Trimester pertama merupakan masa paling penting dalam kehamilan karena pada periode ini embrio berkembang menjadi janin dengan pembentukan organ-organ vital. Namun, pada sebagian kehamilan, perkembangan janin dapat berhenti sebelum memasuki trimester kedua. Kondisi ini dikenal sebagai kehamilan tidak berkembang (missed miscarriage), yaitu ketika embrio telah terbentuk tetapi pertumbuhannya berhenti dan belum keluar secara spontan dari rahim.
Berbeda dengan hamil kosong, pada kondisi ini embrio sudah terlihat di dalam rahim, tetapi tidak lagi berkembang. Karena gejalanya sering kali tidak khas, pemeriksaan rutin ke dokter kandungan sangat penting untuk memastikan kondisi kehamilan.
Mengapa Janin Bisa Tidak Berkembang?
Penyebab paling umum adalah kelainan kromosom yang terjadi saat proses pembuahan. Kelainan ini menyebabkan embrio tidak dapat berkembang secara normal sehingga kehamilan berhenti secara alami. Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko antara lain usia ibu di atas 35 tahun, kelainan bentuk rahim, gangguan hormon seperti diabetes atau penyakit tiroid yang tidak terkontrol, serta gangguan pembekuan darah tertentu.
Perlu diketahui bahwa kondisi ini umumnya bukan disebabkan oleh aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, berjalan, naik tangga, atau olahraga ringan.
Apakah Ibu Akan Merasakan Gejalanya?
Pada awalnya, banyak ibu masih mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual, payudara terasa nyeri, mudah lelah, dan hasil tes kehamilan tetap positif. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan masih diproduksi oleh tubuh.
Seiring waktu, sebagian ibu dapat mengalami perdarahan atau flek, kram perut, atau gejala kehamilan yang mulai berkurang. Namun, tidak sedikit yang sama sekali tidak merasakan keluhan sehingga kondisi baru diketahui saat pemeriksaan USG.
Bagaimana Dokter Menentukan Diagnosis?
Diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya dari gejala. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menilai ukuran embrio dan mendeteksi denyut jantung janin. Bila pertumbuhan berhenti atau denyut jantung tidak ditemukan pada usia kehamilan yang seharusnya, dokter dapat memastikan bahwa kehamilan tidak berkembang. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan USG akan diulang sekitar 7–14 hari kemudian untuk memastikan diagnosis.
Apa Penanganannya?
Penanganan disesuaikan dengan kondisi ibu dan hasil pemeriksaan. Dokter dapat menyarankan menunggu proses keguguran terjadi secara alami, memberikan obat untuk membantu mengeluarkan jaringan kehamilan, atau melakukan tindakan kuretase bila terdapat indikasi medis, seperti perdarahan hebat atau jaringan kehamilan yang tidak keluar seluruhnya.
Setelah penanganan, dokter biasanya akan menjadwalkan kontrol ulang untuk memastikan rahim telah bersih dan kondisi ibu kembali baik.
Kesimpulan
Janin tidak berkembang pada trimester pertama merupakan kondisi ketika embrio yang telah terbentuk berhenti tumbuh sebelum usia kehamilan 13 minggu. Penyebab tersering adalah kelainan kromosom yang terjadi secara spontan dan umumnya tidak dapat dicegah. Karena gejalanya sering menyerupai kehamilan normal, pemeriksaan kehamilan rutin dan USG sesuai jadwal merupakan cara terbaik untuk memastikan perkembangan janin. Apabila muncul perdarahan, nyeri perut, atau terdapat kekhawatiran terhadap kondisi kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh dr. Lisa Puspadewi Susanto, Sp.OG, FICS (Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan RS EMC Alam Sutera).