Menemukan benjolan di ketiak yang terasa nyeri atau semakin membesar sering membuat seseorang khawatir. Tidak sedikit yang langsung mengaitkannya dengan kanker. Padahal, benjolan di ketiak tidak selalu merupakan tanda kanker. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Meski sebagian besar benjolan bersifat jinak, keluhan yang tidak kunjung membaik atau semakin membesar tetap perlu diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebabnya sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat.
Apakah Benjolan di Ketiak yang Nyeri Berarti Bukan Kanker?
Benjolan yang terasa nyeri memang lebih sering disebabkan oleh infeksi atau peradangan. Sebaliknya, benjolan akibat kanker pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.
Namun, kondisi ini bukanlah patokan mutlak. Ada benjolan jinak yang tidak menimbulkan nyeri, dan ada pula kondisi keganasan yang dapat terasa nyeri pada keadaan tertentu. Oleh karena itu, penyebab benjolan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa sakit.
Apa Penyebab Benjolan di Ketiak?
Beberapa penyebab benjolan di ketiak yang sering ditemukan antara lain:
- Pembesaran kelenjar getah bening, biasanya terjadi saat tubuh sedang melawan infeksi.
- Hidradenitis suppurativa, yaitu peradangan kronis pada area ketiak yang dapat menyebabkan benjolan nyeri dan berulang.
- Abses, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri yang umumnya disertai kemerahan, nyeri, dan terasa hangat.
- Kista atau lipoma, yaitu benjolan jinak yang tumbuh di bawah kulit.
- Tumor ganas (kanker), meskipun merupakan penyebab yang lebih jarang dibandingkan kondisi lainnya.
Kapan Benjolan di Ketiak Harus Diperiksakan ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila benjolan:
- Semakin membesar dalam waktu singkat.
- Tidak menghilang setelah dua hingga empat minggu.
- Terasa keras dan sulit digerakkan.
- Disertai nyeri hebat, bernanah, atau keluar cairan.
- Disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau keringat malam.
- Muncul bersamaan dengan benjolan atau perubahan pada payudara.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan bila diperlukan menyarankan pemeriksaan penunjang, seperti USG, mammografi (pada indikasi tertentu), CT scan, MRI, atau biopsi.
Bagaimana Penanganan Benjolan di Ketiak?
Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Infeksi dapat memerlukan antibiotik atau tindakan untuk mengeluarkan nanah, sedangkan kista atau lipoma mungkin hanya perlu dipantau atau diangkat bila menimbulkan keluhan. Jika benjolan berkaitan dengan keganasan, dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai, seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target, atau imunoterapi.
BACA JUGA: Benjolan di Tubuh, Kapan Harus Diwaspadai? Penanganan Bedah Onkologi di Bekasi Kota
Jangan Menunda Pemeriksaan Benjolan di Ketiak
Benjolan di ketiak memang tidak selalu merupakan kanker, tetapi juga tidak boleh diabaikan, terutama jika terus membesar, terasa nyeri, atau tidak kunjung hilang. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apabila Anda mengalami benjolan di ketiak yang semakin membesar, mengganggu aktivitas, atau disertai keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu memastikan penyebab benjolan sekaligus menentukan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Lucia Nirmalasari, Sp.B, FICS (Dokter Spesialis Bedah Umum RS EMC Alam Sutera).