Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama kesehatan di seluruh dunia maupun di Indonesia. Prevalensi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menjadi suatu pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, bahwa jumlah pasien dengan DM di dunia mencapai 347 juta orang dan lebih dari 80% kematian akibat DM terjadi pada negara miskin dan berkembang. Penyakit DM sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar. Oleh karenanya semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, seharusnya ikut serta secara aktif dalam usaha penangulangan DM, khususnya dalam upaya pencegahan.  

Diabetes melitus ditandai adanya peningkatan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh akibat tidak berfungsinya insulin sang pengatur gula darah tubuh. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. Gula darah yang tidak terkontrol dan tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pada mata, ginjal dan persyarafan. 

Gejala yang khas pada DM terdiri dari sering merasa haus, sering merasa lapar dan terjadi peningkatan frekuensi berkemih terutama malam hari. Namun demikian, gejala lain bisa saja terjadi, seperti turun berat badan tanpa sebab,kelelahan pandangan kabur, luka yang lama sembuh, sering mengalami infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina, sehingga bila gejala-gejala diatas ini timbul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam anda untuk mendapat pengobatan segera.

Penanganan DM meliputi 5 pilar yang sudah ditetapkan oleh American Diabetes Association (ADA) dan perkumpulan endokrin Indonesia (Perkeni), yang  terdiri dari edukasi, pengaturan pola makan, olahraga, obat-obatan dan pemantauan gula darah mandiri. Dengan edukasi, diharapkan para penderita diabetes akan mendapatkan informasi tentang DM yang benar dan pola hidup sehat. Pengaturan pola makan pada penderita DM meliputi pengaturan jadwal makan, jumlah makanan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang tidak sama, sehingga bila berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik, maka akan dapat diperoleh asupan kalori yang dibutuhkan per hari serta komposisi karbohidrat, protein dan lemak yang benar.

Jenis olahraga yang disarankan untuk penderita DM adalah berjalan kaki, bersepeda, berlari maupun berenang, dan disarankan dilakukan secara teratur, setidaknya seminggu 3 sampai 4 kali selama 30 menit. Olahraga pada penderita DM dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin sehingga gula darah akan terkendali serta mendapat bonus penurunan berat badan. Pemberian obat-obatan oleh dokter spesialis penyakit dalam biasanya dapat berupa obat oral dan suntik yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pemantauan gula darah mandiri dapat dilakukan dengan alat pengukur gula darah yang sudah banyak tersedia dan sudah dikalibrasi secara berkala. Waktu pemeriksaan dapat dilakukan sesaat sebelum makan, 2 jam sesudah makan dan ketika mengalami gejala-gejala tertentu. Pencegahan DM dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat, seperti cek kesehatan secara berkala, jauhi rokok, rutinkan aktifitas fisik, kedepankan pola makan seimbang yang didalamnya termasuk menjaga berat badan ideal, istirahat cukup dan kelola stress dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh dr. Endang Widyastuti, M.Gizi, Sp.GK yang merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik di RS EMC Sentul. Konsultasikan masalah kesehatan gizi anda dengan dr Endang Widyastuti yang praktek pada hari Selasa dan Kamis pk 16.00 – pk 18.00 di Rumah Sakit EMC Sentul.