Demam Tifoid pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Demam yang berlangsung beberapa hari pada anak sering kali dianggap sebagai infeksi biasa. Namun, jika demam menetap dan disertai keluhan lain seperti sakit perut, lemas, atau perubahan pola buang air besar, orang tua perlu lebih waspada. Salah satu penyakit yang perlu diperhatikan adalah demam tifoid.

Demam tifoid merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyakit ini masih dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan dapat menyerang anak maupun orang dewasa. Penularannya berkaitan erat dengan makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri.

Apa Itu Demam Tifoid pada Anak?

Demam tifoid atau tifus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Setelah masuk ke tubuh, bakteri dapat berkembang dan menimbulkan berbagai keluhan. Pada anak, gejalanya dapat berbeda-beda, mulai dari demam dan lemas hingga gangguan pencernaan.

Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab demam dan menentukan penanganan yang tepat.

Kenali Gejala Demam Tifoid

Salah satu gejala yang paling sering ditemukan adalah demam yang berlangsung beberapa hari dan cenderung menetap. Namun, demam tifoid tidak hanya ditandai oleh peningkatan suhu tubuh.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada anak antara lain:

  • Demam yang berlangsung lebih dari beberapa hari 
  • Lemas dan mudah merasa lelah 
  • Sakit kepala 
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut 
  • Mual dan muntah 
  • Nafsu makan menurun 
  • Diare atau justru sulit buang air besar 
  • Batuk pada sebagian kasus 

Tidak semua anak mengalami gejala yang sama. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan pola dan perkembangan keluhan, terutama jika kondisi anak tidak membaik.

Siapa yang Berisiko Terkena Demam Tifoid?

Anak yang tinggal atau bepergian ke wilayah dengan sanitasi dan akses air bersih yang kurang memadai memiliki risiko lebih tinggi terpapar Salmonella Typhi.

Risiko juga dapat meningkat ketika anak mengonsumsi makanan atau minuman yang kebersihannya tidak terjamin, terutama jika makanan disiapkan atau disimpan dengan cara yang tidak higienis.

Kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri.

Bagaimana Demam Tifoid Menular?

Penularan demam tifoid umumnya terjadi melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika bakteri dari tinja orang yang terinfeksi masuk ke tubuh orang lain melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Kontaminasi dapat terjadi ketika makanan atau minuman diolah dengan tangan yang tidak bersih, menggunakan air yang tercemar, atau disimpan dalam kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang.

Karena itu, kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah penularan.

Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Demam pada anak tidak selalu berarti demam tifoid. Namun, orang tua sebaiknya tidak mengabaikan demam yang menetap atau semakin berat, terutama jika disertai lemas, muntah berulang, sakit perut, diare, sulit makan dan minum, atau perubahan kondisi anak yang cukup signifikan.

Segera periksakan anak apabila demam tidak kunjung membaik atau muncul tanda kondisi yang lebih serius, seperti anak terlihat sangat lemah, sulit dibangunkan, mengalami kejang, kesulitan bernapas, atau tanda dehidrasi.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan kondisi anak. Bila diperlukan, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis.

Bagaimana Cara Mencegah Demam Tifoid?

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk:

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet 
  • Mengonsumsi air yang aman dan telah dipastikan kebersihannya 
  • Memastikan makanan dimasak hingga matang 
  • Mencuci bahan makanan dengan air bersih 
  • Menjaga kebersihan peralatan makan 
  • Menghindari makanan atau minuman yang kebersihannya tidak terjamin 
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas sanitasi 
  • Mempertimbangkan vaksinasi tifoid sesuai rekomendasi dokter 

Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu menurunkan risiko demam tifoid, tetapi juga dapat melindungi anak dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air.

Jangan Abaikan Demam yang Menetap pada Anak

Demam tifoid dapat ditangani, tetapi diagnosis dan pengobatan yang tepat penting untuk mencegah komplikasi. Orang tua sebaiknya tidak memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan dan anjuran dokter, karena pemilihan obat perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.

Jika anak mengalami demam yang menetap, terutama disertai gangguan pencernaan atau penurunan kondisi tubuh, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Jaga Kesehatan Anak Bersama RS EMC Grha Kedoya

Demam pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan tidak selalu mudah dibedakan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan medis diperlukan ketika demam menetap atau disertai keluhan lain yang mengkhawatirkan.

Segera konsultasikan kondisi kesehatan anak kepada Dokter Spesialis Anak di RS EMC Grha Kedoya untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat. Dengan pemeriksaan yang sesuai, orang tua dapat memastikan anak memperoleh perawatan yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya.

Artikel ditulis oleh dr. Bertha Soegiarto,Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS EMC Grha Kedoya).