Banyak orang tua masih bertanya-tanya, kapan waktu terbaik untuk menyunat anak? Ada yang memilih sunat saat bayi, ada yang menunggu anak masuk sekolah, bahkan ada yang menunda hingga anak beranjak remaja. Tidak sedikit pula orang tua yang khawatir anak akan merasa takut atau kesakitan sehingga memilih menunda prosedur tersebut. Padahal, selain menjadi bagian dari tradisi dan ajaran agama bagi sebagian masyarakat, sunat (sirkumsisi) juga memiliki manfaat medis bagi kesehatan anak.
Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk melakukan sunat?
Apa Itu Sunat?
Sunat atau sirkumsisi adalah tindakan medis untuk mengangkat sebagian atau seluruh kulup (preputium), yaitu kulit yang menutupi ujung penis.
Prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis dengan teknik yang aman dan disesuaikan dengan usia serta kondisi anak. Saat ini, terdapat berbagai metode sunat modern yang bertujuan memberikan hasil yang baik dengan proses pemulihan yang lebih nyaman.
Kapan Waktu Terbaik Anak Disunat?
Sebenarnya tidak ada satu usia yang dianggap paling tepat untuk semua anak. Waktu pelaksanaan sunat dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak, kesiapan keluarga, serta pertimbangan medis.
Beberapa orang tua memilih melakukan sunat pada masa bayi karena proses penyembuhan umumnya lebih cepat dan bayi belum aktif bergerak. Sementara itu, ada juga yang memilih saat anak sudah lebih besar agar dapat memahami proses yang akan dijalani dan bekerja sama selama perawatan.
Yang terpenting, anak berada dalam kondisi sehat saat menjalani tindakan dan sunat dilakukan oleh dokter yang berkompeten dengan teknik yang sesuai.
Kapan Sunat Dianjurkan karena Alasan Medis?
Selain dilakukan atas alasan agama, budaya, atau pilihan keluarga, sunat juga dapat dianjurkan pada beberapa kondisi medis, seperti:
- Fimosis, yaitu kulup tidak dapat ditarik ke belakang sehingga mengganggu kebersihan atau menyebabkan keluhan.
- Infeksi berulang pada kulup atau kepala penis (balanitis atau balanopostitis).
- Parafimosis, yaitu kondisi ketika kulup yang telah ditarik tidak dapat kembali ke posisi semula sehingga menjadi keadaan darurat.
- Kelainan tertentu yang dinilai dokter memerlukan tindakan sirkumsisi.
Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan apakah sunat memang diperlukan karena indikasi medis.
Apa Manfaat Sunat bagi Kesehatan?
Beberapa manfaat sunat yang telah diketahui antara lain:
- Memudahkan menjaga kebersihan penis.
- Menurunkan risiko infeksi pada kulup dan kepala penis.
- Mengurangi risiko terjadinya fimosis dan parafimosis.
- Menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada kondisi tertentu, terutama pada bayi dengan faktor risiko tertentu.
- Membantu menjaga kesehatan organ reproduksi di kemudian hari.
Meskipun demikian, manfaat yang diperoleh tetap harus diimbangi dengan perawatan luka yang baik setelah tindakan.
Bagaimana Perawatan Setelah Sunat?
Agar proses penyembuhan berjalan optimal, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Jaga area luka tetap bersih dan kering.
- Ganti balutan sesuai anjuran dokter.
- Berikan obat yang diresepkan sesuai petunjuk.
- Gunakan pakaian yang longgar agar tidak menekan area luka.
- Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan gesekan berlebihan sampai luka membaik.
- Segera kontrol apabila muncul perdarahan yang tidak berhenti, demam, nyeri yang semakin berat, atau tanda-tanda infeksi.
Sebagian besar anak dapat kembali beraktivitas secara bertahap setelah proses penyembuhan berjalan dengan baik.
BACA JUGA: Mengenal Fimosis dan Parafimosis: Gangguan Kulup Penis yang Perlu Diwaspadai
Konsultasikan Waktu Sunat yang Tepat dengan Dokter Bedah Anak
Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga waktu terbaik untuk sunat tidak selalu sama. Apabila Anda masih bingung kapan anak sebaiknya disunat atau ingin mengetahui metode yang paling sesuai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak.
Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat memberikan rekomendasi mengenai waktu pelaksanaan, teknik yang sesuai, serta perawatan setelah sunat. Dengan persiapan yang baik dan tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman, prosedur sunat dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi anak maupun orang tua.
Artikel ditulis oleh dr. Yohanes Arif Eko N, Sp.BA (Spesialis Bedah Anak RS EMC Alam Sutera).