Untuk Anda yang memiliki aktivitas cukup padat atau rutin membawa beban berat seperti tas pasti pernah merasakan nyeri bahu. Nyeri bahu juga kerap muncul jika Anda suka melakukan aktivitas yang membuat bahu bekerja keras sehingga membuat otot lelah dan tegang yang kemudian memicu nyeri. Mayoritas masyarakat Indonesia memilih penanganan nyeri bahu dengan cara menempelkan koyo atau mengurutnya . Tapi, tahukah Anda tidak semua nyeri bahu bisa dan boleh diurut?

Pahami nyeri bahu dan gejalanya

Nyeri bahu adalah rasa nyeri yang memengaruhi satu atau kedua bahu. Kondisi ini digolongkan berdasarkan tempat, penyebab, tingkat keparahan, dan beberapa faktor lainnya. Bahu terdiri dari persendian bola dan soket yang memiliki jangkauan pergerakan terbesar dari semua sendi dalam tubuh. Persendian ini terdiri dari tulang lengan atas (humerus), tulang belikat atau pisau bahu (shoulder blade), dan tulang selangka (klavikula). Persendian ini juga memiliki banyak otot, tendon, dan ligamen yang memegang sendi bersama-sama. Di atas bahu, ada sendi lain yang disebut sendi acromioclavicular. Karena bahu memiliki jangkauan pergerakan yang luas, maka bahu rentan mengalami luka atau cedera

Saat bahu terasa nyeri, mungkin Anda langsung berasumsi bahwa nyeri disebabkan karena faktor kelelahan dan otot yang tegang. Faktanya, masih banyak faktor yang menyebabkan bahu terasa nyeri, di antaranya:

  • Tendonitis akibat kegiatan yang berlebihan (overuse)
  • Keausan (Wear and tear) akibat penuaan
  • Luka memar
  • Dislokasi atau terlepas dari sambungan
  • Ketidakstabilan sendi
  • Bahu kaku (frozen shoulder)
  • Otot tertarik
  • Cedera saraf seperti saraf terjepit (radiculopathy) dan kerusakan satu atau sekumpulan saraf lengan (brachialis plexus neuropathy)
  • Pemisahan bahu
  • Robeknya tendon sekeliling bahu (rotator cuff)
  • Retak atau fraktur lengan atas
  • Retak atau fraktur tulang selangka

Dari banyak faktor yang menyebabkan nyeri bahu, cedera menjadi penyebab nyeri yang paling sering muncul. Cedera bahu umumnya diperoleh saat jatuh, mendapat pukulan atau tekanan di bahu atau lengan atas, dan bisa juga disebabkan ketika melakukan gerakan memutar atau membungkuk sehingga menyebabkan perlepasan sambungan bahu.

Selain rasa nyeri di sekitar bahu, tanda dan gejala yang biasa menyertai nyeri bahu antara lain:

  • Mati rasa
  • Kesemutan
  • Kelemahan
  • Nyeri
  • Kehangatan di daerah bahu
  • Kemerahan atau perubahan warna lain
  • Memar
  • Keterbatasan dalam jangkauan gerak normal bahu atau lengan

Jika penyebab nyeri karena cedera bahu, biasanya rasa nyeri akan berangsur-angsur menghilang dalam beberapa minggu. Namun, jika rasa sakit Anda tidak disebabkan oleh cedera, terasa tiba-tiba, dengan gangguan yang meningkat, atau menghambat Anda melakukan kegiatan normal, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Memilih penanganan yang tepat untuk nyeri bahu

Sebelum menentukan jenis perawatan yang tepat untuk nyeri bahu, terlebih dahulu dokter spesialis akan melakukan diagnosis menggunakan salah satu atau beberapa tes, seperti:

  1. Rontgen

Rontgen menggambarkan ruang antara bola dan soket bahu, yang dapat menentukan apakah ada pelepasan sambungan (dislokasi) atau ketidakstabilan.

  1. Myelography atau CT scan

CT scan bekerja dengan cara mengambil banyak gambar dari berbagai sudut dengan menggunakan sinar-X dan mengolahnya menjadi gambar tiga dimensi dari area bahu yang diperiksa.

  1. MRI

Sebuah proses pencitraan resonansi magnetik untuk menggambarkan rincian yang berkaitan dengan saraf, tendon, dan ligamen untuk menyelidiki kemungkinan penyebab lain dari nyeri bahu yang tidak muncul di sinar-X.

  1. Elektromiografi atau EMG

EMG bersama dengan tes kecepatan pengantaran saraf atau tes NCV dapat digunakan untuk mendiagnosis penyebab nyeri, mati rasa, dan kesemutan di bahu.

Setelah tes dilakukan dan penyebab khusus nyeri bahu ditemukan, dokter spesialis akan memulai perawatan dengan menggunakan obat seperti anti peradangan (anti inflamasi), pelemasan otot, dan kortikosteroid lokal yang dapat disuntikkan ke dalam sendi. Perawatan menggunakan kortikosteroid lokal lebih sering digunakan untuk mengobati radang sendi di bahu.

Selain obat-obatan, ada kasus di mana tindakan bedah mungkin diperlukan. Ini sering melibatkan kasus-kasus di mana saraf terkena. Untuk sebagian besar jenis nyeri bahu, latihan sering menjadi bagian dari rencana perawatan untuk memulihkan pergerakan. Namun, jika nyeri bahu parah, latihan harus ditunda sampai setelah jangka waktu istirahat yang wajar, atau istirahat dari kegiatan yang menyebabkan ketegangan rasa sakit pada bahu.

Selama masa nyeri, memberikan kompres es ke daerah yang terkena bisa mengurangi rasa sakit dan mengurangi pembengkakan. Kompres dingin dianjurkan setidaknya tiga kali sehari selama 10 hingga 20 menit. Jika bahu terluka, kantung es harus segera digunakan dan kegiatan tertentu yang dapat memperparah pembengkakan harus dihindari. Hal ini termasuk mandi air panas dan minum minuman beralkohol. Panas dapat diterapkan hanya jika pembengkakan mereda.

Lebih lanjut, pasien nyeri bahu juga bisa mencoba metode RICE yang direkomendasikan oleh Dr. Ketut Ngurah Gunapriya, Sp.An, KIC, FIPM, FIPP, CIPS. Metode RICE merupakan singkatan dari:

  • Rest: Istirahatkan bahu yang terluka
  • Ice: Berikan es
  • Compress: Bebat dengan bahan elastis atau perban
  • Elevate: Tinggikan

Jika Anda memiliki masalah pada bahu atau bagian sendi lainnya, Anda bisa mengunjungi layanan Pain Management Centre di RS EMC Sentul dengan Dokter Spesialis Nyeri unggulan yaitu Dr. Ketut Ngurah Gunapriya, Sp.An, KIC, FIPM, FIPP, CIPS. Dokter yang akrab dipanggil dokter Ngurah ini praktek di RS EMC Sentul pada setiap hari Senin pukul 14.00–18.00 WIB, hari Kamis pukul 14.00–18.00 WIB, dan hari Jumat pukul 14.00–18.00 WIB.

Yuk, atasi nyeri bahu dengan tepat untuk kembali bebas beraktivitas. #LiveExcellently