Mengapa Terlalu Sering Mencari Informasi Kesehatan di Internet Justru Memicu Kecemasan?

Pernahkah Anda merasakan sakit kepala ringan, lalu mencoba mencari penyebabnya di internet? Awalnya hanya ingin memastikan apakah kondisi tersebut berbahaya. Namun, setelah membaca berbagai artikel atau pengalaman orang lain, pikiran justru dipenuhi kekhawatiran bahwa gejala tersebut merupakan tanda penyakit serius. Jika hal ini sering terjadi, Anda tidak sendirian.

Di era digital, internet menjadi sumber informasi kesehatan yang mudah diakses. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar akurat atau sesuai dengan kondisi setiap orang. Penelitian menunjukkan bahwa pencarian informasi kesehatan secara berlebihan justru dapat meningkatkan kecemasan dan membuat seseorang semakin sulit merasa tenang (Starcevic & Berle, 2013).

Apa Itu Cyberchondria?

Cyberchondria adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan berlebihan terhadap kesehatannya akibat terus-menerus mencari informasi kesehatan di internet (Starcevic & Berle, 2013).

Istilah ini berasal dari gabungan kata cyber dan hypochondria. Seseorang biasanya mencari informasi untuk mendapatkan kepastian mengenai keluhan yang dialami. Namun, setelah menemukan berbagai kemungkinan diagnosis, kecemasan justru meningkat sehingga muncul dorongan untuk terus mencari informasi tanpa pernah merasa benar-benar yakin.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami sakit kepala ringan mungkin awalnya hanya ingin mengetahui penyebabnya. Namun setelah membaca berbagai artikel mengenai tumor otak atau stroke, ia mulai yakin dirinya menderita penyakit tersebut, meskipun belum menjalani pemeriksaan oleh dokter.

Perlu dipahami bahwa cyberchondria bukan berarti seseorang berpura-pura sakit. Rasa cemas yang muncul nyata dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hubungan sosial, hingga kualitas hidup (McMullan et al., 2019).

Mengapa Cyberchondria Bisa Terjadi?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cyberchondria antara lain:

  • Mudah merasa cemas terhadap kondisi kesehatan.
  • Terlalu sering mencari informasi kesehatan di internet tanpa batasan.
  • Sulit membedakan sumber informasi yang valid dengan informasi yang belum terbukti.
  • Terpapar konten penyakit berat secara berulang di media sosial.
  • Memiliki pengalaman pribadi atau keluarga dengan penyakit serius.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang, semakin besar kecenderungannya untuk terus melakukan pencarian informasi kesehatan secara berulang, yang akhirnya memperkuat rasa cemas tersebut (McMullan et al., 2019).

Tanda-Tanda Cyberchondria

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Terus-menerus mencari informasi mengenai gejala yang sama.
  • Semakin cemas setelah membaca informasi kesehatan.
  • Meyakini diri menderita penyakit serius sebelum diperiksa dokter.
  • Sulit berhenti memikirkan kemungkinan penyakit yang diderita.
  • Berulang kali meminta kepastian melalui internet atau kepada banyak orang.
  • Aktivitas sehari-hari terganggu akibat rasa khawatir terhadap kesehatan.

Bijak Menggunakan Informasi Kesehatan di Era Digital

Internet dapat menjadi sumber edukasi kesehatan yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Namun, informasi yang ditemukan di internet tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda sehingga diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala yang dibaca secara daring (World Health Organization, 2024).

Apabila Anda merasa semakin cemas setiap kali mencari informasi kesehatan di internet, terus-menerus memikirkan kemungkinan menderita penyakit tertentu, atau kecemasan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Penanganan sejak dini dapat membantu mengelola kecemasan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Artikel ditulis oleh dr. Eva Suryani,Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa RS EMC Alam Sutera).

Daftar Pustaka 

McMullan, R. D., Berle, D., Arnáez, S., & Starcevic, V. (2019). The relationships between health anxiety, online health information seeking, and cyberchondria: Systematic review and meta-analysis. Journal of Affective Disorders, 245, 270–278.

Starcevic, V., & Berle, D. (2013). Cyberchondria: Towards a better understanding of excessive health-related Internet use. Expert Review of Neurotherapeutics, 13(2), 205–213.

World Health Organization. (2024). Health literacy and access to reliable health information. World Health Organization.