"Penasaran sedikit, malah jadi kepikiran seharian."
Mungkin Anda pernah mengalaminya. Awalnya hanya ingin mencari tahu penyebab nyeri dada, sakit kepala, atau benjolan kecil di tubuh melalui internet. Namun, setelah membaca berbagai artikel dan pengalaman orang lain, rasa cemas justru semakin meningkat. Akhirnya Anda terus mencari informasi hingga berjam-jam tanpa benar-benar merasa tenang.
Jika kondisi ini terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi Anda mengalami cyberchondria, yaitu kecenderungan mencari informasi kesehatan secara berlebihan di internet yang justru memperparah kecemasan (Starcevic & Berle, 2013).
Apa yang Terjadi Ketika Seseorang Mengalami Cyberchondria?
Tidak semua orang yang mencari informasi kesehatan di internet mengalami cyberchondria. Namun, beberapa tanda yang sering ditemukan meliputi (McMullan et al., 2019):
- Terus-menerus mencari informasi mengenai gejala yang sama.
- Sulit merasa tenang meskipun telah membaca banyak informasi.
- Meyakini keluhan ringan sebagai tanda penyakit serius.
- Sering membandingkan gejala dengan pengalaman orang lain di media sosial atau forum kesehatan.
- Sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan kemungkinan penyakit.
- Berulang kali meminta kepastian kepada keluarga atau tenaga kesehatan.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang melakukan pencarian informasi kesehatan secara berulang, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dapat muncul sehingga terbentuk lingkaran yang sulit diputus (McMullan et al., 2019).
Bagaimana Cara Mengatasi Cyberchondria?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Batasi waktu mencari informasi kesehatan
Tetapkan batas waktu dan hindari membaca informasi mengenai gejala yang sama secara berulang.
2. Gunakan sumber yang terpercaya
Pilih informasi dari rumah sakit, institusi kesehatan, organisasi profesi, atau tenaga medis. Hindari mengambil kesimpulan dari unggahan media sosial yang belum tentu benar (World Health Organization, 2024).
3. Hindari melakukan self-diagnosis
Informasi di internet hanya bersifat edukatif. Diagnosis suatu penyakit memerlukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang.
4. Kelola kecemasan
Tidur yang cukup, olahraga teratur, teknik relaksasi, mindfulness, dan mengurangi paparan media sosial dapat membantu mengurangi kecemasan (American Psychiatric Association, 2024).
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Psikiater?
Segera berkonsultasi apabila kecemasan mulai:
- Mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
- Menyebabkan sulit tidur atau sulit berkonsentrasi.
- Membuat Anda terus-menerus memikirkan penyakit tertentu.
- Menimbulkan dorongan untuk terus mencari informasi kesehatan tanpa merasa puas.
- Memicu serangan panik atau kecemasan yang sulit dikendalikan.
Psikiater akan membantu mengevaluasi apakah keluhan tersebut berkaitan dengan cyberchondria, gangguan kecemasan, atau kondisi kesehatan mental lainnya. Penanganan dapat berupa edukasi, psikoterapi (misalnya Cognitive Behavioral Therapy/CBT), hingga pemberian obat bila memang diperlukan sesuai indikasi medis (National Institute for Health and Care Excellence [NICE], 2020).
Jangan Ragu Mencari Bantuan
Internet merupakan sumber informasi yang bermanfaat, tetapi bukan tempat untuk menegakkan diagnosis. Jika Anda merasa pencarian informasi kesehatan justru membuat semakin takut, cemas, atau mengganggu kualitas hidup, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Penanganan yang tepat dapat membantu memutus siklus cyberchondria sehingga Anda dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
Artikel ditulis oleh dr. Eva Suryani,Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa RS EMC Alam Sutera).
Daftar Pustaka
American Psychiatric Association. (2024). Anxiety disorders. https://www.psychiatry.org/patients-families/anxiety-disorders
McMullan, R. D., Berle, D., Arnáez, S., & Starcevic, V. (2019). The relationships between health anxiety, online health information seeking, and cyberchondria: Systematic review and meta-analysis. Journal of Affective Disorders, 245, 270–278.
National Institute for Health and Care Excellence. (2020). Generalised anxiety disorder and panic disorder in adults: Management (CG113). https://www.nice.org.uk/guidance/cg113
Starcevic, V., & Berle, D. (2013). Cyberchondria: Towards a better understanding of excessive health-related Internet use. Expert Review of Neurotherapeutics, 13(2), 205–213.
World Health Organization. (2024). Health literacy.