Pernahkan Anda memeriksa atau meraba tulang belakang Si Kecil untuk memastikan struktur tulang belakangnya normal? Jika belum pernah, sebaiknya Anda lakukan sekarang karena ada kelainan tulang belakang yang tidak menimbulkan rasa nyeri, tapi bisa dilihat atau diraba dan menunjukkan struktur tulang belakang anak tidak normal. Salah satu jenis kelainan tulang belakang yang kerap muncul adalah skoliosis dan kelainan ini bisa muncul bahkan semenjak bayi masih dalam kandungan.

Definisi Skoliosis

Skoliosis merupakan suatu kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping seperti membentuk huru “S” atau “C”. Kondisi ini tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, bayi baru lahir dan anak-anak pun bisa mengalaminya. Skoliosis seringkali ditemukan pada anak yang memasuki masa puber. Pada beberapa kasus, jika derajat lengkungan sangat ringan maka tidak diperlukan perawatan. Lain halnya jika lengkungan cukup parah bahkan mencapai 45 derajat, maka penggunaan jaket khusus bracing atau pembedahan perlu dilakukan. Tindakan ini perlu dilakukan karena derajat lengkungan bisa bertambah setiap tahunnya dan akan memengaruhi postur tubuh saat dewasa nanti.

Skoliosis anak juga disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor genetik, faktor genital bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang, atau sering membawa beban berat. Salah satu jenis skoliosis yang sering ditemukan adalah skoliosis idiopatik di mana penyebab pasti untuk kelainan ini tidak bisa diketahui dan muncul pada anak berusia sepuluh tahun ke atas. Faktor perbedaan jenis kelamin juga berpengaruh pada kondisi derajat lengkungan skoliosis di mana anak perempuan memiliki potensi derajat lengkungan yang lebih besar dan membutuhkan perawatan ekstra dibandingkan dengan anak laki-laki yang rata-rata hanya memiliki derajat lengkungan kecil.

Deteksi Skoliosis Anak Sedari Dini

Kondisi tulang belakang yang melengkung jarang sekali terdeteksi sampai anak mencapai pertumbuhan pesatnya di masa puber. Skoliosis jarang menimbulkan rasa sakit, sehingga anak-anak dan orangtua tidak menyadari adanya skoliosis sampai ada gejala jelas seperti berikut:

  • Salah satu bahu terlihat lebih menonjol dari yang lain
  • Garis pinggang tidak rata
  • Satu pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Keseluruhan postur tubuh miring ke samping

Skoliosis anak biasanya akan terdeteksi saat anak melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah atau mengunjungi dokter spesialis anak. Selain pemeriksaan fisik, skoliosis juga bisa diketahui dengan melakukan foto rontgen sekaligus mengetahui berapa derajat kemiringan tulang belakang. Untuk kemiringan 25 derajat hingga 45 derajat sudah dianggap cukup serius, namun hanya membutuhkan perawatan intensif. Sedangkan untuk kemiringan lebih dari 45 derajat, maka dibutuhkan pembedahan untuk mengembalikan ke postur tubuh normal.

Tahapan Perawatan Skoliosis Anak

Saat mengetahui anak mengalami skoliosis, maka dokter spesialis akan segera merencanakan perawatan yang sesuai dengan hasil diagnosis. Jenis perawatan yang diberikan juga bergantung pada usia anak karena tulang belakang pada usia anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Berikut adalah jenis-jenis pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan oleh anak yang mengalami skoliosis:

  1. Observasi

Jika tulang belakang anak memiliki derajat lengkungan ringan ke sedang (kurang dari 20 derajat) atau anak sudah puber, maka perawatan yang dibutuhkan hanya sebatas pemantauan untuk memastikan lengkungan tidak bertambah buruk. Dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan sekali dan melakukan foto rontgen setiap satu tahun sekali.

  1. Bracing (jaket khusus Skoliosis)

Untuk skoliosis dengan lengkungan yang lebih serius, sekitar 25 derajat hingga 45 derajat, dan anak masih dalam masa pertumbuhan, maka dokter spesialis akan merekomendasikan penggunaan brace. Penggunaan brace sendiri tidak bisa meluruskan kembali tulang belakang yang melengkung, namun sebatas mencegah derajat lengkungan bertambah. Dokter spesialis akan memutuskan jenis brace apa yang terbaik untuk anak dan frekuensi pemakaian sehari-hari. Brace ini bisa dipakai sebelum memakai pakaian dan bisa dilepas saat anak melakukan aktivitas olahraga. Brace akan dilepas sepenuhnya setelah anak dewasa (melewati masa puber).

  1. Pembedahan

Jika anak ternyata memiliki lengkungan yang sangat serius, sekitar 45 derajat dan di atasnya, maka pembedahan dibutuhkan untuk mengurangi lengkungan sekaligus mencegahnya menjadi lebih parah. Pembedahan pada skoliosis merupakan penggabungan tulang belakang, di mana beberapa ruas tulang belakang disatukan sehingga membentuk satu tulang. Penggunaan sekrup atau tangkai baja akan menjaga tulang pada posisinya selama proses penyembuhan. Umumnya, anak akan mampu beraktivitas normal pasca 6 bulan operasi.

Jika menemukan gejala skoliosis pada anak, Anda bisa langsung melakukan konsultasi dengan dr. Christine, Sp.KFR dari RS EMC Sentul untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dr. Christine pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. #LiveExcellently