Penting untuk kita ketahui, Covid-19 adalah virus corona baru dan berpotensi serius. Ada banyak coronavirus, mulai dari flu hingga virus yang lebih serius seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Hingga saat ini belum ada vaksin untuk melawan Covid-19, dan penderita diabetes lebih rentan terhadap efek virus tersebut.

Namun, penderita diabetes melitus diharapkan tidak perlu terlampau cemas jika terpapar virus Covid-19. Karena risiko tertular Covid-19 bagi seseorang yang mengidap penyakit yang sering disebut dengan penyakit gula ini dengan seseorang yang sehat pada dasarnya sama. Meski begitu, jika penderita diabetes melitus tertular Covid-19, maka gejalanya akan lebih buruk. Karena Covid-19 menyebabkan infeksi dan jika infeksinya berat akan mengganggu seluruh organ tubuh.

Pengaruh Covid-19 terhadap penderita Diabetes


Penyandang diabetes melitus akan meningkatkan potensi terkena infeksi, yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC. Penyakit gula juga bisa meningkatkan risiko luka di kaki, misalnya infeksi luka tertusuk di kaki yang dapat semakin parah, gejalanya lebih berat, lebih lama dan lebih luas jika seseorang mengidap diabetes melitus.

Yang perlu diperhatikan bahwa 75% pasien diabetes melitus mengalami gangguan jantung. Selain itu, hampir 50% pasien diabetes melitus mengalami gagal ginjal. Apabila kadar glukosa tidak dikendalikan, maka proses kerusakan jaringan tubuh akan terus berlangsung hingga terjadi kerusakan yang berat sehingga timbul komplikasi. Sebagian besar kematian pada pasien diabetes diakibatkan oleh komplikasi jantung atau kardiovaskular.

Ketika orang dengan diabetes terpapar infeksi virus, dampaknya menjadi sulit diobati karena fluktuasi kadar glukosa darah dan, mungkin adanya komplikasi diabetes. Ada dua alasan yang mendasari risiko pada penderita diabetes cukup tinggi. Pertama, sistem kekebalan terganggu, membuatnya lebih sulit untuk melawan virus, dan kemungkinan mengarah ke periode pemulihan yang lebih lama. Kedua, virus dapat berkembang di lingkungan glukosa darah tinggi.

Pencegahan dini dari Covid-19 bagi penderita Diabetes

Seperti penyakit pernapasan lainnya, Covid-19 tersebar melalui tetesan udara yang tersebar ketika orang yang terinfeksi berbicara, bersin atau batuk. Virus ini dapat bertahan hidup dari beberapa jam hingga beberapa hari tergantung pada kondisi lingkungan. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes untuk terhindar dari infeksi virus tersebut?

Bagi penderita diabetes, wajib mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan menghindari virus ini, yaitu dengan cara sebagai berikut:

  1. Cuci tangan dengan seksama dan teratur.
  2. Jangan menyentuh wajah sebelum mencuci dan mengeringkan tangan.
  3. Bersihkan dan desinfeksi semua benda dan permukaan yang sering disentuh.
  4. Jangan berbagi makanan, gelas, handuk, peralatan, dan benda pribadi lainnya.
  5. Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau tutup dengan lengan jika tidak memiliki tisu di tangan (buang tisu pada tempatnya setelah digunakan).
  6. Usahakan untuk menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk.

Serta rajin cek kesehatan secara berkala, rajin berolahraga dan makan makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Jika Anda mengalami gejala yang tidak seperti biasanya, segera konsultasikan ke dokter. #LiveExcellently

Artikel ditulis oleh dr. Leny Puspitasari, Sp.PD-KEMD-FINASIM (Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Diabetes & Endokrin di Rumah Sakit EMC Tangerang).