Label “Less Sugar” Belum Tentu Sehat, Ini Cara Cek Kandungan Gulanya

Saat memilih makanan atau minuman kemasan, banyak orang langsung merasa produk tersebut lebih sehat hanya karena ada tulisan “less sugar”, “low fat”, atau “no added sugar” di bagian depan kemasan. Padahal, klaim tersebut belum tentu berarti produk rendah gula atau aman dikonsumsi berlebihan.

Beberapa produk memang mengurangi kandungan gula dibanding versi sebelumnya, tetapi tetap bisa mengandung pemanis tambahan, kalori tinggi, atau karbohidrat yang cukup besar. Karena itu, penting untuk memahami label gizi agar tidak salah memilih makanan sehari-hari.

“Less Sugar” Tidak Sama dengan Rendah Gula

Istilah “less sugar” atau “reduced sugar” hanya berarti kandungan gulanya lebih rendah dibanding produk pembandingnya. Namun, produk tersebut tetap bisa mengandung gula tambahan seperti sirup jagung, fruktosa, sukrosa, atau pemanis buatan lainnya. Artinya, meskipun rasanya tidak terlalu manis, asupan gula tetap perlu diperhatikan.

Gula Bisa Muncul dengan Banyak Nama

Salah satu hal yang sering tidak disadari adalah gula tidak selalu ditulis dengan kata “sugar”.

Pada daftar komposisi, gula bisa muncul dengan nama lain seperti:

  • fruktosa,
  • glukosa,
  • sirup jagung,
  • sukrosa,
  • dekstrosa,
  • maltosa,
  • honey,
  • atau caramel syrup.

Semakin banyak jenis gula dalam daftar komposisi, semakin tinggi kemungkinan kandungan gula tambahannya.

Bagian Label Gizi yang Perlu Diperhatikan

1. Takaran Saji

Angka pada label gizi dihitung berdasarkan satu sajian, bukan satu kemasan.

Misalnya, satu botol minuman mengandung 12 gram gula per sajian. Jika isi botol terdiri dari dua sajian, maka total gula yang dikonsumsi menjadi 24 gram.

2. Total Sugar dan Added Sugar

Total sugar menunjukkan seluruh kandungan gula dalam produk, sedangkan added sugar adalah gula tambahan yang dimasukkan saat proses produksi. Semakin tinggi added sugar, semakin besar risiko konsumsi gula berlebih.

3. Kandungan Kalori

Produk dengan label “less sugar” belum tentu rendah kalori. Beberapa makanan tetap tinggi kalori karena tambahan lemak atau karbohidrat.

4. Daftar Komposisi

Bahan yang ditulis paling awal berarti jumlahnya paling banyak dalam produk tersebut. Jika gula berada di urutan awal komposisi, artinya kandungan gulanya cukup tinggi.

Apa Risiko Konsumsi Gula Berlebih?

Konsumsi gula berlebihan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko:

Pada anak-anak, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan kebiasaan makan manis sejak dini.

Tips Memilih Produk Lebih Bijak

  • Jangan hanya fokus pada tulisan depan kemasan
  • Bandingkan kandungan gula antarproduk
  • Pilih produk dengan added sugar lebih rendah
  • Perhatikan jumlah gula per sajian
  • Cek daftar komposisi sebelum membeli
  • Batasi konsumsi minuman manis kemasan setiap hari

BACA JUGA: Stres dan Gula Darah, Apakah Keduanya Saling Berhubungan?

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?

Pemeriksaan ke dokter atau dokter spesialis gizi klinik disarankan bila:

  • Memiliki diabetes atau pradiabetes
  • Berat badan sulit terkontrol
  • Sering mengonsumsi makanan dan minuman kemasan
  • Memiliki riwayat kolesterol tinggi atau hipertensi

Konsultasi sejak dini dapat membantu memahami kebutuhan gizi harian sekaligus mencegah risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebih.

RS EMC Cikarang menyediakan layanan konsultasi gizi dan pemeriksaan kesehatan untuk membantu masyarakat memahami pola makan yang lebih sehat, termasuk edukasi membaca label gizi dan pengaturan asupan gula sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Artikel ditulis oleh dr. Noviyanti, Sp.GK  (Dokter Spesialis Gizi Klinik RS EMC Cikarang).