Kenali tanda-tandanya sejak dini dan jangan tunggu sampai muncul komplikasi
Diabetes Mellitus atau diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Kondisi ini dapat berlangsung perlahan dan sering kali tidak disadari, terutama pada Diabetes Mellitus tipe 2. Bahkan, seseorang dapat mengalami diabetes selama bertahun-tahun sebelum mengetahui bahwa dirinya memiliki kadar gula darah yang tidak normal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa gejala diabetes tipe 2 dapat berkembang secara perlahan dan pada sebagian orang bahkan sangat ringan sehingga sulit dikenali.
Di Indonesia, diabetes juga menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia ≥15 tahun mencapai 11,7%. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah, mata, ginjal, serta saraf.
Karena itu, mengenali gejala diabetes sejak awal merupakan langkah penting. Berikut 10 gejala Diabetes Mellitus yang tidak sebaiknya diabaikan.
1. Sering Buang Air Kecil
Apakah Anda belakangan ini lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari?
Sering buang air kecil atau poliuria merupakan salah satu gejala klasik diabetes. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi tersebut dapat menyebabkan produksi urine meningkat.
Jika frekuensi buang air kecil berubah secara signifikan tanpa penyebab yang jelas, terutama bila disertai rasa haus berlebihan, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar gula darah. Kementerian Kesehatan RI juga memasukkan sering buang air kecil sebagai salah satu gejala utama diabetes.
2. Sering Merasa Haus
Sering merasa haus meskipun sudah cukup minum juga perlu diperhatikan.
Rasa haus yang berlebihan dapat berkaitan dengan meningkatnya kehilangan cairan melalui urine. Tubuh kemudian merespons dengan menimbulkan rasa haus agar cairan yang hilang dapat digantikan.
Jika rasa haus berlangsung terus-menerus dan muncul bersamaan dengan sering buang air kecil, jangan hanya menganggapnya sebagai akibat cuaca panas atau aktivitas yang padat.
3. Cepat Lapar atau Sering Ingin Makan
Gejala lain yang dapat muncul adalah rasa lapar yang lebih sering atau lebih kuat dari biasanya.
Pada diabetes, glukosa yang berada di dalam darah tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optimal karena adanya gangguan produksi atau kerja insulin. Akibatnya, tubuh dapat memberikan sinyal lapar meskipun seseorang sudah makan.
Sering lapar yang disertai penurunan berat badan atau kelelahan sebaiknya tidak diabaikan.
4. Berat Badan Turun Tanpa Sebab yang Jelas
Penurunan berat badan memang dapat terjadi karena berbagai faktor. Namun, apabila berat badan turun cukup banyak tanpa perubahan pola makan, olahraga, atau aktivitas yang dapat menjelaskannya, kondisi ini perlu diperiksa.
Penurunan berat badan yang tidak disengaja termasuk salah satu gejala yang dapat muncul pada diabetes. WHO memasukkan unintentional weight loss sebagai gejala diabetes yang perlu diperhatikan.
5. Tubuh Mudah Lelah
Merasa lelah setelah aktivitas berat merupakan hal yang normal. Namun, apabila tubuh terus-menerus terasa lemas atau mudah lelah meskipun tidur dan beristirahat cukup, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Diabetes dapat memengaruhi kemampuan tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Karena itu, kelelahan yang menetap dapat menjadi salah satu tanda yang perlu dievaluasi, terutama jika disertai gejala diabetes lainnya.
6. Penglihatan Menjadi Kabur
Pernah mengalami pandangan tiba-tiba buram atau tidak setajam biasanya?
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan jaringan yang berperan dalam proses penglihatan. Dalam jangka panjang, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah pada mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan, termasuk retinopati diabetik.
Karena itu, gangguan penglihatan yang muncul berulang atau menetap sebaiknya tidak dianggap sekadar akibat kelelahan mata.
7. Luka Sulit Sembuh
Luka kecil, terutama pada kaki, yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian.
Diabetes dalam jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah dan saraf. Gangguan tersebut dapat menyebabkan luka pada kaki menjadi lebih sulit ditangani dan meningkatkan risiko terjadinya ulkus diabetikum. WHO mencatat bahwa masalah kaki pada penderita diabetes dapat berkaitan dengan kerusakan saraf dan gangguan aliran darah.
