar testosteron yang rendah juga dapat memengaruhi kepadatan tulang, sehingga tubuh terasa kurang bertenaga dibanding sebelumnya.
Kenapa Sering Terlambat Disadari?
Karena gejalanya muncul secara bertahap dan menyerupai keluhan umum lain seperti stres, kelelahan kerja, atau sekadar "efek penuaan", Late-Onset Hypogonadism (LOH) sering kali tidak dikaitkan dengan perubahan hormon. Banyak pria baru menyadarinya setelah gejala berlangsung cukup lama dan mulai memengaruhi kualitas hidup, hubungan, maupun produktivitas kerja.
Padahal, semakin dini kondisi ini dikenali, semakin mudah pula penanganannya disesuaikan, baik melalui perubahan gaya hidup maupun, bila diperlukan, terapi medis yang tepat.
Kapan Perlu Periksa ke Dokter?
Pertimbangkan untuk berkonsultasi apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan, terutama jika:
- Berlangsung lebih dari beberapa bulan
- Sudah memengaruhi produktivitas, mood, atau hubungan dengan pasangan
- Disertai penurunan gairah atau fungsi seksual yang signifikan
- Muncul di usia 40 tahun ke atas tanpa penyebab lain yang jelas
Pemeriksaan kadar hormon melalui tes darah sederhana dapat membantu memastikan apakah keluhan yang dialami memang berkaitan dengan penurunan testosteron atau ada faktor lain yang mendasarinya.
Jangan Anggap Ini Sekadar "Efek Usia"
Late-Onset Hypogonadism (LOH) bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja sebagai bagian dari penuaan. Tim dokter spesialis Urologi RS EMC Grha Kedoya siap membantu Anda menelusuri penyebab gejala yang dialami melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk evaluasi kadar hormon, sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Jangan biarkan energi, fokus, dan kualitas hidup Anda terus menurun tanpa penjelasan. Konsultasikan keluhan Anda bersama dokter spesialis Urologi di RS EMC Grha Kedoya, dan temukan kembali versi terbaik diri Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Davis Jouwena,Sp.U (Dokter Spesialis Bedah Urologi RS EMC Grha Kedoya).