Imunoterapi: Kanker Kandung Kemih dan Saluran Kencing

Mendapatkan diagnosis kanker kandung kemih atau kanker saluran kencing tentu menimbulkan banyak pertanyaan, salah satunya apakah penyakit ini dapat diobati dengan imunoterapi. Seiring berkembangnya dunia medis, pilihan terapi kanker kini semakin beragam. Selain operasi, kemoterapi, dan terapi lain sesuai indikasi, imunoterapi menjadi salah satu pendekatan yang paling mutakhir. 

Apa Itu Kanker Kandung Kemih Dan Saluran Kencing?

Kanker kandung kemih dan saluran kencing adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tidak terkendali pada kandung kemih atau bagian saluran kemih lainnya, seperti ureter dan uretra. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi saluran kemih dan pada tahap lanjut berpotensi menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya. Jenis yang paling sering ditemukan adalah urothelial carcinoma, yaitu kanker yang berasal dari lapisan terdalam kandung kemih.

Gejala yang paling sering dialami adalah adanya darah pada urine (hematuria), baik yang terlihat secara langsung maupun hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Selain itu, penderita juga dapat mengalami:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Sulit menahan keinginan buang air kecil.
  • Nyeri pada panggul atau pinggang, terutama bila penyakit sudah berkembang.

Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi saluran kemih, tidak sedikit pasien yang baru terdiagnosis ketika penyakit sudah berada pada stadium yang lebih lanjut.

Apa Itu Imunoterapi?

Imunoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.

Dalam kondisi normal, sistem imun mampu mengenali sel-sel yang tidak normal. Namun, sel kanker dapat mengembangkan mekanisme untuk menghindari pengawasan sistem imun sehingga tetap dapat tumbuh. Imunoterapi membantu mengaktifkan kembali respons imun agar tubuh lebih efektif dalam mengenali dan menyerang sel kanker.

Kapan Imunoterapi Digunakan pada Kanker Kandung Kemih?

Penggunaannya bergantung pada berbagai faktor, antara lain:

  • Jenis dan stadium kanker kandung kemih / kanker saluran kencing.
  • Apakah kanker masih terbatas pada kandung kemih dan saluran kencing atau telah menyebar ke organ lain.
  • Respons terhadap pengobatan yang telah dijalani sebelumnya.
  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
  • Pertimbangan manfaat dan risiko terapi.

Imunoterapi dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan sesuai indikasi medis dan rekomendasi dokter.

Apa Peran Imunoterapi dalam Pengobatan Kanker Kandung Kemih?

Imunoterapi memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan terapi konvensional. Beberapa perannya dalam penanganan kanker kandung kemih antara lain:

  • Membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
  • Dapat digunakan sebagai bagian dari kombinasi pengobatan dengan metode lain, sesuai kondisi pasien.
  • Memberikan pendekatan terapi yang bersifat individual berdasarkan karakteristik penyakit dan kondisi kesehatan pasien.

Dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Darah pada urine.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil yang berulang.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat tanpa penyebab yang jelas.
  • Sulit menahan buang air kecil.
  • Keluhan berkemih yang tidak membaik meskipun telah mendapatkan pengobatan.

Bagi pasien yang telah didiagnosis kanker kandung kemih / kanker saluran kencing, konsultasi dengan dokter spesialis onkologi medik sangat penting untuk menentukan pilihan terapi yang paling sesuai, termasuk apakah imunoterapi merupakan salah satu opsi pengobatan.

Penanganan yang Tepat Dimulai dari Diagnosis yang Akurat

Perkembangan terapi kanker, termasuk imunoterapi, memberikan harapan baru bagi pasien kanker kandung kemih.

Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker kandung kemih atau telah mendapatkan diagnosis penyakit ini, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Hemato Onkologi Medik. Evaluasi sejak dini akan membantu menentukan rencana pengobatan yang paling tepat sehingga peluang mendapatkan hasil terapi yang optimal menjadi lebih baik.

Artikel ditulis oleh dr. Ryan Ardian Saputra, Sp.PD, Subsp. H.Onk.M (K) (Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Hemato Onkologi Medik RS EMC Alam Sutera & Tangerang).