Kapan Sinusitis Perlu Operasi? Ini Penjelasan Dokter THT

Mengalami rasa nyeri di area wajah, dahi yang terasa berat saat menunduk, serta hidung meler atau tersumbat yang tak kunjung membaik tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan ini dapat berkaitan dengan sinusitis, yaitu kondisi peradangan pada mukosa rongga sinus yang berada di sekitar hidung dan wajah. Peradangan pada mukosa sinus dapat menyebabkan pembengkakan, produksi lendir berlebih, serta terganggunya aliran lendir dari rongga sinus.

Saat terdiagnosis sinusitis, salah satu ketakutan terbesar yang sering muncul di pikiran pasien adalah bayangan tentang tindakan pembedahan. Namun, apakah sinusitis selalu harus dioperasi?

Jawabannya Sinusitis Tidak Selalu Dioperasi

Kabar baiknya, mayoritas kasus sinusitis tidak memerlukan tindakan operasi. Penanganan sinusitis selalu dilakukan secara bertahap, dimulai dari metode non-bedah (konservatif).

Dokter Spesialis THT umumnya akan mengkategorikan sinusitis terlebih dahulu berdasarkan durasi dan tingkat keparahannya:

  • Sinusitis Akut (berlangsung kurang dari 4 minggu)

Peradangan pada mukosa sinus yang berlangsung dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini pada banyak kasus dapat membaik dengan penanganan medis dan perawatan yang sesuai.

  • Sinusitis Kronis (berlangsung lebih dari 12 minggu)

Peradangan berlangsung lama dan sering berulang, bisa dipicu oleh polip hidung, struktur tulang hidung yang bengkok (deviasi septum), atau alergi berat.

Penanganan Pertama: Terapi Obat-Obatan (Konservatif)

Sebelum mempertimbangkan opsi pembedahan, dokter spesialis THT akan memberikan penanganan medis awal yang disesuaikan dengan penyebab utamanya.
Beberapa penanganan yang dapat diberikan antara lain:

  • Menghindari pencetus

Pasien dengan alergi dapat dianjurkan menghindari paparan yang memicu keluhan, seperti debu, asap rokok, atau alergen tertentu.

  • Mengatur pola hidup dan lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan, memastikan udara tidak terlalu kering, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjaga kondisi tubuh dapat membantu mendukung kesehatan saluran pernapasan.

  • Irigasi hidung (cuci hidung dengan cairan saline/NaCl)

Membantu membersihkan lendir, kotoran, dan alergen dari rongga hidung serta membantu menjaga kondisi mukosa hidung.

  • Obat semprot hidung kortikosteroid

Digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada mukosa hidung dan sinus, terutama pada kondisi peradangan kronis atau yang berkaitan dengan alergi.

  • Antihistamin

Dapat diberikan pada pasien dengan komponen alergi untuk membantu mengendalikan gejala seperti bersin, hidung berair, dan rasa gatal.

  • Obat lainnya

Dokter dapat memberikan obat tambahan sesuai dengan penyebab dan gejala yang dialami pasien. Penggunaan obat sebaiknya berdasarkan anjuran dokter, terutama apabila keluhan berlangsung lama atau sering kambuh.

Kapan Operasi Sinusitis Diperlukan?

Tindakan operasi bukanlah pilihan utama pada semua pasien, melainkan dapat menjadi langkah penanganan berikutnya apabila terapi konservatif tidak memberikan hasil yang optimal atau terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan tindakan bedah.

Pada sinusitis kronis, dokter umumnya akan mengevaluasi respons pasien setelah menjalani terapi konservatif secara optimal. Jika setelah sekitar 8–12 minggu terapi yang sesuai gejala tetap menetap atau tidak menunjukkan perbaikan yang memadai, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi, tentunya setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.

Selain respons terhadap terapi, operasi dapat dipertimbangkan apabila ditemukan kondisi seperti:

1. Terapi Konservatif Tidak Membawa Perbaikan

Gejala tetap menetap atau mengganggu meskipun pasien telah menjalani terapi medis secara konsisten dan sesuai anjuran dokter.

2. Adanya Sumbatan atau Kelainan Struktur

Ditemukan polip hidung, pembesaran konka, deviasi septum, atau kelainan anatomi lainnya yang mengganggu ventilasi dan aliran lendir dari rongga sinus.

3. Adanya Kondisi Sinus yang Memerlukan Tindakan Bedah

Pada kondisi tertentu, misalnya adanya massa, kelainan jaringan, atau masalah pada sinus yang tidak dapat ditangani secara optimal dengan terapi konservatif, dokter dapat mempertimbangkan tindakan pembedahan.

4. Terjadi Komplikasi

Peradangan pada sinus dapat menimbulkan komplikasi yang melibatkan area di sekitarnya, seperti rongga mata atau struktur di sekitar otak. Kondisi seperti ini membutuhkan evaluasi dan penanganan medis segera.

Jika setelah evaluasi mendalam dokter menyatakan bahwa operasi memang diperlukan, pasien tidak perlu merasa cemas. Saat ini, dunia kedokteran THT telah menggunakan teknologi pembedahan minimal invasif yang dikenal sebagai FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery). Teknik FESS dilakukan menggunakan alat endoskopik khusus yang dimasukkan melalui lubang hidung alami untuk membuka dan memperbaiki aliran sinus tanpa membuat sayatan pada kulit wajah bagian luar.

Jangan Takut Operasi, Utamakan Diagnosis dan Penanganan yang Tepat

Sinusitis tidak selalu membutuhkan operasi. Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan terapi medis sesuai penyebab dan kondisi pasien. Operasi biasanya dipertimbangkan jika terapi obat tidak memberikan hasil optimal, terdapat sumbatan struktural, atau kondisi tertentu yang membutuhkan tindakan pembedahan.

Jika Anda mengalami hidung tersumbat menetap, nyeri wajah, gangguan penciuman, atau sinusitis yang sering kambuh, konsultasikan dengan Dokter Spesialis THT-BKL di RS EMC Alam Sutera untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Tidak semua sinusitis berakhir di ruang operasi yang terpenting adalah menemukan penyebab dan mendapatkan terapi yang sesuai.

BACA JUGA: Dari Bersin Berulang hingga Nyeri Wajah: Bagaimana Alergi Dapat Berkembang Menjadi Sinusitis

Artikel ditulis oleh dr. M. Firman, Sp.THT-KL (Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) Bedah Kepala dan Leher (BKL) RS EMC Alam Sutera).