Kaki bengkak atau nyeri sering dianggap keseleo biasa. Padahal, pada sebagian kasus, keluhan ini dapat disebabkan oleh Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah bekuan darah di pembuluh vena dalam, umumnya di tungkai atau betis yang jika tidak ditangani berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Bagaimana Bekuan Darah Terbentuk?
Secara medis, DVT terjadi akibat kombinasi tiga faktor yang dikenal sebagai Trias Virchow:
- Aliran darah melambat (stasis vena) misalnya akibat duduk lama.
- Cedera pada dinding pembuluh darah.
- Darah lebih mudah membeku (hiperkoagulabilitas) misalnya pasca operasi, kehamilan, atau penggunaan obat hormonal.
Ketiganya bisa muncul bersamaan atau salah satunya lebih dominan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Bengkak pada satu kaki tanpa sebab jelas
- Nyeri betis yang menetap atau memburuk
- Kaki terasa berat saat berdiri/berjalan
- Kulit kemerahan dan terasa hangat
Perlu diketahui, cukup banyak penderita DVT tidak merasakan gejala khas sama sekali.
BACA JUGA: Kaki Bengkak dan Nyeri Saat Berjalan, Waspada Gangguan Foot & Ankle
DVT vs Keseleo, Apa Bedanya?
|
Pembeda |
DVT |
Keseleo |
|---|---|---|
|
Penyebab |
Bekuan darah di vena dalam |
Cedera otot/ligamen |
|
Riwayat cedera |
Umumnya tidak ada |
Biasanya ada |
|
Bengkak |
Bisa muncul tanpa benturan |
Muncul setelah cedera |
|
Kulit |
Kemerahan, hangat |
Memar |
|
Perkembangan |
Menetap/memburuk |
Membaik dengan istirahat |
Kenapa DVT Berbahaya?
Selain mengganggu aktivitas, DVT membawa dua risiko komplikasi utama:
- Emboli paru, dengan angka kejadian sebesar 5-20% yaitu adanya bekuan darah yang terlepas dan mengalir ke paru-paru, menyebabkan sesak napas mendadak, nyeri dada, batuk berdarah, hingga kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa.
- Post-thrombotic syndrome (PTS), kondisi jangka panjang akibat kerusakan katup vena pasca DVT, ditandai kaki bengkak kronis, nyeri, hingga perubahan warna kulit. Diperkirakan sekitar 20–40% penderita DVT mengalami PTS, terutama bila penanganan terlambat atau DVT berulang.
Pentingnya Diagnosis Dini
Tidak semua kaki bengkak adalah DVT, dan tidak semua DVT bergejala khas, karena itu diperlukan evaluasi medis untuk memastikan diagnosis, bukan menunggu atau mengobati sendiri. Jangan tunggu sampai bengkak makin parah. Jika kaki Anda atau orang di sekitar anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam atau bedah vaskular untuk mendapat evaluasi dari medis sehingga Anda cepat mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh dr. Londung Brisman Sitorus, Sp.B(K)V (Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular RS EMC Tangerang & Alam Sutera).