Mengenal Aneurisma Otak: Penyebab, Gejala, dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Otak merupakan pusat kendali seluruh fungsi tubuh, mulai dari berpikir, bergerak, hingga mengatur kerja organ vital. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat mengancam kesehatan otak tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Salah satunya adalah aneurisma otak, kondisi yang sering kali tidak disadari hingga menimbulkan komplikasi serius. Apabila kondisi ini tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat dapat menyebabkan perdarahan otak yang mengancam jiwa. Hal ini bisa terjadi bukan saja pada usia tua, tapi bisa terjadi pada usia muda. Pemahaman mengenai kondisi ini menjadi langkah penting dalam upaya deteksi dan penanganan dini.

Apa Itu Aneurisma Otak?

Aneurisma otak atau aneurisma intrakranial adalah pelebaran abnormal pada pembuluh darah di otak yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya tonjolan menyerupai balon kecil yang dapat menipis dan pecah sewaktu-waktu. Jika aneurisma pecah, darah akan mengalir ke ruang di sekitar otak dan menyebabkan perdarahan subaraknoid (Subarachnoid Hemorrhage/SAH), suatu kondisi darurat yang dapat berujung pada stroke, koma, bahkan kematian.

Seiring waktu, aneurisma dapat membesar dan berisiko pecah, menyebabkan perdarahan di sekitar otak yang dikenal sebagai stroke perdarahan atau perdarahan subaraknoid. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.

Faktor Risiko Terjadinya Aneurisma Otak

Hingga saat ini, penyebab pasti terbentuknya aneurisma otak belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kebiasaan merokok
  • Faktor genetik atau bawaan
  • Cedera pada pembuluh darah
  • Infeksi tertentu yang melibatkan pembuluh darah

Gejala Aneurisma Otak

Pada banyak kasus, aneurisma tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan. Namun, beberapa pasien dapat mengalami:

  • Sakit kepala
  • Nyeri dan kaku pada tengkuk (kaku kuduk)
  • Gangguan penglihatan
  • Kejang
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Nyeri wajah
  • Gangguan saraf kranial

Penanganan Aneurisma Otak

Penanganan aneurisma otak bertujuan untuk mencegah pecahnya aneurisma atau menghentikan perdarahan jika aneurisma telah pecah. Salah satu prosedur minimal invasif dalam penanganan aneurisma otak  menggunakan tindakan endovascular coiling.

Dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha atau pergelangan tangan menuju pembuluh darah otak. Selanjutnya, coil atau kawat platinum khusus ditempatkan di dalam aneurisma untuk membentuk bekuan darah dan menutup aneurisma dari aliran darah. Keuntungan prosedur ini antara lain luka tindakan lebih kecil, masa pemulihan lebih cepat dan risiko komplikasi pascaoperasi lebih rendah pada beberapa kasus.

Risiko Komplikasi Aneurisma Otak

Risiko dan komplikasi yang terjadi dapat bervariasi, mulai dari gangguan neurologis ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa.

  1. Perdarahan Otak (Subarachnoid Hemorrhage).
  2. Stroke.
  3. Penyempitan pembuluh darah otak.
  4. Penumpukan cairan di rongga otak (hidrosefalus).

Faktor yang meningkatkan resiko komplikasi:

  1. Ukuran aneurisma yang besar.
  2. Lokasi aneurisma tertentu di pembuluh darah otak.
  3. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  4. Kebiasaan merokok.
  5. Konsumsi alkohol berlebihan.
  6. Riwayat keluarga dengan aneurisma otak.
  7. Usia lanjut.

Lakukan Pemeriksaan di RS EMC Cikarang

Aneurisma otak merupakan kondisi serius yang dapat mengancam jiwa apabila pecah. Banyak aneurisma tidak menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan dan deteksi dini sangat penting, terutama pada individu dengan faktor risiko seperti hipertensi dan kebiasaan merokok. Dengan kemajuan teknologi bedah saraf dan neurointervensi, berbagai pilihan terapi kini tersedia untuk membantu mencegah pecahnya aneurisma dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Jika Anda mengalami sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau gejala neurologis lainnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis bedah saraf atau neurointervensi RS EMC Cikarang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.

Artikel ditulis oleh dr. H. Tranggono Yudo Utomo, Sp.N, M.Si.Med, FINA, C.MSC  (Dokter Spesialis Saraf/Neurologi - Neurointervensi RS EMC Cikarang).