Jangan menunggu luka menjadi besar atau terinfeksi sebelum memeriksakannya.
8. Sering Kesemutan atau Mati Rasa pada Tangan dan Kaki
Kesemutan sesekali dapat terjadi karena posisi tubuh tertentu. Namun, kesemutan yang sering muncul, menetap, atau disertai rasa baal pada tangan dan kaki perlu diperhatikan.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik. Kondisi ini sering kali mengenai bagian tubuh yang paling jauh seperti kaki dan tangan.
Kementerian Kesehatan RI memasukkan kesemutan sebagai salah satu tanda yang dapat ditemukan pada diabetes.
9. Sering Mengalami Infeksi
Infeksi yang berulang, termasuk infeksi kulit atau area tertentu pada tubuh, juga dapat menjadi tanda yang perlu dievaluasi.
Kementerian Kesehatan RI mencantumkan infeksi berulang, termasuk infeksi kulit dan gusi, sebagai salah satu gejala yang dapat berkaitan dengan diabetes.
Jika infeksi sering kambuh atau membutuhkan waktu lama untuk pulih, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mencari penyebabnya.
10. Kulit Kering dan Gatal
Kulit yang terasa lebih kering atau gatal juga dapat muncul pada seseorang dengan gangguan kadar gula darah. Namun, gejala ini tidak spesifik hanya untuk diabetes karena banyak kondisi lain yang juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal.
Karena itu, apabila keluhan ini muncul bersama sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, berat badan turun, atau gejala lainnya, pemeriksaan kadar gula darah dapat menjadi langkah yang bijaksana.
Jangan Menunggu Gejala Menjadi Berat
Salah satu tantangan terbesar diabetes adalah gejalanya tidak selalu jelas. Pada Diabetes Mellitus tipe 2, seseorang dapat mengalami kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dengan keluhan yang minimal atau bahkan tanpa gejala yang berarti.
Itulah sebabnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko diabetes, seperti kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, memiliki riwayat keluarga diabetes, atau pernah mengalami kondisi gula darah yang lebih tinggi dari normal.
Diagnosis diabetes tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat menggunakan pemeriksaan seperti gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah pembebanan glukosa, gula darah sewaktu dalam kondisi tertentu, atau HbA1c, sesuai kondisi pasien. WHO menggunakan antara lain kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL atau HbA1c ≥6,5% sebagai ambang diagnostik diabetes, dengan pertimbangan klinis dan konfirmasi yang sesuai.
BACA JUGA: Diabetes Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Faktor Risikonya
Pemeriksaan dan Penanganan Diabetes di RS EMC Tangerang
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas atau memiliki faktor risiko diabetes, jangan menunggu sampai muncul komplikasi. Konsultasikan kondisi Anda kepada dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.
RS EMC Tangerang memiliki layanan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes yang menangani berbagai gangguan metabolik dan diabetes. Evaluasi dapat mencakup pemeriksaan medis dan pemeriksaan penunjang seperti gula darah, HbA1c, profil lipid, serta pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien. Layanan juga dapat melibatkan kolaborasi dengan dokter spesialis lain, termasuk bidang gizi klinik, jantung, ginjal, mata, saraf, dan rehabilitasi medik bila diperlukan.
RS EMC Tangerang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 24, Buaran Indah, Tangerang, Banten 15119 dan menyediakan fasilitas laboratorium serta Medical Check Up untuk mendukung deteksi dini dan evaluasi kesehatan.
Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh Anda
Diabetes bukan sekadar persoalan "gula darah tinggi". Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat berdampak pada pembuluh darah, jantung, mata, ginjal, dan sistem saraf.
Semakin dini diabetes dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan kondisi dan mencegah komplikasi.
Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, berat badan turun tanpa sebab, mudah lelah, pandangan kabur, luka sulit sembuh, atau sering kesemutan, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Jangan menunggu diabetes memberikan tanda yang lebih berat. Kenali gejalanya, periksa kadar gula darah, dan konsultasikan hasilnya kepada dokter.
Artikel ditulis oleh dr. Triyono, M.Ked (PD), Sp.PD, FINASIM – Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Tangerang.