Kulit dan mata menguning sering dikaitkan dengan hepatitis atau gangguan hati. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi salah satu tanda kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma). Sayangnya, kanker ini sering kali baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut, karena gejala awalnya tidak khas dan menyerupai gangguan saluran pencernaan biasa. Mengenali gejala sejak dini memungkinkan pasien mendapatkan evaluasi dan penanganan yang lebih cepat.
Apa Itu Kanker Saluran Empedu?
Kanker saluran empedu adalah kanker yang tumbuh pada saluran yang berfungsi mengalirkan cairan empedu dari hati menuju usus halus. Saat tumor berkembang, aliran empedu dapat terhambat sehingga terjadi penumpukan bilirubin, yaitu zat berwarna kuning dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit dan bagian putih mata tampak menguning, yang merupakan salah satu gejala khas kanker saluran empedu.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, kanker saluran empedu sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Kulit dan mata menguning.
- Urine berwarna gelap.
- Feses berwarna pucat.
- Gatal di seluruh tubuh tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri pada perut kanan atas.
- Mual, nafsu makan menurun, dan berat badan turun tanpa sebab.
- Tubuh mudah lelah atau terasa lemas.
Keluhan tersebut tidak selalu menandakan kanker saluran empedu. Namun, apabila berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Penyebab dan Mengapa Sering Terlambat Didiagnosis?
Penyebab pasti kanker saluran empedu belum diketahui. Namun, risikonya lebih tinggi pada individu yang berusia di atas 50 tahun, memiliki peradangan kronis pada saluran empedu, penyakit hati kronis, batu saluran empedu (hepatolithiasis). Beberapa penelitian juga menunjukkan diabetes dan obesitas dapat meningkatkan risiko.
Kanker saluran empedu juga sering terlambat terdiagnosis karena pada stadium awal karena belum terlihat gejala yang jelas. Selain itu, keluhan yang muncul sering menyerupai penyakit lain, seperti gangguan lambung, batu empedu, atau penyakit hati. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan laboratorium, USG, CT scan, MRI, atau pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Imunoterapi sebagai Terapi Modern
Pengobatan kanker saluran empedu disesuaikan dengan stadium penyakit, lokasi kanker, dan kondisi kesehatan setiap pasien. Selain operasi, kemoterapi, dan terapi target, saat ini tersedia imunoterapi sebagai salah satu pilihan terapi modern untuk pasien yang memenuhi indikasi.
Imunoterapi bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Berbeda dengan terapi lainnya, imunoterapi memanfaatkan kemampuan alami sistem imun sehingga dapat memberikan respons yang lebih efektif pada sebagian pasien.
Perkembangan penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa imunoterapi dapat menjadi bagian dari penanganan kanker saluran empedu yang efektif pada pasien yang sesuai dengan kriteria medis. Dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menentukan apakah terapi ini merupakan pilihan yang tepat.
Kesimpulan
Kanker saluran empedu merupakan penyakit yang sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya tidak khas dan mudah disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau penyakit hati lainnya. Oleh sebab itu, jangan abaikan keluhan seperti kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap, nyeri perut kanan atas, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Apabila Anda atau orang-orang terdekat sedang menjalani pengobatan kanker saluran empedu atau ingin mengetahui pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter subspesialis hematologi-onkologi medik . Melalui evaluasi yang menyeluruh, dokter dapat menentukan rencana pengobatan yang tepat, termasuk mempertimbangkan terapi modern seperti imunoterapi apabila sesuai dengan indikasi medis.
Artikel ditulis oleh dr. Ryan Ardian Saputra, Sp.PD, Subsp. H.Onk.M (K) (Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Hemato Onkologi Medik RS EMC Alam Sutera & Tangerang).