Sering Duduk Seharian, Mengapa Punggung Jadi Mudah Nyeri?
Bekerja di depan komputer, mengemudi jarak jauh, atau belajar selama berjam-jam membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk.
Kebiasaan ini sering kali diikuti keluhan nyeri pada tulang belakang atau sakit punggung, terutama di area pinggang. Meski kerap dianggap sebagai pegal biasa, nyeri yang muncul berulang tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tulang belakang.
Pada sebagian besar kasus, nyeri dapat membaik dengan perubahan kebiasaan dan perawatan sederhana. Namun, jika disertai keluhan tertentu atau berlangsung lama, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Mengapa Duduk Terlalu Lama Menyebabkan Nyeri Tulang Belakang?
Saat duduk, terutama dengan posisi membungkuk, tekanan pada bantalan tulang belakang (diskus) lebih besar dibandingkan saat berdiri. Posisi duduk yang tidak ergonomis juga membuat otot dan ligamen penyangga tulang belakang bekerja lebih keras untuk menjaga postur tubuh.
Akibatnya, otot menjadi tegang, punggung terasa kaku, dan muncul rasa nyeri. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus tanpa disertai peregangan atau aktivitas fisik, risiko gangguan pada tulang belakang, termasuk saraf terjepit, dapat meningkat.
Penyebab Nyeri Tulang Belakang
Selain duduk terlalu lama, nyeri tulang belakang juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:
- Ketegangan otot dan ligamen, akibat postur tubuh yang kurang baik atau aktivitas berulang.
- Saraf terjepit (Hernia Nukleus Pulposus/HNP), yang dapat menyebabkan nyeri menjalar hingga bokong atau kaki, disertai kesemutan maupun baal.
- Degenerasi tulang belakang, yaitu proses penuaan pada bantalan dan sendi tulang belakang.
- Postur tubuh yang buruk, seperti kebiasaan membungkuk saat bekerja atau menggunakan gawai.
- Kondisi medis tertentu, seperti penyempitan saluran saraf (spinal stenosis), infeksi, atau tumor, meski kasusnya lebih jarang.
Cara Mengurangi Nyeri Tulang Belakang
Jika keluhan masih ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan nyeri:
- Berdiri dan berjalan ringan setiap 30–60 menit.
- Lakukan peregangan pada punggung, pinggang, dan paha.
- Gunakan kursi yang menopang lekuk pinggang dan perbaiki posisi duduk.
- Kompres hangat untuk membantu mengurangi ketegangan otot.
- Tetap aktif bergerak sesuai kemampuan dan hindari tirah baring terlalu lama.
- Gunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter bila diperlukan.
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta melatih otot inti (core muscle) juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera berkonsultasi dengan dokter ortopedi subspesialis spine apabila nyeri berlangsung lebih dari dua minggu, semakin berat, menjalar ke bokong atau kaki, disertai kesemutan, baal, kelemahan tungkai, muncul setelah cedera, atau disertai gangguan buang air kecil maupun buang air besar. Pemeriksaan seperti foto rontgen atau MRI mungkin diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Segera Konsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi
Nyeri tulang belakang akibat duduk terlalu lama memang sering terjadi, tetapi bukan berarti harus dianggap sebagai hal yang normal. Menerapkan postur duduk yang benar, rutin bergerak, dan berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang serta mengurangi risiko nyeri berulang.
Apabila keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala yang mengarah pada gangguan saraf, segera konsultasikan dengan dokter ortopedi subspesialis spine. Diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mengembalikan kualitas hidup Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Jephtah Tobing, MD,B.Med.Sci (Hons), Sp.OT (K-Spine) (Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang RS EMC Alam Sutera & EMC Grha Kedoya).