Diabetes Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Faktor Risikonya

Diabetes sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami orang lanjut usia. Padahal, saat ini diabetes juga semakin banyak ditemukan pada usia muda, termasuk remaja dan dewasa muda.

Perubahan gaya hidup, pola makan yang kurang sehat, hingga kurangnya aktivitas fisik menjadi beberapa faktor yang berperan dalam meningkatnya risiko diabetes di usia produktif. Karena itu, penting untuk memahami faktor risiko diabetes sejak dini agar kondisi ini dapat dicegah.

Apa Itu Diabetes?

Type 2 Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula dalam darah meningkat akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin.

Insulin berfungsi membantu gula masuk ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Ketika fungsi insulin terganggu, kadar gula darah dapat meningkat dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Mengapa Diabetes Bisa Menyerang Usia Muda?

Gaya hidup modern membuat risiko diabetes pada usia muda semakin meningkat. Kebiasaan seperti konsumsi makanan tinggi gula, kurang bergerak, hingga begadang dapat memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Selain itu, banyak orang muda yang tidak menyadari gejala awal diabetes sehingga kondisi baru diketahui setelah muncul keluhan yang lebih serius.

Faktor Risiko Diabetes di Usia Muda

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes pada usia muda:

1. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula, makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan tinggi kalori secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Pola makan yang tidak seimbang juga dapat memicu kenaikan berat badan dan obesitas.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Terlalu lama duduk, jarang berolahraga, dan gaya hidup sedentari dapat membuat tubuh kurang efektif dalam menggunakan gula darah sebagai energi.

Aktivitas fisik yang kurang juga berisiko meningkatkan berat badan.

3. Obesitas atau Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Lemak tubuh yang berlebih dapat memengaruhi kerja insulin dalam tubuh.

4. Faktor Keturunan

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan apabila memiliki faktor keturunan.

5. Kurang Tidur dan Begadang

Kebiasaan tidur tidak teratur dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon, termasuk hormon yang berperan dalam pengaturan gula darah.

6. Stres Berkepanjangan

Stres yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kadar gula darah dan pola hidup seseorang, seperti makan berlebihan atau kurang menjaga kesehatan.

Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala diabetes yang sering muncul antara lain:

  • Sering haus 
  • Sering buang air kecil 
  • Mudah lelah 
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas 
  • Luka sulit sembuh 
  • Penglihatan kabur 

Jika mengalami keluhan tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan.

Cara Mengurangi Risiko Diabetes

Risiko diabetes dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang 
  • Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula 
  • Rutin berolahraga 
  • Menjaga berat badan ideal 
  • Tidur cukup 
  • Mengelola stres dengan baik 
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin 

Pentingnya Deteksi Dini

Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti gangguan jantung, ginjal, mata, hingga saraf. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.

Kesimpulan

Diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat dialami usia muda akibat berbagai faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurang olahraga, obesitas, hingga faktor keturunan.

Menerapkan gaya hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko diabetes di kemudian hari.

Artikel ditulis oleh dr. Elyanawati, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Alam Sutera).