Munculnya benjolan di tubuh sering membuat seseorang khawatir dan langsung mengira dirinya terkena kanker. Padahal, tidak semua benjolan merupakan tumor ganas. Banyak benjolan justru disebabkan oleh kondisi jinak, seperti lipoma, kista, atau pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi.
Meski demikian, benjolan juga tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, karena bentuk, ukuran, atau lokasi benjolan saja tidak dapat memastikan apakah benjolan tersebut jinak atau ganas.
Apa Penyebab Benjolan di Tubuh?
Benjolan dapat muncul karena berbagai kondisi, di antaranya:
- Lipoma, yaitu benjolan lemak yang umumnya lunak, mudah digerakkan, dan tumbuh perlahan.
- Kista, yaitu kantong berisi cairan atau material lain di bawah kulit.
- Pembesaran kelenjar getah bening, yang sering terjadi akibat infeksi atau peradangan.
- Abses, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri yang biasanya disertai nyeri, kemerahan, dan terasa hangat.
- Fibroadenoma payudara, yaitu benjolan jinak yang cukup sering ditemukan pada wanita usia muda.
- Tumor ganas (kanker), yaitu pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke jaringan lain.
Apakah Semua Benjolan Berbahaya?
Tidak. Sebagian besar benjolan bersifat jinak dan tidak mengancam jiwa. Namun, hanya melalui pemeriksaan medis dokter dapat memastikan penyebabnya.
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti USG, mammografi, CT scan, MRI, atau biopsi untuk menegakkan diagnosis.
Kapan Benjolan Harus Diperiksakan?
Segera berkonsultasi ke dokter apabila benjolan memiliki salah satu atau beberapa tanda berikut:
- Ukurannya semakin membesar.
- Tidak menghilang dalam beberapa minggu.
- Terasa keras dan sulit digerakkan.
- Disertai nyeri hebat, bernanah, atau kemerahan.
- Kulit di atas benjolan berubah warna atau muncul luka.
- Disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau keringat malam.
- Muncul di payudara, leher, ketiak, atau lokasi lain tanpa penyebab yang jelas.
Jangan Menebak Penyebab Benjolan Sendiri
Benjolan di tubuh memang tidak selalu berarti kanker, tetapi juga tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat atau merabanya. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengetahui apakah benjolan tersebut merupakan kondisi jinak, infeksi, atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Apabila Anda menemukan benjolan di leher, ketiak, payudara, atau bagian tubuh lain yang tidak kunjung hilang atau semakin membesar, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan penanganan yang sesuai sehingga kondisi dapat ditangani sedini mungkin.
Artikel ditulis oleh dr. Lucia Nirmalasari, Sp.B, FICS (Dokter Spesialis Bedah Umum RS EMC Alam Sutera).