Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sel-sel kulit berkembang terlalu cepat. Akibatnya, terjadi penumpukan sel kulit yang membentuk bercak merah, tebal, bersisik putih keperakan, serta dapat terasa gatal, perih, atau nyeri.
Psoriasis bukan penyakit menular, sehingga tidak dapat berpindah melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, atau kontak langsung dengan penderita.
Apa Penyebab Psoriasis?
Penyebab pasti psoriasis belum diketahui. Namun, kondisi ini terjadi karena gangguan sistem kekebalan tubuh yang memicu percepatan regenerasi sel kulit. Pada kulit normal, pergantian sel berlangsung sekitar 28–30 hari, sedangkan pada psoriasis proses ini dapat terjadi hanya dalam 3–7 hari, sehingga sel kulit menumpuk di permukaan.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperberat psoriasis meliputi:
- Riwayat keluarga dengan psoriasis
- Stres
- Infeksi, seperti radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus
- Cedera pada kulit (luka, goresan, atau terbakar matahari)
- Cuaca dingin dan kering
- Merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Obat-obatan tertentu, seperti lithium, beta blocker, atau antimalaria tertentu
Gejala yang Sering Muncul pada Psoriasis
Gejala dapat berbeda pada setiap orang, namun yang paling sering meliputi:
- Bercak merah dengan sisik putih keperakan
- Kulit kering hingga pecah-pecah dan terkadang berdarah
- Gatal, rasa terbakar, atau nyeri pada kulit
- Kulit menebal
- Kuku menebal, berlubang-lubang kecil (pitting), berubah warna, atau mudah terlepas
- Nyeri dan bengkak pada sendi pada sebagian penderita (psoriatic arthritis)
Psoriasis dapat muncul di berbagai bagian tubuh, namun paling sering ditemukan pada kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyerang telapak tangan, telapak kaki, serta kuku tangan dan kaki, yang dapat menyebabkan kuku menebal, berubah warna, atau mudah terlepas. Meskipun demikian, psoriasis tidak terbatas pada area-area tersebut dan dapat muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk lipatan kulit maupun area sensitif, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit.
Apakah Psoriasis Bisa Sembuh?
Psoriasis merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat sehingga penderita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Psoriasis biasanya mengalami periode flare (kambuh) dan remisi (gejala membaik atau menghilang sementara).
Pengobatan psoriasis disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, luas area kulit yang terdampak, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien. Karena itu, terapi sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter agar hasil pengobatan optimal dan risiko efek samping dapat dipantau dengan baik.
Tips Mengurangi Kekambuhan
Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kekambuhan psoriasis:
- Gunakan pelembap secara rutin
- Hindari menggaruk kulit
- Kelola stres
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Jaga berat badan ideal
- Gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan
- Minum obat sesuai anjuran dokter
- Kontrol rutin untuk memantau kondisi kulit
Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan serta penumpukan sel kulit secara berlebihan, sehingga muncul bercak merah yang bersisik. Meskipun tidak menular dan belum dapat disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat, perawatan kulit yang baik, serta menghindari faktor-faktor pencetus. Dengan penanganan yang optimal, kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga.
Konsultasi Bersama Dokter Sekarang
Segera konsultasikan ke dokter apabila bercak kulit semakin meluas, terasa sangat nyeri atau berdarah, disertai nyeri dan pembengkakan pada sendi, atau tidak membaik meskipun telah menjalani pengobatan. Pemeriksaan juga dianjurkan jika psoriasis mulai mengganggu aktivitas sehari-hari maupun menurunkan kualitas hidup.
Jangan tunda pemeriksaan. Konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di RS EMC Cikarang untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Patricia S.U. Br Hutagalung, M.Ked (D.V), Sp.D.V.E (Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika RS EMC Cikarang).